Muqadimah (dalil yang berhubungan)

Da’wah Islâm yang dikumandangkan oleh Rasûlullâh saw. merupakan satu peristiwa yang paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Dalam tempo hanya satu abad saja, dari gurun yang tandus dan suku bangsa yang terbelakang, Islâm telah tersebar hampir menggenangi separuh dunia dan menciptakan revolusi berpikir dalam jiwa bangsa-bangsa. Dan sekaligus membina satu dunia baru, yaitu Dunia Islâm.

Betapa besar kontribusi yang diberikan Islâm kepada kemanusiaan, khususnya bangsa ‘Arab, yang pada waktu itu merupakan bangsa yang terbelakang, tak terkenal, tak punya tempat dan kedudukan dalam sejarah, namun dalam waktu yang singkat mereka muncul memimpin bangsa-bangsa di dunia. Ini semua berkat Islâm dan Al-Qur-ân serta bimbingan Nabi besar Muhammad saw. Benarlah apa yang diucapkan oleh ‘Umar bin Al-Khaththâb r.a. :

“Kita—bangsa ‘Arab – adalah bangsa yang paling hina, maka Allâh memuliakan kita dengan Islâm. Karena itu, apabila kita mencari kemuliaan selain – Islâm –, pastilah Allâh akan menjadikan kita kembali hina”.

Dengan Islâm dan Al-Qur-ân, serta pembinaan yang dilakukan terus menerus oleh Nabi Muhammad saw. bangsa yang terbelakang ini menjadi sebuah kekuatan yang maha dahsyat, bagaikan topan badai yang berhembus dari padang pasir, menerjang dinding jazirah ‘Arabia, menggempur pasukan Romawi yang terkenal kuat dan berdisiplin serta pasukan baju besi Persia yang terkenal, dan membuatnya hancur berantakan.

Islâm telah membuat mereka menjadi manusia-manusia yang adil, berani, berakhlaq tinggi, berwatak mulia serta cinta terhadap ilmu pengetahuan, sehingga tak sampai dua abad dari detik kelahirannya, benderanya telah berkibar antara pegunungan Pyrenia dan Himalaya, antara padang pasir di tengah Asia sampai ke padang pasir di dua benua Afrika.

Namun, pada pertengahan abad 18 Masehi, Dunia Islâm jatuh ke jurang keruntuhan yang terdalam. Pengajaran terhenti, di mana-mana terjadi pembekuan dan umat Islâm pun tenggelam dalam kebodohan, dan hal itu masih terus berlangsung hingga kini. Umat Islâm saat ini telah begitu awam terhadap hakikat Islâm dan kandungan Al-Qur-ân. Sebagaimana sabda Rasûlullâh saw. :

“Telah dekat suatu masa bagi manusia, dimana tidak tertinggal dari Islâm melainkan — sekedar — namanya saja, dan Al-Qur-ân pun hanya tinggal sekedar tulisannya. Masjid-masjid mereka penuh sesak, namun kosong dari hidayah. Sedangkan kaum ‘ulama mereka –saat itu — merupakan seburuk-buruknya manusia di kolong langit, karena dari merekalah timbulnya berbagai macam fitnah dan — fitnah itu — akan kembali kepada diri mereka sendiri”.
(H.R. Baihaqî)

Beginilah kondisi umat Islâm saat ini; mereka tidak mengenal Islâm kecuali sekedar nama tanpa hakikat, tidak mengenal Al-Qur-ân kecuali sekedar tulisan tanpa pemahaman. Bahkan, lebih banyak lagi di antara mereka yang tidak mampu membaca tulisan Al-Qur-ân, apalagi memahaminya sebagai hidayah Allâh bagi umat manusia.

Pendek kata, kehidupan Islâm telah lenyap, meninggalkan ritus tak berjiwa dan kemunduran merata. Benarlah yang dikatakan oleh seorang cendikiawan muslim, bahwa Dunia Islâm saat ini sedang mengalami kevakuman besar. Ia sedang melalui masa paling kritis yang belum pernah ada dalam sejarahnya. Ajaran Islâm yang bersumber dari Al-Qur-ân dan As-Sunnah saat ini telah menjadi asing bagi kaum Muslimîn sendiri, sebagaimana sabda Rasûlullâh saw. :

“Islâm itu dimulai dengan asing, maka ia akan kembali asing seperti semula”.

Ketauhîdan yang diajarkan Rasûlullâh saw. telah diselubungi oleh khurafat dan paham kesufian sehingga membuat sebagian dari kaum Muslimîn bahkan menghias diri mereka dengan azimat, penangkal penyakit dan tasbih serta berziarah ke kuburan-kuburan orang keramat untuk memohon keselamatan, berkah, rezeki, jodoh dsb., yang semua itu merupakan perbuatan syirik yang dilarang keras oleh Islâm.

Sedangkan sebagian yang lain meniru-niru dan menjadi pengikut setia Barat dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Maka, dibutuhkan kemauan yang keras dan waktu yang panjang untuk memperbaiki kondisi kaum Muslimîn yang sudah sangat parah ini. Dan sejarah mengajarkan kepada kita, bahwa dimana benar-benar ada kemauan untuk perbaikan, maka perbaikan itu akan datang juga.

Sebagai langkah awal dari perbaikan itu ialah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk kembali memahami ajaran Islâm dari sumbernya yang bersih, yaitu: Al-Qur-ân dan As-Sunnah dengan mengikuti metode yang dilaksanakan oleh generasi Salaf, generasi awal umat ini, yaitu para sahabat Rasûlullâh saw., para tâbi’în (generasi setelah para sahabat) dan tâbi’ut-tâbi’în (generasi selanjutnya), yang merupakan generasi terbaik umat ini, sebagaimana firman Allâh SWT. :

“Dan orang-orang yang terdahulu, lagi yang pertama-tama ( masuk Islâm) daripada orang-orang Muhâjirîn dan Anshâr, dan orang-orang — berikutnya — yang mengikuti mereka dengan baik, Allâh ridha kepada mereka, dan mereka pun ridha kepada-Nya, dan Allâh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan itulah kemenangan yang besar”.
(Surah At-Taubah (9) : 100)

Ayat ini secara tegas menyatakan, bahwa Allâh SWT. telah ridha kepada generasi awal Islâm, yang terdiri dari kalangan Muhâjirîn dan Anshâr, dan orang-orang yang datang kemudian, yang mengikuti jejak mereka dengan sebaik-baiknya. Dan sabda Rasûlullâh saw. :

“Sebaik-baik umat-ku ialah kurun orang-orang yang semasa dengan-ku, kemudian — generasi — orang-orang berikutnya, kemudian — generasi — orang-orang berikutnya”.
(H.R. Muslim)

Hadits ini pun menunjukkan bahwa umat Islâm yang paling baik pemahaman, iman dan ‘amalnya ialah mereka yang hidup semasa dengan Rasûlullâh saw., yaitu para sahabat Beliau. Kemudian generasi berikutnya, yaitu para tâbi’în, kemudian generasi berikutnya yaitu tâbi’ut-tâbi’în.

Fenomena Dunia Islâm dan kaum Muslimîn saat ini membuktikan kebenaran isi hadits di atas. Kaum Muslimîn dewasa ini telah begitu jauh meninggalkan ajaran Islâm. Mereka lebih tertarik untuk mengkonsumsi ajaran-ajaran filsafat Barat yang sekular atau mengakses ajaran agama dari para tokoh ahli bid’ah yang tidak bertanggung jawab. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak mempedulikan ajaran agama sama sekali. Akibatnya, mereka terombang- ambing dalam kesesatan dan ketidak pastian

Al-Ustadz As-Syaikh Abul-Hasan An-Nadwy (rahimahullâh) mengatakan, bahwa Al-Qur’-ân dan As-Sunnah adalah dua kekuatan luar biasa besarnya yang sanggup mengobarkan api semangat dan keimanan di dalam Dunia Islâm. Oleh karena itu sangat penting bagi kaum Muslimîn untuk mengakses informasi Islâm dari sumbernya, yaitu Al-Qur’-ân dan As-Sunnah.

Tentang As-Salaf Information and Islāmic Study Center (ASIISC)
(Visi, Misi, dan Aktivitas)

MISI ASIISC :

1. Menyeru kaum Muslimîn untuk kembali kepada Al-Qur’ân dan Sunnah yang shahîh, dan memahaminya menurut methode yang dilaksanakan oleh generasi Salaf, yaitu para : Shahabat R.A, para Tabbiin dan Tabbiit-tabbiin R.A.

2. Memberi tahu kaum Muslimîn akan Dîn mereka yang benar, dan mengajak mereka untuk mengamalkannya dengan cara mempelajarinya serta melaksanakan hukum-hukumnya serta berhias dengan keistimewaan dan adabnya.

3. Mengingatkan kaum Muslimîn dari perbuatan Syirik, dengan berbagai aspeknya, dan dari bid’ah, pemikiran-pemikiran yang sesat, hadits-hadits yang munkar dan palsu yang membuat buruk citra Islâm dan menjadi penghalang bagi kemajuan dan kebangkitan kaum Muslimîn.

4. Menghidupkan pemikiran-pemikiran Islâmiyah yang bebas dalam batas-batas qa’idah ilmiyah Islâm.

5. Menghilangkan kebekuan (kejumudan) pikiran yang telah mengotori ‘aqal sebagian besar kaum Muslimîn dan telah menjauhkan mereka dari sumber Islâm yang bersih.

Aktifitas ASIISC :

1. Menyusun atau menterjemahkan serta menerbitkan makalah dan kitab-kitab penting yang dibutuhkan oleh kaum Muslimîn, khususnya yang berkaitan dengan ‘amal ‘ibadah sehari-hari seperti : kitab ‘Aqidah, Shalât, Zakat, Shaum, Hajji, Dzikir dll.

2. Menghidupkan Home Page ASIISC, sebagai sarana mempermudah penyebaran informasi dan melakukan komunikasi dengan kaum Muslimîn yang membutuhkan.

3. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki komitmen yang sama dalam semangat ukhuwwah Islâmiyah.

4. Memanfaatkan Massmedia (TV dan Radio), Pesantren Kilat sebagai sarana membangun kesadaran ummat akan risalah Islâm.

Sasaran & Segmentasi Penyebaran Informasi :

1. Para Kaum Eksekutif.

2. Para Mahasiswa / Mahasiswi.

3. Para Siswa / Siswi.

4. Umum

Materi Ajaran / Kurikulum :

1. Kitab ‘Aqidah :

“Khudz ‘Aqidataka Minal-Kitâbi Was-Sunnati”, (“Ambilah akidahmu dari ‘Al-Qur’-ân dan Sunnah”) -karya : Al-Ustadz Muhammad bin Jammil Zainu.

2. Kitab Shalat :

“Kaifiyyatus-Shalâtin-Nabi SAW” (“Tata Cara Shalat Nabi SAW”)

karya : As-Syaikh ‘Abd. ‘Aziz bin ‘Abdullâh bin Baz (rahimahullâh)

3.  Kitab Dzikir :

“Dzikrullâh Menurut Thariqat Ahlus-Sunnah” ringkasan dari “Al-Kallimuth-Thayyib” -karya : Syaikhul Islâm Ibnu Taymiyyah.

4. Kitab Shaum (Puasa)  – karya : Debby Nasution.

5. Kitab Iman :

a. “Ushulul Iman”, (“Dasar-dasar Keimanan”, bahasa Arab) -karya : Syaikhul Islâm Muhammad bin ‘Abdul Wahhab”.

b. “Ushuluts-Tsalâtsah” (Tiga Dasar Pokok Beragama”, bahasa Arab) -karya : Syaikhul Islâm Muhammad bin ‘Abdul Wahhab”.

c. “Kitâbut-Tauhîd” (“Kitab tentang Tauhîd”, bahasa Arab) – karya : Syaikhul Islâm Muhammad bin ‘Abdul Wahhab”.

6. “Tafsir Tematik” : “Methode Islâm Mencapai Kebahagiaan Dunia dan Akhirat”, “Ayatul-Qursiy”, “Al-Insan Fil-Qur’-ân”, (“Pandangan Al-Qur’-ân tentang Manusia sebagai Individu.”)

7. “Bulughul – Maram”, bahasa Arab – karya : Al-Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani.

Tentang Bang Debby Nasution

Debby Nasution Adalah Nama Asli-ku
Para Pembaca yang mulia, Muhammad ‘Abdul – Aziz Nasution adalah nama yang diberikan oleh seorang teman yang diberikan kepada-ku ketika aku berada di Mina pada tanggal 10 Dzul-‘ibadah haji. Adapun nama asli pemberian orang-tua-ku ialah Debby Murti Nasution.

Sungguh aku amat menyukai nama pemberian teman-ku itu karena serupa dengan nama nabi kita Muhammad Rasullah saw. Yang amat ku cintai. Dan aku pun sering menggunakan nama itu dalam pergaulan-ku terutama dengan teman – teman dan para sahabat-ku yang ku kenal sejak tahun 1986; Al-Ustadz Dr. ‘Abdur-Rahman Al-Baghdadi yang berasal dari Lebanon, Memanggil-ku Syaikh ‘Abdul-‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ( rahimahullah ) dalam rangka meminta idzin kepada beliau untuk menterjemahkan buka karya beliau yang ada dihadapan pembaca, berjudul “Kayfiyatush – Shalatin Nabiyyi saw.” (Tata cara shalat Nabi saw.) ke dalam bahasa Indonesia, aku pun menggunakan nama itu.

Alhamdulillah yang mulia Syaikh ‘Abdul-‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz menerima dan membalas surat-ku dan menyatakan setuju atas permohonan-ku, bahwa dalam suratnya beliau memberikan nasehat kepada kami serta berdo’a kepada Allah SWT agar kita bersama senantiasa mendapatkan hidayah dan konsisten mengikuti kitabullah dan Sunnah Rasulallah saw. Bersama dengan surat itu beliau juga mengirimkan untuk-ku 3 jilid buku karya beliau yang berjudul “Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah.” Yang artinya : “kumpulan Fatwa dan Berbagai Macam Makalah.”

Sesungguhnya kau merasa amat senang dan bersyukurkepada Allah atas balasan surat beliau serta 3 jilid buku tersebu, dan aku berdo’a semoga Allah berkenan melimpahkan rahmat-Nya kepda beliau dan menepatkan ruh-nya bersama Rasulullah saw. Dan para sahatnya. Maka, berbagai konsekwensinya akupun mengginaan nama Muhammad ‘Abdul-Aziz Nasution sebagai penerjemah dan penyuning kitab beliau tyersebut yang ada dihadapan pembaca yang mulia.

Namun ternyata nama itu (Muhammad ‘Abdul-Aziz Nasution) tidak populer dikangan teman – teman lama yang sudah terbiasa dengan nama asli-ku Debby Nasution; demikian juga dengan ikhwan – ikhwan kainya yang terlanjur merasa akrab dengan penggilan “bang Debby” atau terkadang mereka singkat dengan “bang Deb”.

Melihat kenyataan ini semua, akupun bertekad menggunakan nama asli-ku saja dalam buku – buku karya-ku selanjutnya, toh nama asli-ku itu tidak mengandung pengertian yang menyalahi Al-Qur’an dan Sunnah meski pun beraroma “Ajam (Non ‘Arab). Dan aku memang bukan orang Arab, aku orang Batak asli. Yang pasti aku adalah pengikut Rasulullah saw. Bukankah beliau saw. Diutus untuk semua umat manusia termasuk orang Batak? Betapa banyak orang yang nama anya beraroma ‘Arab bahkan orang ‘Arab asli pun yang perbuatannya lebih jahat dari Abu Jahal. Kalau begitu realitanya, apalah arti sebuah nama?

DVD TUTORIAL

Nasehat Harian

  • 51. Nabi saw. bersabda:"Al-Hujjaju Wal-'Ummaru Wafdullah,In Sa-alu U'thu,Wa In Da'au Ujibu,Wa In Anfaqu Ukhlifu". (Org2 yg melakukan haji dan 'umrah itu adalah tamu Allah,jika mrk.minta --sesuatu kpd Allah-- pasti diberi;jika mrk berdo'a pasti dikabulkan,dan jika mrk infaq pasti diganti)
  • 50. Hajji artinya dari segi bahasa Al-Qashdu Ila Man Tu'azhzhimuhu (Sengaja berkunjung kpd. Yang sangat engkau hormati). Yaitu Allah Rabbul-'Alamin.Dan Baitullah (Ka'bah) adalah symbol dari kunjungan (haji) kpd. Allah.Dari sinilah dibangun pengertian;Orang yg menunaikan ibadah haji adalah tamu2 Allah.
  • 49. Nabi saw bersabda:"Innal-Mushalli Yunaji Rabbahu,Fal-Yanzhur Bima Yunaji Bihi.." Artinya:"Sesungguhnya org yg shalat itu ber-bisik2 (berkomunikasi) dgn Rabb-nya (Allah),maka hendaklah ia perhatikan isi pembicaraannya dgn Allah"(H.R.Malik).Betapa luar-biasanya ibadah shalat ini.(Subhanallah).
  • 48. Target ketiga:Membangun jalinan komunikasi yg intens dgn Allah;sebagaimana firman Allah:"Ya-ayyuhalladzina Amanusta'inu Bish-Shabri Wash-Shalah. Innallaha Ma'ash-Shabirin".Artinya:Hai org2 yg beriman,minta tolonglah kalian --kpd Allah-- dgn sabar dan shalat.Sesungguhnya Allah bersama org2 yg sabar (surah 2 ayat 153).(Bersambung)
  • 47. Termasuk perbuatan keji, adalah memaki, mencela, mengeluarkan ucapan kotor dll termasuk juga melakukan perbuatan zina. Ayat tersebut menyatakan secara eksplisit bhw setiap manusia memiliki potensi berbuat keji dan munkar,tdk perduli seorg ulama atau ustadz sekalipun. Nah,shalat yg dilakukan dgn cara2 yg sesuai dgn atur...annya,akan menjadi penghalang atau mencegah dari itu semua.Subhananallah.(Bersambung).
  • 46. Target shalat yg kedua:Membangun benteng yg kuat utk melindungi diri dari sifat2 buruk sebagaimana firman Allah:"Aqimish-Shalat, Innash-Shalata Tanha 'Anil-Fahsya-i Wal-Munkar" artinya: Tegakkanlah Shalat,sesungguhnya Shalat --dapat--mencegah dari perbuatan keji dan munkar (surah 29 ayat 45).Yg dimaksud keji adalah per...angai buruk, dan yg maksud munkar adalah semua perbuatan yg dilarang dan dibenci Allah. (Bersambung)
  • 45. Imam Ibnul-Qayyim mengatakan bahwa "Org yg, relaksasi dalam shalat akan merasa ringan, bahagia dan semua beban hidupnya pun hilang".Jadi,perasaan itu semua diraih ketika shalat, bukan setelah shalat.Padahal,kita pada umumnya merasa ringan setelah shalat.Tanpa disadari kita telah menganggap shalat itu beban,sehingga set...elah shalat kita merasa beban itu hilang. Inilah kekeliruan besar kita selama ini.(Bersambung)
  • 44. Thuma'ninah artinya tenang, tdk ter-gesa2,seperti umumnya org yg sedang relaksasi atau beristirahat. Dgn kata-lain,istirahat batin (jiwa) dilakukan sepenuhnya di dalam shalat,bukan setelah shalat.Inilah yg harus disadari oleh setiap muslim yg akan shalat;bahwa ia akan melakukan relaksasi batin.Dan org yg shalat dgn thu...ma'ninah justru akan merasa ringan dan shalatnya pun terasa sebentar.
  • 43. Shalat adalah ibadah paling agung setelah syahadat. Ada 3 target jangka pendek dari shalat; pertama:sebagai sarana istirahat jiwa (batin),sabda Nabi saw:"Arihna Bish-Shalah"(Istirahatkanlah--diri--kita dgn. shalat).Jadi,shalat adalah sarana relaksasi utk memulihkan energi batin yg. terkuras ketika berintraksi dgn kehid...upan.Itulah sebabnya shalat harus dilakukan dgn thuma'ninah.(Bersambung)
  • 42. Artinya--menurut Syaikh Al-Albani--,siapa-saja bekerja dgn 3 motivasi tsb atau dgn salah satu dari 3 motivasi itu, maka ia sama dgn org yg berjihad dalam Sabilillah;artinya jika mati, maka ia "mati syahid", yaitu; ia akan bebas dari siksa kubur dan pada hari Kiamat ia langsung masuk ke dalam Sorga tanpa dihisab. Subhanallah Wal-Hamdulillah
  • 41. Dan siapa-saja yg bekerja utk menjaga --kehormatan--dirinya,ia pun juga dalam Sabilillah (Silsilah Hadits Shahih jilid V no.2232). Menurut hadits ini ada 3 motivasi (niat) dalam bekerja yg membuat pelakunya berada dalam Sabilillah;yaitu: utk. kedua org.tua, utk keluarga dan utk diri sendiri. (Bersambung)
  • 40. Ucapan Umar ini sesungguhnya merupakan penjelasan sabda Nabi saw:"Man Sa'a 'Ala Walidaihi Fafi Sabilillah, Wa Man Sa'a 'Ala 'Iyalihi Fafi Sabilillah, Wa Man Sa'a Linafsihi Liya'iffaha, Fahuwa Fi SabilillaH" (Siapa-saja bekerja--mencari nafkah-- utk kedua org.tuanya, maka ia dalam Sabilillah,siapa-saja yg bekerja utk ke...luarganya,maka ia juga dalam Sabilillah....(bersambung)
  • 39. Ucapan Umar merupakan acuan bagaimana sikap dan pandangan seorg. mu'min seharusnya terhadap pekerjaan mencari nafkah. Umar adalah seorg.sahabat Nabi saw. yg paling benar ucapannya, sehingga Nabi saw berkata:"Innallaha Wadha'al-Haqqa 'Ala Lisani 'Umar Yaqulu Bihi" (Sesungguhnya Allah meletakkan kebenaran pada lisannya U...mar, dan ia mengatakan kebenaran itu). Artinya, Nabi saw melegitimasi kebenaran ucapan Umar.
  • 38. Umar bin Khaththab berkata:"Tidak ada tempat yg paling aku sukai utk mati (menjemput ajal) kecuali pasar,yaitu ketika aku sedang berjual-beli utk menafkahi keluargaku"(Ihya hal.385). Ucapan Umar ini merupakan pernyataan tegas, bahwa ia ingin mati di pasar pada saat sedang melakukan jual-beli (berdagang), bukan di masji...d ketika sedang shalat,berdo'a, berdzikir dsb.(Bersambung)
  • 37. Nabi saw bersabda:"Innallaha Yuhibbul-Mu'min Al-Muhtarif" (Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorg.mu'min yg. bekerja keras). Bekerja keras dalam mencari nafkah adalh sikap yg. terpuji.
  • 36. Kiamat adalah kehancuran total alam semesta, namun seorang muslim diharuskan terus menyelesaikan pekerjaannya selama ia bisa melakukannya walaupun Kiamat telah datang di depan kedua matanya. Nabi saw tdk mengatakan kpd si muslim jika Kiamat datang, hendaklah ia tinggalkan pekerjaannya, lalu masuk ke dalam masjid utk be...rdo'a. Tidak..!! Tidak..!! Nabi saw. tdk berkata seperti itu. (bersambung)
  • 35. Islam sangat menghargai "pekerjaan"atau "bekerja" sabda Nabi saw:"Wa In Qamatis-Sa'ah Wa Fi Yadi Ahadikiumul-Fasilah, Fa Inis-Tatha'a An Yaghrisaha Qabla An Yaquma Fal-Yaghrisha" (Meskipun Kiamat sdh terjadi,namun di tangan kalian masih ada pohon kurma, jika ia masih sempat menanamnya seblm. berdiri, maka tanamlah !!) ...(bersambung)
  • 34. Nabi saw bersabda:"Ad-Du'au Saiful-Mu'min" Artinya:"Do'a adalah senjatanya org2 yg beriman". Semoga do'a ini menjadi senjata bagi kita dalam menghadapi mara-bahaya yg datang secara tiba2 dan bisa mengenai siapa-saja. Amien Ya Rabbal-'Alamin.
  • 33. (7) Wa A'udzubika An Amuta Ladighan (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati karena disengat). Maksudnya, jangan sampai aku menemui kematian karena disengat, baik disengat ular, kalajengking dan binatang2 berbisa lainnya. (Hadits Riwayat Abu Dawud; 'Aunul-Ma'bud juz IV hal.410). Inilah do'a yg selalu dibaca oleh Nabi s...aw. agar terhindar dari 7 macam mara-bahaya yg bisa terjadi secara tiba2 dan menimpa siapa-saja.
  • 32.  (6) Wa A'udzubika An Amuta Fi Sabilika Mudbiran (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati dlm. keadaan murtad dari jalan-Mu). Murtad artinya meninggalkan Islam, berpaling kpd agama yg lain. Jadi, kita minta kpd. Allah agar Ia menguatkan hati dan iman kita kpd-Nya sampai ajal datang menjemput dan kita pun mati sebagai seorang muslim.
  • 31. Benci pd kematian berarti benci bertemu Allah.Nabi saw mengatakan:"Siapa yg benci bertemu Allah, maka Allah pun benci bertemu dgn.nya". Dan para ulama mengatakan,bhw gangguan setan yg paling dahsyat adalah ketika manusia menghadapi sakratul-maut,karena saat itu merupakan kesempatan mrk yg terakhir utk memperoleh teman ...di Neraka. (Na'udzu Billahi Min Dzalik).
  • 30. (5) Wa A'udzubika An-Yatakhabbathaniasy-Syaithanu 'Indal-Maut (Dan aku berlindung kpd-Mu dari intervensi setan ketika -- aku -- akan mati). Yg.dimaksud intervensi setan ialah gangguan setan thd. hati ketika kita menghadapi sakratul-maut sehingga kita gagal mencapai husnul-khatimah (kematian yg indah).Gangguan itu antar...a lain, meng-halang2i kita bertaubat, membuat kita merasa tdk suka (benci) pd. kematian (bersambung)
  • 29. Wal-Harami (Dan juga pikun). Pikun adalah usia tidak produktif, dan juga menjadi beban orang-lain, karena manusia yg mengalami pikun, kembali seperti anak kecil (balita) lagi. Nabi saw berlindung kpd Allah dari kondisi seperti itu.
  • 28. (4) Wa A'udzubika Minal-Haraqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari terbakar). Maksudnya mati terbakar atau mengalami kebakaran seperti banyak terjadi akhir2 ini, entah disengaja atau tidak.
  • 27. (3)Wa A'udzubika Minal-Gharaqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari tenggelam). Misalnya tercebur dikolam air yang dalam, sungai atau lautan, termasuk juga karam bersama perahu atau kapal. Pokoknya Beliau berlindung kpd Allah, jgn sampai Beliau mati tenggelam.
  • 1. (2) Wa A'udzubika Minat-Taraddiy (Dan aku berlindung kpd-Mu dari jatuh dari tempat yg tinggi). Misalnya jatuh dari atas gunung, atap rumah atau bersama pesawat terbang yg. jatuh, atau jatuh ke dalam sumur. Pokoknya Beliau saw berlindung kpd Allah jgn sampai Beliau mati karena jatuh dari tempat yg tinggi.
  • 26. Nabi saw berdo'a minta perlindungan dari 7 perkara; do'a Beliau: (1) Allahumma Inni A'udzubika Minal Hadmi (Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari tertimpa bangunan). Kalimat do'a ini secara tegas menyatakan bahwa siapa-saja bisa mati tertimpa bangunan runtuh seperti yg. terjadi di Sum-Bar. Dan Nabi saw adalah kekasih Al...lah,sebaik-baik manusia, toh Beliau masih minta perlindungan jgn. sampai tertimpa bangunan runtuh.
  • 25. Mengkaitkan gempa di Sum-Bar sebagai azab adalah logika bodoh atau logika Dajjal yg menyesatkan. Marilah kita bersikap hati2, dan terus berusaha membantu saudara2 kita di sana, Nabi saw bersabda:"Wallahu Fi'Aunil-'Abdi Ma Kanal-'Abdu Fi'Auni Akhihi"( Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama ia menolong sdr.nya).
  • 24. Jadi, janganlah kita meng-kait2kan peristiwa gempa yg menimpa Sum-Bar khususnya, sebagai azab atau laknat yg. diturunkan Allah karena org.2 Sum-Bar bukan org.sholeh dsb. Itu adalah pernyataan2 yg mengandung fitnah dan menyesatkan. Saya kira di Ibu Kota sangat banyak para pelaku maksiat 24 jam. Tapi toh tdk dihantam gempa, apa org,2 di Ibu Kota itu sholeh semua?
  • 23. Gempa adalah fenomena alam yg biasa terjadi di-mana2 dan bisa menimpa siapa-saja, orang2 yg. sholeh atau yg. jahat, sehingga Nabi saw. berdo'a: "A'udzu Bi 'Azhimatika An Ughtala Min Tahti" (Ya Allah, aku berlindung kpd.-Mu dari bahaya -gempa-- yg mengancam dari bawahku).Coba lihat, Nabi saw. saja sebagai kekasih Allah ...masih minta perlindungan dari bahaya gempa. Artinya, Beliau pun merasa kuatir ditimpa gempa.
  • 22. Menafsirkan Al-Quran dgn pendapat pribadi adalah perbuatan yg dilarang agama;Nabi saw bersabda (yg.artinya):"Siapa-saja yg menafsirkan Al-Quran dgn pendapatnya......., maka silahkan ia duduk di Neraka" (HR.Tirmidzi). (2) Menuduh kafir thd.org2 muslim, padahal Nabi saw (yg.artinya):"Siapa-saja yg menuduh kafir thd. musl...im,maka tuduhan itu akan kembali kpd.dirinya".
  • 21. Akhir2 ini ada sebagian org. yg mengaitkan wkt. terjadinya gempa di Sumbar; pkl.17.16 dgn QS 17:16; pkl.17.58 dgn QS 17:58 dsb.Padahal ayat2 tsb berkaitan dgn siksa yg menimpa org2 kafir,dgn kata-lain mrk.menuduh para korban gempa adalah org2 kafir.Sungguh ini perbuatan fitnah yg luar-bisa. Justru mrk. tlh.melakukan 2 ...pelanggaran besar:(1) Mentafsirkan Al-Quran se-mata2 dgn pendapat pribadi..(bersambung)
  • 20. Para 'ulama berkata:"Fikratu Fi Ala-illah Yatawalladu minhal-Mahabbah Wasy-Syukru" (Mengingat nikmat2 Allah akan melahirkan rasa cinta dan bersyukur kpd. Allah). 'Ali berkata: Ada 6 nikmat yg paling utama: (1) Islam (2) Al-Quran (3) Muhammad Rasulullah saw (4) Kesejahteraan (5) Tertutupnya aib (6) Bebas dari ketergantu...ngan kpd org.lain. Ke 6 nikmat ini ada pd.kita, tinggal bagaimana kita memahami dan mengelolanya...
  • 19. Kedua:Bersyukur dgn hati. Nabi saw bersabda:"Liyattakhidz Ahadukum Qalban Syakiran" artinya:"Hendaklah tiap2 kalian mengupayakan hatinya utk selalu bersyukur". Mengupayakan hati utk selalu bersyukur dilakukan dgn cara selalu mengingat nikmat2 Allah, sebagaimana firman Allah:Wadzkuru Ni'matallahi 'alaikum (ingatlah sela...lu nikmat Allah atas kalian)....(bersambung)
  • 18. Umar pernah bertanya kpd Ali tentang kedudukan kalimat "Al-Hamdulillah". Ali pun menjawab:"Kalimatun Radhiyallahu Linafsih Wa Ahabba An Tuqal".Artinya:(Al-Hamdulilah) adalah kalimat yg Allah ridhai bagi diri-Nya dan Dia pun sangat suka bila kalimat itu diucapkan. Ibnu 'Abbas berkata:"Al-Hamdulillah Kalimatu Kulli Syaki...r".Artinya: "Al-Hamdulillah adalah ucapan tiap2 org yg bersyukur".
  • 17. Dari ke-2 hadits tsb disimpulkan bhw.ucapan Al-Hamdulillah memiliki nilai yg.amat tinggi dan kontribusi luar-biasa sebagai ungkapan kesyukuran dgn. lisan. Karena ucapan Al-Hamdulillah lebih tinggi nilainya dari nikmat itu sendiri,bahkan andaikan nikmat tsb berupa seluruh kekayaan dunia.Dan juga lebih besar kontribusiny...a daripada nikmat itu sendiri...Sungguh berbahagialah umat Muhammad saw.dgn kalimat Al-Hamdulillah..
  • 16. Nabi saw. bersabda yg artinya:"Andaikan dunia seluruhnya diberikan kpd seorg.umat-ku,lalu dia mengucapkan"Al-Hamdulillah", maka ucapannya itu lebih afdhal dari --seluruh dunia yg menjadi miliknya--itu"(H.R.Hakim&Tirmidzi).Dlm.hadits lain Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah ridha kpd seorg hamba yg selalu menyebut Al...-Hamdulillah setiap selesai makan atau minum"(H.R.Ahmad,Muslim dll).
  • 15. Bersyukur kpd Allah baru dianggap sempurna bila memenuhi 4 syarat;Pertama:Bersyukur dgn lisan (ucapan),yaitu menyebut"Al-Hamdulillah"pd.setiap nikmat yg diperoleh.Dlm.hal ini Nabi saw bersabda yg artinya: Tdk.lah seorg.hamba mendapat nikmat dari Allah lalu ia mengucap Al-Hamdulillah,melainkan ucapan itu lebih hebat dar...i nikmat tsb).Dalam hadits lain disebutkan:....
  • 14. Bersyukur itu wajib. Lawan kata "Syukur" adalah "Kufur" yg artinya:"Menentang tdk menghargai". Allah berfirman:"La In Syakartum La Azidannakum Wa La In Kafartum, Inna 'Adzabi Lasyadid" (Jika kalian bersyukur,maka Aku (Allah) pasti akan menam- bahkan--nikmat-- pd kalian, dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksaan-Ku am...atlah keras) Surah 14 ayat 7.
  • 13. Apa arti bersyukur? Syukur itu bahasa Arab berasal dari kata "Syakara" yg. artinya "Tsana-a" yaitu: Memuji dan menghargai".Jadi, "mensyukuri nikmat" artinya:"Memuji dan menghargai nikmat" apa saja yg datang dari Allah,se- dikit atau banyak.Disebutkan dari Nabi saw.:"Man Lam Yasykur Qalil Lam Yasykur Katsir" (Siapa saja... yg tdk bisa mensyukuri nikmat yg sedikit, maka ia tdk.akan bisa mensyukuri nikmat yg.banyak).
  • 12. Luqmanul-Hakim berkata:"Manusia itu terdiri dari 3 bagian; seper-3 miliik Allah,seper-3 milik dirinya dan seper-3 milik belatung.Adapun yg.mutlak milik Allah adalah ruh-nya. Dan yg. menjadi miliknya,adalah amalnya.Sedangkan yg. menjadi milik belatung adalah jasadnya".
  • 11. Nabi saw bersabda: "Al-Kayyisu Man Dana Nafsahu Wa'Amila Lima Ba'dal-Maut". (Org.yg.cerdas,adalah yg. mampu mengendalikan dirinya,dan selalu beramal (bersiap) utk. menghadapi resiko setelah kematian)
  • 10. Sabda Nabi saw:"La Qalbu Ibnu Adam Asyaddu Inqilaban Minal-Qidri Idzaj-Tama'at Ghalyanan". Artinya: "Sungguh, hati manusia itu lebih dahsyat bergolaknya daripada --air-- yang mendidih dalam periuk".(H.R. Ahmad dan Al-Hakim). Hadits menunjukkan betapa bolak-baliknya hati dan pikiran, ber-pindah2 dari satu keadaan kpd. k...eadaan yg. lain terjadi begitu cepat, tanpa proses yg. panjang....
  • 9. Syarat ke (5): Melakukan shalat malam pada malam2 Ramadhan;Nabi saw bersabda:"Man Qama Ramadhana Imanan Wah-Tisaban Ghufira Lahu Ma Taqaddama Min Dzanbihi".(Siapa-saja yang berdiri --shalat di malam2 -- Ramadhan, karena iman dan mencari hitungan,akan diampuni segala dosa ia lakukan pd. wkt. yang lalu. H.R. Al-Bukhari).... Al-Hamdulillah Bini'matihi Tatimmush-Shalihat. Selesailah 5 syarat mencapai target Shaum.
  • 8. Syarat ke(4): Tidak mengeluarkan kata2 cabul,ber-teriak2(bertengkar),sabda Nabi saw: Idza Kana Yaumu Shaumi Ahadikum Fala Yarfuts Wa La Yashkhab,Fa-in Sabbahu Ahadun Aw Qatalahu Fal-yaqul Innim-ru-un Sha-imun (Ketika ada hari berpuasa salah seorg kalian, maka jgn.lah ia mengucapkan kata2 cabul dan ber-teriak2 (me-maki2...). Jika ada org yg memakinya atau memojokkannya, katakanlah:"Aku sedang berpuasa". H.R. Al-Bukhari)
  • 7. Syarat ke (3): Tidak menggunjing orang, sabda Nabi saw:"Ash-Shaumu Junnatun Ma Lam Yahriqha Bil-Ghibah" (Puasa itu adalah perisai --kehidupan--selama ia (org yg. bersangkutan) tdk merusaknya dgn menggunjing. H.R. An-Nasa-i dan Ad-Darimi). Jadi, menggunjing itu merusak perisai dan pahala Shaum.Padahal puasa itu menurut ...Nabi saw adalah perisai yg dapat melindungi dlm.pertempuran hidup, terutama utk 11 bulan ke depan.
  • 6. Syarat ke(2):Meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta,sabda Nabi saw:"Man Lam Yada' Qaulaz-Zur Wal-'Amala Bihi, Falaisa Lillahi Hajatun Fi An-Yada'a Tha'amahu Wa Syarabahu"(Siapa-saja yg tdk meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta,maka tdk ada keinginan bagi Allah utk--menerima puasanya meskipun--ia meninggalkan makan d...an minumnya. H.R.Al-Bukhari) Maksudnya,meskipun ia menahan lapar dan haus, pahala puasanya sia2.....
  • 5. Menurut hadits2 yg. shahih,ada 5 (lima) syarat yg. herus dipenuhi oleh setiap muslim, agar puasanya mencapai hasil; (1) Berpuasa dgn niat krn. iman kpd Allah dan mencari hasil, sabda Nabi saw :"Man Shama Ramadhana Imanan Wah-Tisaban Ghufira Lahu Ma Taqaddama Min Dzanbihi" (Siapa-saja yg berpuasa Ramadhan krn iman dan m...encari hasil (yaitu Taqwa), maka diampuni segala dosa2 yg. dahulu ia kerjakan. H.R. Bukhari) .....
  • 4.  Allah SWT telah menegaskan tujuan puasa; yaitu LA'ALLAKUM TATTAQUN (agar kalian bertaqwa). Arti Taqwa dari segi bahasa: "Terpelihara dari berbagai penyakit". Jadi, puasa bertujuan utk memelihara qalbu dari macam2 penyakit batin, seperti; ujub, takabur, dengki dsb. Taqwa juga berarti "Makhafatullahi Wal-'Amalu Bitha'ati...h" (Rasa takut kpd Allah serta melaksanakan kepatuhan kpd-Nya). Inilah tujuan puasa.....
  • 3. Shaum atau Puasa itu arti sesungguhnya adalah: "Tarkul-Kalam Wa Imsakun 'anil-Fi'li" (Meninggalkan/Memelihara ucapan dan menahan -- diri -- dari perbuatan). Nabi saw bersabda (artinya): "Puasa itu bukan -- sekedar -- menahan makan dan minum, akan tetapi puasa adalah menahan diri dari perbuatan sia2 dan ucapan yg. kotor".
  • 2. Siapa saja yang sibuk dengan urusan syahwat, maka ia tidak bisa lepas dari wanita. Siapa saja yang sibuk dengan urusan harta , maka ia tidak bisa lepas dari perbuatan haram.
  • 1.  "Sungguh, hati (pikiran) manusia itu lebih sangat bergolak daripada air yang mendidih dalam panci"

VIDEO KEGIATAN ASIISC

Waktu Sholat

    Waktu Sholat hari ini di
    ....

Most Downloaded

  • N/A

Tools