Assalamu’alaykum wr. wb Bang, Saya mau tanya apakah hadits yang bunyinya kira kira begin, sahih atau mungkar: “Dikisahkan, Rasulullah berjalan bersama seorang sahabat melewati sebuah kuburan. Tiba-tiba Rasulullah berhenti di kuburan itu, mencabut rumput dan menebarkannya di sebuah kuburan. Sahabat lalu bertanya, mengapa Rasulullah melakukan itu, dan beliau menjawab bahwa beliau mendengar mayit yang ada dalam kuburan tersebut sedang disiksa, maka ditebarkanlah rumput oleh karena rumput (baca: tumbuh-tumbuhan) bisa memohonkan ampun kepada Allah untuk si mayit”? Jazakallah khayr, Bang.Fifi Arif <fifi@asean.org>
Jawab:
Wa’alaikum salam wr.wb. Saya belum pernah mendengar hadits yang seperti itu. Yang saya tahu ada sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas r.a. yang menyebutkan bahwa Nabi saw. pernah melewati dua buah kuburan orang muslim, lalu Beliau berkata (yang artinya): “Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang mengalami siksaan. Dan mereka disiksa karena memandang enteng perkara yang besar”. Lalu Beliau berkata lagi (yang artinya): “Ya, salah satunya disiksa karena suka mengadu domba, dan yang satunya lagi disiksa karena tidak bersuci (cebok) setelah kencing”. Lalu Nabi saw. mengambil sebatang kayu yang masih segar kemudian Beliau belah menjadi dua dan menancapkannya di masing2 kuburan itu seraya berkata: “Mudah2an siksa kedua orang ini diringankan selama batang kayu ini belum mengering (layu)”. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya Juz II hal 124 (Bab Jana-iz).
Kalau kita perhatikan ucapan Nabi saw.: “Mudah2an siksa kedua orang ini diringankan selama batang kayu ini belum mengering (layu)”, ini adalah do’a Nabi saw. bukan batang kayu itu yang berdo’a, dan setelah batang kayu itu layu, maka siksaan kedua orang itu kembali seperti semula. Jadi, tidak ada rumput atau tanaman apa saja yang bisa memohonkan ampun untuk mayit dalam kubur.
