Salah satu topik yang aku baca tentang pernikahan Nabi dengan ’Aisyah Bang. Disitu, nabi dituduh nafsu Sex nya besar lah, nabi mengidap kelainan seksual lah, nabi menggauli perempuan yang belum datang bulan lah,dll. Singkatnya untuk topik yang ini Bang.. sebenarnya apa alasan mendasar Nabi menikahi Aisyah yang pada masa itu masih sangat belia? Trus klo Abang dah buka situs ini kesimpulannya situs ini berbahaya g Bang? Mohon direspon y Bang. Thanks 4 Wassalam..
Jawab:
Wa’alaikum salam. Saya merasa tidak perlu membuka situs orang2 goblok seperti itu, buang2 energi saja. Buat saya situs itu tidak berbahaya, malah naif, lucu, dan menampilkan ketololan. Akan saya buktikan kegoblokan mereka.
Buat mereka pernikahan Nabi saw. dengan ’Aisyah adalah hal yang aneh, sehingga mereka membuat tuduhan macam2 terhadap Nabi saw. sementara Tuhan mereka (Yesus) mati disalib dianggap wajar. Tuhan kok mati? Disalib lagi? Belum lagi Injil mereka yang menuduh para nabi berzina (Na’udzubillahi min dzalik).
Injil mereka menuduh Nabi Luth (Lot) berzina dengan kedua puterinya (Kejadian 19:1-38); Lalu Nabi Daud berzina dengan isteri panglima perangnya (Samuel 11:1-27): Nabi Nuh dituduh minum anggur lalu mabuk dan bugil (telanjang bulat) (Kejadian 9:18-28) dan cerita2 porno lainnya. Buat mereka hal ini tidak aneh?
Kita kaum Muslimin tidak akan pernah menghina para nabi seperti itu, karena Al-Quran mengajarkan kita untuk meyakini para nabi adalah manusia2 yang ma’shum (terpelihara dari keinginan berbuat dosa), mereka adalah manusia2 pilihan Allah yang suci jiwa dan raganya. Wajib beriman dan menghormati mereka.
Coba Anda baca buku Perang Salib karangan Carole Hillenbrand (bukan orang Islam), pada halaman 352 disebutkan bahwa, pada abad ke 12 dan ke 13 ”Uskup Agung Konstantinopel memberi perintah kepada para pendeta untuk mengumpulkan kotorannya (tinjanya) dalam sehelai sutera dan menjemurnya.
Lalu setelah tinja itu kering dibuat menjadi bubuk dan dimasukkan ke dalam kotak2 kecil keemasan. Kotak2 itu kemudian dikirimkan kepada semua raja dan gereja Kristen, dan bubuk tersebut digunakan sebagai pedupaan paling suci untuk semua penyucian Kristen pada setiap kesempatan yang khidmat, untuk memberkati mempelai wanita, untuk membuat wangi bayi dan untuk memberkati pendeta pada pentahbisan…dst.” Adakah perbuatan yang lebih tolol dari ini?
Imam Ibnul-Qayyim telah memberikan gambaran yang tepat bagi kebodohan orang2 Kristen ini, beliau berkata: ”Ibadah mereka dilakukan tanpa bersuci (berwudhu’), tanpa memperdulikan hal2 yang najis, bahkan mereka shalat (berdo’a) di depan patung (salib) sambil kentut, kalau mungkin sambil berak, mereka akan melakukannya”.
Nah, alangkah naifnya jika Anda terpengaruh, menjadi ragu2 karena komentar2 orang bodoh seperti mereka terhadap Nabi kita yang mulia Muhammad saw. Dan itu memang sudah menjadi karakter mereka, Nabi Luth, Nabi Daud dan nabi2 lain sebelum Nabi Muhammad saja mereka tuduh berzina…….?
Abu Jahal, musuh bebuyutan Nabi saw saja tidak pernah memandang pernikahan Nabi saw. dengan ’Aisyah sebagai perbuatan tercela, begitu juga Abu Lahab, Abu Sufyan dan seluruh musuh Nabi saw. yang merupakan orang2 kafir pada waktu itu, tidak ada seorang pun yang mencela pernikahan Nabi saw dengan ’Aisyah yang masih muda belia. Bahkan mereka menganggap itu merupakan perbuatan yang biasa2 saja.
Jadi, sangatlah aneh kalau orang2 Islam seperti Anda (maaf) malah memandang aneh pernikahan Nabi saw. dengan ’Aisyah, karena terpengaruh dengan pendapat2 bodoh orang2 Kristen yang jelas2 memiliki niat busuk terhadap Islam. Apa Anda mau disebut lebih bodoh dari Abu Jahal, Abu Lahab dan Abu Sufyan? Maaf. Memang, keraguan Anda terhadap Nabi saw. disebabkan pengetahuan Islam yang sangat minim seperti telah Anda akui.
Adapun alasan Nabi saw menikahi ’Aisyah saya tidak berhak menjawabnya. Namun, hikmahnya sangat besar sekali, karena usianya yang masih muda ’Aisyah mampu merekam informasi2 penting yang bersumber dari Nabi saw. (suaminya) sehingga ’Aisyah menjadi rujukan bagi sahabat2 besar seperti ’Umar bin Khaththab, Ibnu ’Abbas dll. Sehingga sebagian ’ulama’ mengatakan bahwa 1/3 informasi Islam bersumber dari ’Aisyah (semoga Allah meridhainya).
Menurut suatu riwayat ’Aisyah menikah dengan Nabi saw. pada usia 6 atau 7 tahun. Ada lagi yang meriwayatkan pada usia 9 tahun. Dan 3 tahun kemudian barulah ’Aisyah tinggal satu atap dengan Nabi saw. yaitu, ketika ’Aisyah berusia 12 tahun. Asal Anda tahu, isteri saya yang pertama (janda) dan sudah meninggal, ketika menikah pertama-kali dengan suami pertamanya, usianya 13 tahun.
Apa bedanya usia 12 dengan 13 tahun? Dan ketika itu, saya sendiri terkejut mendengarnya, lalu saya pun bertanya kepadanya mengapa ia menikah dalam usia semuda itu? Ia menjawab, bahwa di desanya (daerah Delanggu- Jawa Tengah) wanita usia 10, 12 atau 13 tahun sudah dianggap layak dan banyak menikah diusia itu. Jadi, apa yang aneh dari pernikahan Nabi saw. dengan ’Aisyah? Yang aneh adalah orang2 goblok itu.
