DEFINISI SÎRAH RASÛL
Kata “Sîrah” bentuk jama’nya “Siyar” yang dari segi bahasa artinya adalah : “Perilaku” atau “As-Sunnah” atau bisa juga berarti “Perjalanan dan Pijakan atau Prinsip”.
Jadi, “Sîrah Rasûl” artinya :

“Lembaran catatan seluruh perbuatannya, yaitu perjalanan hidupnya di tengah-tengah manusia”.
Mempelajari Sîrah Rasûlullâh berarti mempelajari catatan atau tulisan yang memuat seluruh perbuatannya, perilakunya, sunnahnya, perjalanan dan sikap hidupnya. Rasûlullâh saw. adalah manusia luar-biasa, tidak ada seorang manusia selain Beliau yang riwayat hidupnya ditulis begitu banyak, baik oleh para ‘ulama dan cendikiawan Islâm, maupun para sejarawan non Islâm dari dahulu sampai sekarang dan pada masa yang akan datang. Hal itu tidak lain karena kehidupan pribadi Beliau yang sempurna dan penuh daya tarik bagi siapa-saja yang mempelajarinya dengan penuh perhatian, pemikiran dan ketelitian.
Seorang cendikiawan muslim pernah berkata : “Tidak ada yang setara dengan Rasûlullâh saw. dalam hal kesabaran menghadapi mushibah, ketegaran di atas kebenaran dan ketenangan jiwanya dalam menghadapi goncangan dunia. Demikian pula dalam hal kasih sayang, kelembutan hati dan keluhuran jiwa. Beliau memang diciptakan seperti itu untuk mengungguli berbagai peristiwa dan mengalahkan dunia materi. Dengan demikian, Rasûlullâh saw. senantiasa menjadi sumber seluruh sejarah kemanusiaan, dan dunia pun menjadikan Beliau sebagai acuan sistem pemikiran yang benar”.
Jenderal Besar (Purn.) A.H. Nasution sangat mengagumi Rasûlullâh saw. lebih daripada Napoleon dan Alexander Yang Agung, ia mengatakan dalam buku Perjalanan Hidupnya :
“Guru saya selalu menanyakan hal itu, siapa yang paling kamu kagumi ? Dia ingin tahu idola saya. Saya bilang Nabi Muhammad. Dia kaget, dikiranya saya akan menyebut Napoleon atau Alexander Yang Agung. Alasan saya karena Nabi Muhammad bukan saja ahli strategi militer tapi Beliau juga membina semangat tempur”.
(Perjalanan Hidup A.H. Nasution hal. 294)
Seorang penulis besar kenamaan abad ini, Karen Amstrong mengatakan :
“Muhammad benar-benar manusia luar-biasa, sebelum kewafatannya pada tahun 632 M., telah berhasil menyatukan seluruh suku bangsa ‘Arab menjadi satu komunitas baru yang bersatu, ummah. Dia menyuguhkan spiritualitas baru yang diselaraskan dengan tradisi mereka dan mampu mendobrak segala macam bentuk pemberhalaan yang dengannya bangsa ‘Arab membangun “kerajaannya”. Di samping itu, Muhammad juga telah mampu menancapkan ajarannya membentang dari Himalaya sampai Pyrenees, dan membangun sebuah peradaban yang tiada taranya”.
(A History Of God / terj. oleh: M. Sadat Ismail hal. 201-202)
Sejarah perjuangan Rasûlullâh saw. sangat penting bagi kehidupan kaum Muslimîn sepanjang sejarah dan dalam kehidupan dewasa ini, itulah sebabnya banyak didapati buku-buku sejarah yang sudut pandang dan sistem penulisannya beragam.
Risalah ini merupakan ringkasan sejarah kehidupan dan perjuangan Rasûlullâh saw. yang di susun oleh Dr. Husain Mu’nis dan Al-Ustadz ‘Alî Su’ûd ‘Athiyyah dari “Lembaga Pendidikan Negeri Kuwait” dan diterjemahkan serta diberi beberapa tambahan yang penting serta catatan kaki oleh kami. Risalah ini sangat baik sebagai langkah awal untuk siapa-saja yang ingin mempelajari sejarah perjuangan Rasûlullâh saw. sebelum melangkah lebih jauh kepada kitab-kitab yang lebih lengkap dan terperinci, karena risalah ringkas ini memberikan gambaran umum yang cukup tentang peristiwa-peristiwa penting yang terjadi, yang wajib diketahui oleh kaum Muslimîn.
Kami berharap semoga risalah ini dapat menambah wawasan pengetahuan dan keimanan bagi para pembaca yang budiman, karena bertambahnya ilmu dan keimanan bagi setiap muslim merupakan tujuan utama dari mempelajari sejarah Rasûlullâh saw.
