Assalamualaikum bang Debby. Bolehkan menganggap Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terbesar dan paling utama dari nabi yang lain? syamsudin <id.numlock@gmail.com>
Jawab:
Kita sebagai umat Islam meyakini bahwa para nabi seluruhnya adalah manusia biasa, dalam artian mereka makan, minum dan bekerja di pasar2 (surah Al-Furqan (25) ayat 20), mereka juga memiliki isteri dan keturunan, dan mereka tidak bisa mendatangkan mu’jizat kecuali dengan idzin Allah (surah Ar-Ra’du (13) ayat 28).
Bahkan, sebagai manusia biasa mereka juga memiliki sifat marah dan sedih (surah Al-A’raf (7) ayat 150) dan juga takut ancaman dari penguasa dan binatang berbahaya (surah Al-Qashash (28) ayat 21, 31 dan 32). Namun, sebagai umat Islam kita juga meyakini bahwa para nabi seluruhnya adalah manusia2 pilihan Allah yang ma’shum, yaitu terpelihara dari keinginan berbuat ma’shiat (dosa) dan juga memiliki 4 (empat) sifat istimewa, yaitu: (1) Shiddiq (jujur) (2) Amanah (3) Tabligh dan (4) Fathanah (cerdas).
Dalam hal ini kita diwajibkan percaya (beriman) tanpa membeda-bedakan di antara mereka sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 284 (yang terjemahannya): ”Kami tidak membeda-bedakan diantara seorang pun dari rasul2-Nya”. Namun Al-Quran juga menyebutkan bahwa para rasul memiliki keistimewaan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah (2) ayat 253 (yang terjemahannya): ”Demikianlah para rasul itu, Kami telah mengistimewakan sebagian mereka di atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang diajak bicara langsung oleh Allah. Dan sebagian mereka diangkat derajatnya oleh Allah…..dst.”.
Demikian pula dengan Nabi kita, Muhammad saw. Kita meyakini bahwa Beliau adalah yang paling utama dari seluruh nabi dan rasul. Terlalu banyak dalil atau bukti yang menyatakan hal itu baik dalam Al-Quran maupun dalam hadits2 yang shahih. Antara lain karena Beliau adalah nabi penutup (terakhir). Dalam surah Al-Kautsar (108) ayat pertama disebutkan (yang terjemahannya): ”Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada-mu (Muhammad) – pemberian – yang amat banyak”. Ibnu ’Abbas mengatakan bahwa arti Al-Kautsar itu adalah ”kebaikan yang sangat banyak”. Antara lain menurut sebagian Ahli Tafsir:
1.- Nubuwat atau kenabian,yang merupakan derajat tertinggi dari manusia.
2.- Al-Kitab;yaitu Al-Quran, yang merupa-kan mu’jizat terbesar sepanjang masa.
3.- Hikmah;yaitu sikap yg. bijaksana dalam menghadapai semua persoalan kehidupan.
4.- Ilmu;yaitu pengetahuan yang mendalam terutama dalam hal ke-Tuhanan (Tauhid).
5.- Syafaat; izin untuk menolong orang lain khususnya umatnya pada hari Kiamat.
6.- Kedudukan yang terpuji di sisi Allâh; yang disebut sebagai Maqamam-Mahmuda.
7.- Pengikut yg banyak sebagai bukti keber-hasilan da’wahnya.
8.- Pertolongan dalam medan tempur untuk mengalahkan musuh.
9.- Banyaknya kemenangan demi kemenangan dll…dll..
(Shafwah juz 20/110)
Berdasarkan ini semua, kita boleh bahkan wajib menganggap (meyakini) bahwa Nabi Muhammad saw. adalah nabi yang terbesar, dalam artian terbesar anugerah yang diterimanya dan nabi paling utama dari nabi2 yang lain.
