Topik| Uncategorized

Penutup

Penutup

Sangat disayangkan, masih ada segolongan orang yang bersikap ekstrim dalam masalah ini, dan amat suka melakukan hal-hal yang menimbulkan bencana perpecahan, terutama sekali pada saat datangnya bulan suci Ramadhân. Mereka suka-sekali menentang dan menganggap remeh keputusan para ‘ulamâ’ dan pakar dalam masalah ini, sehingga seringkali mereka melaksanakan shaum lebih dulu dan berhari-raya lebih dulu, atau sebaliknya bershaum dan berhari-raya belakangan. Yang mana semua itu hanya dilandasi oleh hawa-nafsu, tanpa ilmu dan petunjuk serta merasa dirinya-lah paling benar, sedangkan semua manusia di luar kelompok mereka adalah salah. Dan mereka pun mengumandangkan seruan kepada kaum Muslimîn untuk mengikuti jejak mereka yang ekstrim dengan cara-cara yang penuh agitasi dan fitnah serta perpecahan. Semoga Allâh senantiasa memelihara dan menjaga Islâm serta kaum Muslimîn dari bencana fitnah yang mereka kobarkan.

* Bagaimanakah Sikap Menjaga Persatuan Dalam Masalah Ini ?

Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah (rahimahullâh) telah memberikan jawaban yang tuntas dalam masalah ini, yaitu ketika beliau ditanya mengenai seseorang yang melihat hilâl Ramadhân atau hilâl Syawwâl, apakah ia boleh melaksanakan shaum atau hari-raya sendirian? Beliau menjawab, bahwa dalam hal ini ada tiga pendapat :

Pertama :

“Orang itu wajib melaksanakan shaum dan hari-raya, tetapi secara rahasia. Dan ini adalah madzhabnya Asy-Syâfi-’î”.

Kedua :

“Ia wajib melaksanakan shaum, tetapi tidak boleh berhari-raya melainkan bersama-sama manusia lain. Dan ini pendapat masyhur dari madzhab Ahmad, Mâliki dan Abû Hanîfah”.

Ketiga :

“Ia melaksanakan shaum dan hari-raya bersama-sama manusia”.

Lalu Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah (rahimahullâh) menegaskan bahwa pendapat yang terakhir ini adalah pendapat yang paling jelas dari semua pendapat sebelumnya, karena ia paling sesuai dengan sabda Rasûlullâh saw. :

“Shaum kalian adalah hari di mana kalian semua bershaum, hari-raya kalian adalah hari di mana kalian semua berhari-raya dan hari adh-hâ kalian ialah di mana kalian semua beradh-hâ”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imâm At-Tirmidzî, dan ia berkata : “hasan- gharîb”. Abû Dâwûd dan Ibnu Mâjah juga meriwayatkan hadits ini, tapi Ibnu Mâjah hanya menyebutkan lafahz Al-Fithr dan Al-Ad-Hâ. Kemudian At-Tirmidzî juga meriwayatkan hadits seperti ini dari ‘Abdullâh bin Ja’far, dari ‘Utsmân bin Muhammad, dari Al-Maqbûrî dari Abû Hurairah, sesungguhnya Rasûlullâh saw. bersabda :

“Shaum itu adalah hari di mana kalian (semua) bershaum, dan berbuka (berhari-raya) adalah hari di mana kalian (semua) berhari-raya; dan menyembelih (qurban) adalah hari di mana kalian (semua) menyembelih”.
(Majmû’ul-Fatawâ juz 25 hal. 114 – 115. Lihat juga penjelasan Syaikh Al-Albânî tentang fiqh hadits ini pada hal. 6 -8 dalam makalah ini)

Jadi, sikap kita apabila kita termasuk orang yang melihat hilâl Ramadhân atau hilâl hari-raya, kita wajib memilih salah-satu dari tiga pendapat atau alternatif yang dijelaskan oleh Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah itu, yaitu: Melaksanakan shaum dan hari-raya dengan diam-diam (rahasia), atau melaksanakan shaum dengan sikap hati-hati, tetapi melaksanakan hari-raya dengan bersama-sama manusia lainnya, dengan syarat tidak memproklamirkan pelaksanaan shaum tersebut serta tidak mengajak-ngajak orang lain untuk melaksanakan shaum tersebut dalam rangka menghindari terjadinya fitnah atau perpecahan. Dan — yang terakhir — melaksanakan shaum dan hari-raya bersama-sama manusia pada umumnya. Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah telah mentarjih pendapat yang terakhir ini.
Inilah metode ‘ulamâ’ salaf dalam rangka memelihara umat dari perselisihan dan perpecahan yang dilarang Allâh SWT., semoga kita semua dapat menyadari dan mengamalkannya.
Adapun bila kita tidak melihat hilâl Ramadhân atau hilâl hari-raya, sebaiknya kita langsung mengikuti umumnya manusia, janganlah sekali-kali bersikap seperti golongan yang ekstrim, yang gemar menimbulkan keributan dan perpecahan. Semoga Allâh SWT. memelihara kita dari sikap buruk semacam itu.
(Wallâhu A’lam)

Kesimpulan :

1 Ide (gagasan) untuk menyatukan ru’yat seluruh dunia Islâm — secara umum — sudah ada sejak masa Ibnu Taymiyyah (rahimahullâh) atau bahkan — secara khusus –sebelumnya, yaitu pada masa shahabat, seperti terlihat pada ucapan Kuraib kepada Ibnu ‘Abbâs : Apakah ru’yat dan shaumnya Mu’âwiyah tidak cukup — untuk diikuti –?. Dan dijawab oleh Ibnu ‘Abbâs r.a. : Tidak, karena Rasûlullâh saw. memerintahkan kami berbuat seperti ini. Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyaah pun melontarkan bantahan terhadap gagasan itu. Kemudian pada akhir abad 20 gagasan tersebut dilontarkan kembali oleh Râbithah di Makkah, dan di Indonesia oleh beberapa ormas Islâm seperti Hizbut-Tahrîr dsb. Namun, ternyata gagasan yang ideal itu justru bertentangan dengan dalil-dalil naqli dan ‘aqli seperti yang dijelaskan oleh para ‘ulamâ’ ahli hadits dan fiqh (seperti : Al-Imâm Muslim, Al-Imâm At-Tirmidzî, Al-Imâm Abû Dâwûd, Al-Imâm An-Nasâ-î, Al-Imâm An-Nawawî, Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah, Syaikh Muhammad Nâshrud-Dîn Al-Albânî d.l.l.), sehingga ketika gagasan tersebut dilontarkan malah menimbulkan perselisihan yang tajam.
2 Gagasan tersebut bagaimana pun baiknya, namun tidak sesuai dengan syari’at, jadi janganlah dipaksakan, bahkan sebaiknya ditinggalkan, kemudian diganti dengan tiga solusi yang ditawarkan oleh Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah, yaitu bagi orang yang melihat hilâl atau ru’yat : (Pertama) Melaksanakan shaum dan hari-raya dengan diam-diam (rahasia), atau (Kedua) melaksanakan shaum karena sikap hati-hati, tetapi melaksanakan hari-raya dengan bersama-sama manusia lainnya, dengan syarat tidak memproklamirkan pelaksanaan shaum tersebut serta tidak mengajak-ngajak orang lain untuk melaksanakan shaum tersebut dalam rangka menghindari terjadinya fitnah atau perpecahan. Dan — yang terakhir (Ketiga) — melaksanakan shaum dan hari-raya bersama-sama manusia pada umumnya. dan Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah telah mentarjih pendapat yang terakhir ini sebagai pendapat yang paling tepat. Dengan kata-lain, hendaknya kita mulai memikirkan untuk mensosialisasikan solusi dari Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah ini, yang jelas-jelas lebih sesuai dengan syari’at dan lebih menjamin proses bersatunya umat, atau paling tidak, dapat menekan potensi perpecahan di kalangan umat.
3 Hendaknya forum-forum komunikasi antar kelompok Islâm semacam ini lebih sering diadakan, atau kalau perlu diagendakan dengan tema-tema yang aktual, dalam rangka pendekatan antara sesama umat Islâm, dan menyebar-luaskan informasi-informasi yang penting untuk diketahui umat atau menawarkan solusi yang Islâmî dan realistis terhadap berbagai problem yang dihadapi oleh seluruh lapisan umat Islâm di Indonesia, dari tukang ojek sampai militer (keliwat idealis kali ya?).
4 Hendaknya seluruh kaum Muslimîn yang hadir di sini menyadari sepenuhnya kondisi internal & eksternal dunia Islâm — khususnya di Indonesia — yang saat ini sangat memprihatinkan, di mana perbaikan-nya tidak mungkin dilakukan oleh hanya satu dua kelompok, akan tetapi memerlukan kesadaran dan kerja-sama semua pihak. Dan untuk itu dibutuhkan program yang jelas serta proses dan waktu yang cukup panjang.

Ditulis pada 01 February 2009

Tinggalkan Pesan

DVD TUTORIAL

Nasehat Harian

  • 51. Nabi saw. bersabda:"Al-Hujjaju Wal-'Ummaru Wafdullah,In Sa-alu U'thu,Wa In Da'au Ujibu,Wa In Anfaqu Ukhlifu". (Org2 yg melakukan haji dan 'umrah itu adalah tamu Allah,jika mrk.minta --sesuatu kpd Allah-- pasti diberi;jika mrk berdo'a pasti dikabulkan,dan jika mrk infaq pasti diganti)
  • 50. Hajji artinya dari segi bahasa Al-Qashdu Ila Man Tu'azhzhimuhu (Sengaja berkunjung kpd. Yang sangat engkau hormati). Yaitu Allah Rabbul-'Alamin.Dan Baitullah (Ka'bah) adalah symbol dari kunjungan (haji) kpd. Allah.Dari sinilah dibangun pengertian;Orang yg menunaikan ibadah haji adalah tamu2 Allah.
  • 49. Nabi saw bersabda:"Innal-Mushalli Yunaji Rabbahu,Fal-Yanzhur Bima Yunaji Bihi.." Artinya:"Sesungguhnya org yg shalat itu ber-bisik2 (berkomunikasi) dgn Rabb-nya (Allah),maka hendaklah ia perhatikan isi pembicaraannya dgn Allah"(H.R.Malik).Betapa luar-biasanya ibadah shalat ini.(Subhanallah).
  • 48. Target ketiga:Membangun jalinan komunikasi yg intens dgn Allah;sebagaimana firman Allah:"Ya-ayyuhalladzina Amanusta'inu Bish-Shabri Wash-Shalah. Innallaha Ma'ash-Shabirin".Artinya:Hai org2 yg beriman,minta tolonglah kalian --kpd Allah-- dgn sabar dan shalat.Sesungguhnya Allah bersama org2 yg sabar (surah 2 ayat 153).(Bersambung)
  • 47. Termasuk perbuatan keji, adalah memaki, mencela, mengeluarkan ucapan kotor dll termasuk juga melakukan perbuatan zina. Ayat tersebut menyatakan secara eksplisit bhw setiap manusia memiliki potensi berbuat keji dan munkar,tdk perduli seorg ulama atau ustadz sekalipun. Nah,shalat yg dilakukan dgn cara2 yg sesuai dgn atur...annya,akan menjadi penghalang atau mencegah dari itu semua.Subhananallah.(Bersambung).
  • 46. Target shalat yg kedua:Membangun benteng yg kuat utk melindungi diri dari sifat2 buruk sebagaimana firman Allah:"Aqimish-Shalat, Innash-Shalata Tanha 'Anil-Fahsya-i Wal-Munkar" artinya: Tegakkanlah Shalat,sesungguhnya Shalat --dapat--mencegah dari perbuatan keji dan munkar (surah 29 ayat 45).Yg dimaksud keji adalah per...angai buruk, dan yg maksud munkar adalah semua perbuatan yg dilarang dan dibenci Allah. (Bersambung)
  • 45. Imam Ibnul-Qayyim mengatakan bahwa "Org yg, relaksasi dalam shalat akan merasa ringan, bahagia dan semua beban hidupnya pun hilang".Jadi,perasaan itu semua diraih ketika shalat, bukan setelah shalat.Padahal,kita pada umumnya merasa ringan setelah shalat.Tanpa disadari kita telah menganggap shalat itu beban,sehingga set...elah shalat kita merasa beban itu hilang. Inilah kekeliruan besar kita selama ini.(Bersambung)
  • 44. Thuma'ninah artinya tenang, tdk ter-gesa2,seperti umumnya org yg sedang relaksasi atau beristirahat. Dgn kata-lain,istirahat batin (jiwa) dilakukan sepenuhnya di dalam shalat,bukan setelah shalat.Inilah yg harus disadari oleh setiap muslim yg akan shalat;bahwa ia akan melakukan relaksasi batin.Dan org yg shalat dgn thu...ma'ninah justru akan merasa ringan dan shalatnya pun terasa sebentar.
  • 43. Shalat adalah ibadah paling agung setelah syahadat. Ada 3 target jangka pendek dari shalat; pertama:sebagai sarana istirahat jiwa (batin),sabda Nabi saw:"Arihna Bish-Shalah"(Istirahatkanlah--diri--kita dgn. shalat).Jadi,shalat adalah sarana relaksasi utk memulihkan energi batin yg. terkuras ketika berintraksi dgn kehid...upan.Itulah sebabnya shalat harus dilakukan dgn thuma'ninah.(Bersambung)
  • 42. Artinya--menurut Syaikh Al-Albani--,siapa-saja bekerja dgn 3 motivasi tsb atau dgn salah satu dari 3 motivasi itu, maka ia sama dgn org yg berjihad dalam Sabilillah;artinya jika mati, maka ia "mati syahid", yaitu; ia akan bebas dari siksa kubur dan pada hari Kiamat ia langsung masuk ke dalam Sorga tanpa dihisab. Subhanallah Wal-Hamdulillah
  • 41. Dan siapa-saja yg bekerja utk menjaga --kehormatan--dirinya,ia pun juga dalam Sabilillah (Silsilah Hadits Shahih jilid V no.2232). Menurut hadits ini ada 3 motivasi (niat) dalam bekerja yg membuat pelakunya berada dalam Sabilillah;yaitu: utk. kedua org.tua, utk keluarga dan utk diri sendiri. (Bersambung)
  • 40. Ucapan Umar ini sesungguhnya merupakan penjelasan sabda Nabi saw:"Man Sa'a 'Ala Walidaihi Fafi Sabilillah, Wa Man Sa'a 'Ala 'Iyalihi Fafi Sabilillah, Wa Man Sa'a Linafsihi Liya'iffaha, Fahuwa Fi SabilillaH" (Siapa-saja bekerja--mencari nafkah-- utk kedua org.tuanya, maka ia dalam Sabilillah,siapa-saja yg bekerja utk ke...luarganya,maka ia juga dalam Sabilillah....(bersambung)
  • 39. Ucapan Umar merupakan acuan bagaimana sikap dan pandangan seorg. mu'min seharusnya terhadap pekerjaan mencari nafkah. Umar adalah seorg.sahabat Nabi saw. yg paling benar ucapannya, sehingga Nabi saw berkata:"Innallaha Wadha'al-Haqqa 'Ala Lisani 'Umar Yaqulu Bihi" (Sesungguhnya Allah meletakkan kebenaran pada lisannya U...mar, dan ia mengatakan kebenaran itu). Artinya, Nabi saw melegitimasi kebenaran ucapan Umar.
  • 38. Umar bin Khaththab berkata:"Tidak ada tempat yg paling aku sukai utk mati (menjemput ajal) kecuali pasar,yaitu ketika aku sedang berjual-beli utk menafkahi keluargaku"(Ihya hal.385). Ucapan Umar ini merupakan pernyataan tegas, bahwa ia ingin mati di pasar pada saat sedang melakukan jual-beli (berdagang), bukan di masji...d ketika sedang shalat,berdo'a, berdzikir dsb.(Bersambung)
  • 37. Nabi saw bersabda:"Innallaha Yuhibbul-Mu'min Al-Muhtarif" (Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorg.mu'min yg. bekerja keras). Bekerja keras dalam mencari nafkah adalh sikap yg. terpuji.
  • 36. Kiamat adalah kehancuran total alam semesta, namun seorang muslim diharuskan terus menyelesaikan pekerjaannya selama ia bisa melakukannya walaupun Kiamat telah datang di depan kedua matanya. Nabi saw tdk mengatakan kpd si muslim jika Kiamat datang, hendaklah ia tinggalkan pekerjaannya, lalu masuk ke dalam masjid utk be...rdo'a. Tidak..!! Tidak..!! Nabi saw. tdk berkata seperti itu. (bersambung)
  • 35. Islam sangat menghargai "pekerjaan"atau "bekerja" sabda Nabi saw:"Wa In Qamatis-Sa'ah Wa Fi Yadi Ahadikiumul-Fasilah, Fa Inis-Tatha'a An Yaghrisaha Qabla An Yaquma Fal-Yaghrisha" (Meskipun Kiamat sdh terjadi,namun di tangan kalian masih ada pohon kurma, jika ia masih sempat menanamnya seblm. berdiri, maka tanamlah !!) ...(bersambung)
  • 34. Nabi saw bersabda:"Ad-Du'au Saiful-Mu'min" Artinya:"Do'a adalah senjatanya org2 yg beriman". Semoga do'a ini menjadi senjata bagi kita dalam menghadapi mara-bahaya yg datang secara tiba2 dan bisa mengenai siapa-saja. Amien Ya Rabbal-'Alamin.
  • 33. (7) Wa A'udzubika An Amuta Ladighan (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati karena disengat). Maksudnya, jangan sampai aku menemui kematian karena disengat, baik disengat ular, kalajengking dan binatang2 berbisa lainnya. (Hadits Riwayat Abu Dawud; 'Aunul-Ma'bud juz IV hal.410). Inilah do'a yg selalu dibaca oleh Nabi s...aw. agar terhindar dari 7 macam mara-bahaya yg bisa terjadi secara tiba2 dan menimpa siapa-saja.
  • 32.  (6) Wa A'udzubika An Amuta Fi Sabilika Mudbiran (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati dlm. keadaan murtad dari jalan-Mu). Murtad artinya meninggalkan Islam, berpaling kpd agama yg lain. Jadi, kita minta kpd. Allah agar Ia menguatkan hati dan iman kita kpd-Nya sampai ajal datang menjemput dan kita pun mati sebagai seorang muslim.
  • 31. Benci pd kematian berarti benci bertemu Allah.Nabi saw mengatakan:"Siapa yg benci bertemu Allah, maka Allah pun benci bertemu dgn.nya". Dan para ulama mengatakan,bhw gangguan setan yg paling dahsyat adalah ketika manusia menghadapi sakratul-maut,karena saat itu merupakan kesempatan mrk yg terakhir utk memperoleh teman ...di Neraka. (Na'udzu Billahi Min Dzalik).
  • 30. (5) Wa A'udzubika An-Yatakhabbathaniasy-Syaithanu 'Indal-Maut (Dan aku berlindung kpd-Mu dari intervensi setan ketika -- aku -- akan mati). Yg.dimaksud intervensi setan ialah gangguan setan thd. hati ketika kita menghadapi sakratul-maut sehingga kita gagal mencapai husnul-khatimah (kematian yg indah).Gangguan itu antar...a lain, meng-halang2i kita bertaubat, membuat kita merasa tdk suka (benci) pd. kematian (bersambung)
  • 29. Wal-Harami (Dan juga pikun). Pikun adalah usia tidak produktif, dan juga menjadi beban orang-lain, karena manusia yg mengalami pikun, kembali seperti anak kecil (balita) lagi. Nabi saw berlindung kpd Allah dari kondisi seperti itu.
  • 28. (4) Wa A'udzubika Minal-Haraqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari terbakar). Maksudnya mati terbakar atau mengalami kebakaran seperti banyak terjadi akhir2 ini, entah disengaja atau tidak.
  • 27. (3)Wa A'udzubika Minal-Gharaqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari tenggelam). Misalnya tercebur dikolam air yang dalam, sungai atau lautan, termasuk juga karam bersama perahu atau kapal. Pokoknya Beliau berlindung kpd Allah, jgn sampai Beliau mati tenggelam.
  • 1. (2) Wa A'udzubika Minat-Taraddiy (Dan aku berlindung kpd-Mu dari jatuh dari tempat yg tinggi). Misalnya jatuh dari atas gunung, atap rumah atau bersama pesawat terbang yg. jatuh, atau jatuh ke dalam sumur. Pokoknya Beliau saw berlindung kpd Allah jgn sampai Beliau mati karena jatuh dari tempat yg tinggi.
  • 26. Nabi saw berdo'a minta perlindungan dari 7 perkara; do'a Beliau: (1) Allahumma Inni A'udzubika Minal Hadmi (Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari tertimpa bangunan). Kalimat do'a ini secara tegas menyatakan bahwa siapa-saja bisa mati tertimpa bangunan runtuh seperti yg. terjadi di Sum-Bar. Dan Nabi saw adalah kekasih Al...lah,sebaik-baik manusia, toh Beliau masih minta perlindungan jgn. sampai tertimpa bangunan runtuh.
  • 25. Mengkaitkan gempa di Sum-Bar sebagai azab adalah logika bodoh atau logika Dajjal yg menyesatkan. Marilah kita bersikap hati2, dan terus berusaha membantu saudara2 kita di sana, Nabi saw bersabda:"Wallahu Fi'Aunil-'Abdi Ma Kanal-'Abdu Fi'Auni Akhihi"( Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama ia menolong sdr.nya).
  • 24. Jadi, janganlah kita meng-kait2kan peristiwa gempa yg menimpa Sum-Bar khususnya, sebagai azab atau laknat yg. diturunkan Allah karena org.2 Sum-Bar bukan org.sholeh dsb. Itu adalah pernyataan2 yg mengandung fitnah dan menyesatkan. Saya kira di Ibu Kota sangat banyak para pelaku maksiat 24 jam. Tapi toh tdk dihantam gempa, apa org,2 di Ibu Kota itu sholeh semua?
  • 23. Gempa adalah fenomena alam yg biasa terjadi di-mana2 dan bisa menimpa siapa-saja, orang2 yg. sholeh atau yg. jahat, sehingga Nabi saw. berdo'a: "A'udzu Bi 'Azhimatika An Ughtala Min Tahti" (Ya Allah, aku berlindung kpd.-Mu dari bahaya -gempa-- yg mengancam dari bawahku).Coba lihat, Nabi saw. saja sebagai kekasih Allah ...masih minta perlindungan dari bahaya gempa. Artinya, Beliau pun merasa kuatir ditimpa gempa.
  • 22. Menafsirkan Al-Quran dgn pendapat pribadi adalah perbuatan yg dilarang agama;Nabi saw bersabda (yg.artinya):"Siapa-saja yg menafsirkan Al-Quran dgn pendapatnya......., maka silahkan ia duduk di Neraka" (HR.Tirmidzi). (2) Menuduh kafir thd.org2 muslim, padahal Nabi saw (yg.artinya):"Siapa-saja yg menuduh kafir thd. musl...im,maka tuduhan itu akan kembali kpd.dirinya".
  • 21. Akhir2 ini ada sebagian org. yg mengaitkan wkt. terjadinya gempa di Sumbar; pkl.17.16 dgn QS 17:16; pkl.17.58 dgn QS 17:58 dsb.Padahal ayat2 tsb berkaitan dgn siksa yg menimpa org2 kafir,dgn kata-lain mrk.menuduh para korban gempa adalah org2 kafir.Sungguh ini perbuatan fitnah yg luar-bisa. Justru mrk. tlh.melakukan 2 ...pelanggaran besar:(1) Mentafsirkan Al-Quran se-mata2 dgn pendapat pribadi..(bersambung)
  • 20. Para 'ulama berkata:"Fikratu Fi Ala-illah Yatawalladu minhal-Mahabbah Wasy-Syukru" (Mengingat nikmat2 Allah akan melahirkan rasa cinta dan bersyukur kpd. Allah). 'Ali berkata: Ada 6 nikmat yg paling utama: (1) Islam (2) Al-Quran (3) Muhammad Rasulullah saw (4) Kesejahteraan (5) Tertutupnya aib (6) Bebas dari ketergantu...ngan kpd org.lain. Ke 6 nikmat ini ada pd.kita, tinggal bagaimana kita memahami dan mengelolanya...
  • 19. Kedua:Bersyukur dgn hati. Nabi saw bersabda:"Liyattakhidz Ahadukum Qalban Syakiran" artinya:"Hendaklah tiap2 kalian mengupayakan hatinya utk selalu bersyukur". Mengupayakan hati utk selalu bersyukur dilakukan dgn cara selalu mengingat nikmat2 Allah, sebagaimana firman Allah:Wadzkuru Ni'matallahi 'alaikum (ingatlah sela...lu nikmat Allah atas kalian)....(bersambung)
  • 18. Umar pernah bertanya kpd Ali tentang kedudukan kalimat "Al-Hamdulillah". Ali pun menjawab:"Kalimatun Radhiyallahu Linafsih Wa Ahabba An Tuqal".Artinya:(Al-Hamdulilah) adalah kalimat yg Allah ridhai bagi diri-Nya dan Dia pun sangat suka bila kalimat itu diucapkan. Ibnu 'Abbas berkata:"Al-Hamdulillah Kalimatu Kulli Syaki...r".Artinya: "Al-Hamdulillah adalah ucapan tiap2 org yg bersyukur".
  • 17. Dari ke-2 hadits tsb disimpulkan bhw.ucapan Al-Hamdulillah memiliki nilai yg.amat tinggi dan kontribusi luar-biasa sebagai ungkapan kesyukuran dgn. lisan. Karena ucapan Al-Hamdulillah lebih tinggi nilainya dari nikmat itu sendiri,bahkan andaikan nikmat tsb berupa seluruh kekayaan dunia.Dan juga lebih besar kontribusiny...a daripada nikmat itu sendiri...Sungguh berbahagialah umat Muhammad saw.dgn kalimat Al-Hamdulillah..
  • 16. Nabi saw. bersabda yg artinya:"Andaikan dunia seluruhnya diberikan kpd seorg.umat-ku,lalu dia mengucapkan"Al-Hamdulillah", maka ucapannya itu lebih afdhal dari --seluruh dunia yg menjadi miliknya--itu"(H.R.Hakim&Tirmidzi).Dlm.hadits lain Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah ridha kpd seorg hamba yg selalu menyebut Al...-Hamdulillah setiap selesai makan atau minum"(H.R.Ahmad,Muslim dll).
  • 15. Bersyukur kpd Allah baru dianggap sempurna bila memenuhi 4 syarat;Pertama:Bersyukur dgn lisan (ucapan),yaitu menyebut"Al-Hamdulillah"pd.setiap nikmat yg diperoleh.Dlm.hal ini Nabi saw bersabda yg artinya: Tdk.lah seorg.hamba mendapat nikmat dari Allah lalu ia mengucap Al-Hamdulillah,melainkan ucapan itu lebih hebat dar...i nikmat tsb).Dalam hadits lain disebutkan:....
  • 14. Bersyukur itu wajib. Lawan kata "Syukur" adalah "Kufur" yg artinya:"Menentang tdk menghargai". Allah berfirman:"La In Syakartum La Azidannakum Wa La In Kafartum, Inna 'Adzabi Lasyadid" (Jika kalian bersyukur,maka Aku (Allah) pasti akan menam- bahkan--nikmat-- pd kalian, dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksaan-Ku am...atlah keras) Surah 14 ayat 7.
  • 13. Apa arti bersyukur? Syukur itu bahasa Arab berasal dari kata "Syakara" yg. artinya "Tsana-a" yaitu: Memuji dan menghargai".Jadi, "mensyukuri nikmat" artinya:"Memuji dan menghargai nikmat" apa saja yg datang dari Allah,se- dikit atau banyak.Disebutkan dari Nabi saw.:"Man Lam Yasykur Qalil Lam Yasykur Katsir" (Siapa saja... yg tdk bisa mensyukuri nikmat yg sedikit, maka ia tdk.akan bisa mensyukuri nikmat yg.banyak).
  • 12. Luqmanul-Hakim berkata:"Manusia itu terdiri dari 3 bagian; seper-3 miliik Allah,seper-3 milik dirinya dan seper-3 milik belatung.Adapun yg.mutlak milik Allah adalah ruh-nya. Dan yg. menjadi miliknya,adalah amalnya.Sedangkan yg. menjadi milik belatung adalah jasadnya".
  • 11. Nabi saw bersabda: "Al-Kayyisu Man Dana Nafsahu Wa'Amila Lima Ba'dal-Maut". (Org.yg.cerdas,adalah yg. mampu mengendalikan dirinya,dan selalu beramal (bersiap) utk. menghadapi resiko setelah kematian)
  • 10. Sabda Nabi saw:"La Qalbu Ibnu Adam Asyaddu Inqilaban Minal-Qidri Idzaj-Tama'at Ghalyanan". Artinya: "Sungguh, hati manusia itu lebih dahsyat bergolaknya daripada --air-- yang mendidih dalam periuk".(H.R. Ahmad dan Al-Hakim). Hadits menunjukkan betapa bolak-baliknya hati dan pikiran, ber-pindah2 dari satu keadaan kpd. k...eadaan yg. lain terjadi begitu cepat, tanpa proses yg. panjang....
  • 9. Syarat ke (5): Melakukan shalat malam pada malam2 Ramadhan;Nabi saw bersabda:"Man Qama Ramadhana Imanan Wah-Tisaban Ghufira Lahu Ma Taqaddama Min Dzanbihi".(Siapa-saja yang berdiri --shalat di malam2 -- Ramadhan, karena iman dan mencari hitungan,akan diampuni segala dosa ia lakukan pd. wkt. yang lalu. H.R. Al-Bukhari).... Al-Hamdulillah Bini'matihi Tatimmush-Shalihat. Selesailah 5 syarat mencapai target Shaum.
  • 8. Syarat ke(4): Tidak mengeluarkan kata2 cabul,ber-teriak2(bertengkar),sabda Nabi saw: Idza Kana Yaumu Shaumi Ahadikum Fala Yarfuts Wa La Yashkhab,Fa-in Sabbahu Ahadun Aw Qatalahu Fal-yaqul Innim-ru-un Sha-imun (Ketika ada hari berpuasa salah seorg kalian, maka jgn.lah ia mengucapkan kata2 cabul dan ber-teriak2 (me-maki2...). Jika ada org yg memakinya atau memojokkannya, katakanlah:"Aku sedang berpuasa". H.R. Al-Bukhari)
  • 7. Syarat ke (3): Tidak menggunjing orang, sabda Nabi saw:"Ash-Shaumu Junnatun Ma Lam Yahriqha Bil-Ghibah" (Puasa itu adalah perisai --kehidupan--selama ia (org yg. bersangkutan) tdk merusaknya dgn menggunjing. H.R. An-Nasa-i dan Ad-Darimi). Jadi, menggunjing itu merusak perisai dan pahala Shaum.Padahal puasa itu menurut ...Nabi saw adalah perisai yg dapat melindungi dlm.pertempuran hidup, terutama utk 11 bulan ke depan.
  • 6. Syarat ke(2):Meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta,sabda Nabi saw:"Man Lam Yada' Qaulaz-Zur Wal-'Amala Bihi, Falaisa Lillahi Hajatun Fi An-Yada'a Tha'amahu Wa Syarabahu"(Siapa-saja yg tdk meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta,maka tdk ada keinginan bagi Allah utk--menerima puasanya meskipun--ia meninggalkan makan d...an minumnya. H.R.Al-Bukhari) Maksudnya,meskipun ia menahan lapar dan haus, pahala puasanya sia2.....
  • 5. Menurut hadits2 yg. shahih,ada 5 (lima) syarat yg. herus dipenuhi oleh setiap muslim, agar puasanya mencapai hasil; (1) Berpuasa dgn niat krn. iman kpd Allah dan mencari hasil, sabda Nabi saw :"Man Shama Ramadhana Imanan Wah-Tisaban Ghufira Lahu Ma Taqaddama Min Dzanbihi" (Siapa-saja yg berpuasa Ramadhan krn iman dan m...encari hasil (yaitu Taqwa), maka diampuni segala dosa2 yg. dahulu ia kerjakan. H.R. Bukhari) .....
  • 4.  Allah SWT telah menegaskan tujuan puasa; yaitu LA'ALLAKUM TATTAQUN (agar kalian bertaqwa). Arti Taqwa dari segi bahasa: "Terpelihara dari berbagai penyakit". Jadi, puasa bertujuan utk memelihara qalbu dari macam2 penyakit batin, seperti; ujub, takabur, dengki dsb. Taqwa juga berarti "Makhafatullahi Wal-'Amalu Bitha'ati...h" (Rasa takut kpd Allah serta melaksanakan kepatuhan kpd-Nya). Inilah tujuan puasa.....
  • 3. Shaum atau Puasa itu arti sesungguhnya adalah: "Tarkul-Kalam Wa Imsakun 'anil-Fi'li" (Meninggalkan/Memelihara ucapan dan menahan -- diri -- dari perbuatan). Nabi saw bersabda (artinya): "Puasa itu bukan -- sekedar -- menahan makan dan minum, akan tetapi puasa adalah menahan diri dari perbuatan sia2 dan ucapan yg. kotor".
  • 2. Siapa saja yang sibuk dengan urusan syahwat, maka ia tidak bisa lepas dari wanita. Siapa saja yang sibuk dengan urusan harta , maka ia tidak bisa lepas dari perbuatan haram.
  • 1.  "Sungguh, hati (pikiran) manusia itu lebih sangat bergolak daripada air yang mendidih dalam panci"

VIDEO KEGIATAN ASIISC

Waktu Sholat

    Waktu Sholat hari ini di
    ....

Most Downloaded

  • N/A

Tools