Topik| Tafsir

Tags : , ,

Tafsir Ayat Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’în

Penjelasan :

Makna ayat ini menurut Az-Zamakhsyarî ialah :

“Kami mengkhususkan ‘ibâdah — hanya — kepada-Mu, dan kami mengkhususkan minta pertolongan — hanya –kepada-Mu”.
(Lihat Tafsîr Al-Kasysyâf juz I hal. 56)

Ibâdah kepada Allâh merupakan tujuan dari penciptaan jin dan manusia, sebagaimana firman Allâh SWT. :

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka ber’ibâdah kepada-Ku”.
(Surah Adz-Dzâriyât : 56)

Makna ‘Ibâdah

Arti ‘ibâdah dari segi bahasa ialah :

“Ta’at (patuh) dan merendahkan diri”.
(Lihat Tafsîr Al-Qurthubî jilid I hal. 146)

Sedangkan ta’rîf (definisi)nya menurut syara’ ialah :

“Nama (isim) yang mencakup semua yang dicintai Allâh dan diridhai-Nya; dari ucapan, perbuatan, yang lahir maupun yang batin”.

Ber’ibâdah kepada Allâh harus dengan cara yang diajarkan oleh para rasûl, karena mereka diutus untuk menyeru dan memberi contoh tata-cara ber’ibâdah yang benar kepada Allâh, sebagaimana firman Allâh SWT. :

Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasûl dalam tiap-tiap umat — yang menyeru — : “Hendaklah kalian ber’ibadah kepada Allâh dan jauhilah Thâghût”.
(Surah An-Nahl (16) : 36)

Arti Thâghût

Kata “Thâghût” dari segi bahasa berasal dari kata “Thaghâ”; “Yathghâ”; yang artinya : “melampaui batas”.

Adapun yang dimaksud “melampaui batas” di sini ialah : “Melampaui batas dalam kekufuran dan perbuatan yang buruk”. Jadi, ta’rif dari kata “Thâghût” ialah :

“Setiap orang yang melampaui batas dalam kemaksiatan”.

Menurut Al-Imâm Ibnul-Qayyim (rahimahullâh), tokoh utama “Thâghût” itu ada lima :

1.

Iblîs (la’natullâh ‘alaih)

2.

Orang yang disembah, dan ia merasa senang

Yang dimaksud di sini adalah para pendeta Yahûdi dan Nasrani yang membuat-buat peraturan (syari’at) agama yang bertentangan dengan hukum-hukum Allâh; seperti mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allâh dan menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allâh, sebagaimana disebutkan dalam surah At-Taubah (9) ayat 31 :

“Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”.

Apakah yang dimaksud menjadikan orang-orang ‘alim dan rahid-rahib sebagai tuhan-tuhan selain Allâh? Apakah mereka sujud, menyembah kepada orang-orang ‘alim dan rahib-rahib itu seperti orang-orang musyrik menyembah berhala? Al-Imâm Ibnu Katsîr telah menjelaskan masalah ini dengan sebuah hadits dari jalur Al-Imâm Ahmad, At-Tirmidzî dan Ibnu Jarîr; yaitu hadits yang mengisahkan kedatangan ‘Adî bin Hâtim ke Madînah dalam rangka kunjungannya yang pertama kepada Rasûlullâh saw.– ketika itu ‘Adî masih beragama Nasrani — dan memakai kalung salib dari perak. Maka Rasûlullâh saw. pun membacakan ayat ini (Surah At-Taubah (9) : 31) di hadapan ‘Adî bin Hâtim:
“Mereka (Yahûdi dan Nasrani) menjadikan orang-orang ‘alim dan rahib-rahib (pendeta) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allâh”.
‘Adî bin Hâtim segera menyanggah dengan mengatakan :
“Sesungguhnya mereka tidak pernah ber’ibâdah (menyembah) kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta”.

Maka Rasûlullâh saw. pun segera menjawab :

“Oh pasti ; sesungguhnya orang-orang ‘alim dan para pendeta itu mengharamkan sesuatu yang halal terhadap mereka dan menghalalkan sesuatu yang haram, maka mereka pun menta’atinya. Demikian itulah — bentuk — penyembahan mereka kepada orang-orang ‘alim dan para pendeta itu”.
(Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr juz II hal.348)

Mereka memang tidak melakukan sujud kepada para pendeta atau orang-orang ‘alim mereka, akan tetapi mereka menta’ati para pendeta dan orang-orang ‘alim itu sedemikian rupa hingga hukum halal-haram bagi mereka adalah menurut aturan pendeta dan orang ‘alim, bukan menurut Allâh. Inilah pengertian atau makna ‘ibâdah yang sesungguhnya; yaitu : “Ta’at (patuh) dan merendahkan diri”, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Dan para orang ‘alim dan pendeta itu pun merasa senang dengan kondisi umat mereka seperti ini, sehingga tepatlah kalau mereka disebut “Thâghût”.

3. Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya

Yang dimaksud di sini adalah para pemimpin sekte, pemimpin spiritual dan para syaikh thariqat yang gemar menipu pengikutnya dengan mengaku-ngaku sebagai wali dsb. Dan pada umumnya, “Thâghût” dari jenis ini terdiri dari orang-orang yang tolol dan bodoh, tidak mengerti ilmu dan syari’at agama
4. Orang yang mengaku-ngaku mengetahui sesuatu dari ilmu ghaib.

Yang dimaksud di sini adalah para kahin (para normal), tukang ramal, ahli nujum, tukang sihir, santet, teluh dsb.
5. Orang yang memutuskan hukum dengan selain hukum Allâh (Al-Qur-ân)

Yang dimaksud di sini adalah para pemimpin negara, hakim, jaksa dan seluruh aparat penegak hukum, yang dalam memberikan keputusan hukum tidak berlandaskan “Kitâbullâh”.

Kesemuanya ini harus dijauhi oleh orang yang benar-benar ber’ibâdah kepada Allâh sebagaimana perintah Allâh di atas :

“Dan jauhilah Thâghût”.
(Surah An-Nahl (16) : 36)

Bahkan “Thâghût” itu harus ditentang dan diingkari, sebagaimana firman Allâh :

“Maka, barang-siapa yang ingkar (menentang) terhadap Thâghût dan berimân kepada Allâh, maka sesungguhnyha ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus….”.
(Surah Al-Baqarah (2) : 256)

Berdasarkan ayat ini Syaikhul-Islâm Muhammad bin ‘Abdul-Wahhâb menyatakan :

“Sebuah masalah besar; yaitu bahwa ‘ibâdah kepada Allâh tidak akan berhasil kecuali dengan — sikap — menentang terhadap “Thâghût”.
(Lihat Fathul-Majîd hal. 34)

Makna Minta Pertolongan

Al-Imâm Ibnul-Qayyim menjelaskan bahwa “Al-Isti’ânah” itu menggabungkan dua buah sikap yang mendasar sekali, yaitu :

“Percaya sepenuhnya kepada Allâh dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya”.
(Lihat Madârijus-Sâlikîn juz I hal. 77)

Minta pertolongan kepada Allâh di dalam ayat ini mencakup dua aspek; pertama aspek ‘ibâdah (keta’atan), yaitu keberhasilan melaksanakan ‘ibadah atau keta’atan kepada Allâh, sebagaimana disebutkan oleh Al-Imâm Ibnul-Qayyim :

Adapun, Al-Isti’ânah atau minta pertolongan — di sini — ialah minta pertolongan untuk melaksanakan keta’atan — kepada Allâh –”.
(Lihat Madârijus-Sâlikîn juz I hal. 79)

Dan kedua, aspek keduniaan, yaitu memperoleh keberhasilan atau sukses duniawi sebagaimana sabda Rasûlullâh saw. dalam sebuah hadits :

“Kuatkanlah tekad-mu untuk — memperoleh — apa saja yang bermanfaat bagi-mu, dan minta tolonglah kepada Allâh; jangan sekali-kali engkau bersikap lemah…..(hadits diringkas)”.
(H.R. Muslim. Lihat Fathul-Majîd hal. 474)

Ada 3 (tiga) hal yang diperintahkan Rasûlullâh saw. dalam hadits ini :

1.

Menguatkan tekad, yaitu bekerja keras untuk meraih keuntungan dunia dan akhirat.

2.

Minta tolong kepada Allâh (Al-Isti’ânah).
Jadi, minta tolong di sini dilakukan setelah melakukan sebuah upaya yang keras, yaitu dimana ikhtiyar dan usaha sudah dilakukan secara maksimal. Bukan pasif, yaitu minta tolong tanpa usaha atau kerja keras.

3.

Tidak bersikap lemah dalam berusaha. Karena sikap lemah merupakan hal yang tercela, baik dari sudut syari’at (agama) maupun ‘aqal.

Syaikh ‘Abdur-Rahmân bin Hasan memberikan penjelasan yang baik sekali terhadap hadits ini, beliau berkata bahwa yang dimaksud “Kuatkanlah tekad-mu” ialah : “Anda — diharuskan — untuk melakukan usaha keras yang dapat menjadi sebab datangnya manfaat (keuntungan) atau kesuksesan bagi kehidupan dunia dan juga akhirat anda, karena hal itu telah disyari’atkan oleh Allâh SWT., yaitu melakukan faktor-faktor (asbâb) yang bersifat wajib, sunah atau mubah. Dan dalam melakukan upaya-upaya tersebut, hendaklah ia minta tolong kepada Allâh Yang Maha Esa, tidak kepada seorang pun selain Allâh, karena hanya Allâh-lah yang mampu menyempurnakan sebab-musabab dan manfaat baginya. Dan hendaklah ia bersandar sepenuhnya kepada Allâh SWT. dalam melakukan usaha-usahanya tersebut, karena — pada hakikatnya — Allâh SWT. jualah yang menciptakan sebab-musabab, dan tidaklah bermanfaat suatu upaya melainkan dengan idzin Allâh. Oleh karena itu sudah sewajarnyalah jika ia bersandar sepenuhnya kepada Allâh SWT. dalam melakukan kerja keras. Dan melakukan usaha yang keras — untuk meraih sukses — merupakan ketentuan Allâh yang kemudian dilanjutkan dengan sikap tawakal kepada-Nya. Maka, jika ia berhasil menggabungkan dua perkara ini — yaitu; kerja keras dan tawakal — akan terwujudlah keinginannya dengan idzin Allâh”.
(Lihat Fathul-Majîd hal. 474)

Dari penjelasan di atas kita dapat menarik kesimpulan, bahwa ayat “Iyyâka nasta’în” (hanya kepada-Mu kami minta pertolongan); mendidik seorang muslim untuk percaya diri dan terus meningkatkan kinerjanya, karena ia — sebagai muslim — diharuskan untuk melakukan kerja keras, namun ia lebih percaya lagi terhadap kekuatan Allâh yang akan menolongnya, yaitu pada saat ia telah mencapai batas maksimal dalam upayanya.

Penutup

Sebagai penutup pembahasan ini, kami sampaikan ucapan A-Imâm Al-’Allâmah Muhammad Jamâlud-Dîn Al-Qâsimî tentang ayat ini, beliau berkata :

Sebagian ‘ulamâ’ Salaf berkata : “Al-Fâtihah — mengandung — rahasia Al-Qur-ân, dan rahasia Al-Fâtihah terdapat pada ayat : (Artinya) : “Hanya kepada-Mu kami ber’ibâdah dan hanya kepada-Mu kami minta pertolongan”.

Lalu beliau berkata lagi :

Kalimat yang pertama – yaitu : “Hanya kepada-Mu kami ber’ibâdah” — merupakan pembebasan — diri — dari syirik; dan kalimat yang kedua – yaitu : “dan hanya kepada-Mu kami minta pertolongan” — merupakan pembebasan — diri — dari seluruh daya dan kekuatan — makhluq –, dan menyerahkan — semua daya dan kekuatan tersebut — hanya kepada Allâh ‘Azza wa Jalla.
(Lihat Tafsîr Al-Qâsimî juz I hal. 230)

Ditulis pada 07 May 2009

Tinggalkan Pesan

DVD TUTORIAL

Nasehat Harian

  • 51. Nabi saw. bersabda:"Al-Hujjaju Wal-'Ummaru Wafdullah,In Sa-alu U'thu,Wa In Da'au Ujibu,Wa In Anfaqu Ukhlifu". (Org2 yg melakukan haji dan 'umrah itu adalah tamu Allah,jika mrk.minta --sesuatu kpd Allah-- pasti diberi;jika mrk berdo'a pasti dikabulkan,dan jika mrk infaq pasti diganti)
  • 50. Hajji artinya dari segi bahasa Al-Qashdu Ila Man Tu'azhzhimuhu (Sengaja berkunjung kpd. Yang sangat engkau hormati). Yaitu Allah Rabbul-'Alamin.Dan Baitullah (Ka'bah) adalah symbol dari kunjungan (haji) kpd. Allah.Dari sinilah dibangun pengertian;Orang yg menunaikan ibadah haji adalah tamu2 Allah.
  • 49. Nabi saw bersabda:"Innal-Mushalli Yunaji Rabbahu,Fal-Yanzhur Bima Yunaji Bihi.." Artinya:"Sesungguhnya org yg shalat itu ber-bisik2 (berkomunikasi) dgn Rabb-nya (Allah),maka hendaklah ia perhatikan isi pembicaraannya dgn Allah"(H.R.Malik).Betapa luar-biasanya ibadah shalat ini.(Subhanallah).
  • 48. Target ketiga:Membangun jalinan komunikasi yg intens dgn Allah;sebagaimana firman Allah:"Ya-ayyuhalladzina Amanusta'inu Bish-Shabri Wash-Shalah. Innallaha Ma'ash-Shabirin".Artinya:Hai org2 yg beriman,minta tolonglah kalian --kpd Allah-- dgn sabar dan shalat.Sesungguhnya Allah bersama org2 yg sabar (surah 2 ayat 153).(Bersambung)
  • 47. Termasuk perbuatan keji, adalah memaki, mencela, mengeluarkan ucapan kotor dll termasuk juga melakukan perbuatan zina. Ayat tersebut menyatakan secara eksplisit bhw setiap manusia memiliki potensi berbuat keji dan munkar,tdk perduli seorg ulama atau ustadz sekalipun. Nah,shalat yg dilakukan dgn cara2 yg sesuai dgn atur...annya,akan menjadi penghalang atau mencegah dari itu semua.Subhananallah.(Bersambung).
  • 46. Target shalat yg kedua:Membangun benteng yg kuat utk melindungi diri dari sifat2 buruk sebagaimana firman Allah:"Aqimish-Shalat, Innash-Shalata Tanha 'Anil-Fahsya-i Wal-Munkar" artinya: Tegakkanlah Shalat,sesungguhnya Shalat --dapat--mencegah dari perbuatan keji dan munkar (surah 29 ayat 45).Yg dimaksud keji adalah per...angai buruk, dan yg maksud munkar adalah semua perbuatan yg dilarang dan dibenci Allah. (Bersambung)
  • 45. Imam Ibnul-Qayyim mengatakan bahwa "Org yg, relaksasi dalam shalat akan merasa ringan, bahagia dan semua beban hidupnya pun hilang".Jadi,perasaan itu semua diraih ketika shalat, bukan setelah shalat.Padahal,kita pada umumnya merasa ringan setelah shalat.Tanpa disadari kita telah menganggap shalat itu beban,sehingga set...elah shalat kita merasa beban itu hilang. Inilah kekeliruan besar kita selama ini.(Bersambung)
  • 44. Thuma'ninah artinya tenang, tdk ter-gesa2,seperti umumnya org yg sedang relaksasi atau beristirahat. Dgn kata-lain,istirahat batin (jiwa) dilakukan sepenuhnya di dalam shalat,bukan setelah shalat.Inilah yg harus disadari oleh setiap muslim yg akan shalat;bahwa ia akan melakukan relaksasi batin.Dan org yg shalat dgn thu...ma'ninah justru akan merasa ringan dan shalatnya pun terasa sebentar.
  • 43. Shalat adalah ibadah paling agung setelah syahadat. Ada 3 target jangka pendek dari shalat; pertama:sebagai sarana istirahat jiwa (batin),sabda Nabi saw:"Arihna Bish-Shalah"(Istirahatkanlah--diri--kita dgn. shalat).Jadi,shalat adalah sarana relaksasi utk memulihkan energi batin yg. terkuras ketika berintraksi dgn kehid...upan.Itulah sebabnya shalat harus dilakukan dgn thuma'ninah.(Bersambung)
  • 42. Artinya--menurut Syaikh Al-Albani--,siapa-saja bekerja dgn 3 motivasi tsb atau dgn salah satu dari 3 motivasi itu, maka ia sama dgn org yg berjihad dalam Sabilillah;artinya jika mati, maka ia "mati syahid", yaitu; ia akan bebas dari siksa kubur dan pada hari Kiamat ia langsung masuk ke dalam Sorga tanpa dihisab. Subhanallah Wal-Hamdulillah
  • 41. Dan siapa-saja yg bekerja utk menjaga --kehormatan--dirinya,ia pun juga dalam Sabilillah (Silsilah Hadits Shahih jilid V no.2232). Menurut hadits ini ada 3 motivasi (niat) dalam bekerja yg membuat pelakunya berada dalam Sabilillah;yaitu: utk. kedua org.tua, utk keluarga dan utk diri sendiri. (Bersambung)
  • 40. Ucapan Umar ini sesungguhnya merupakan penjelasan sabda Nabi saw:"Man Sa'a 'Ala Walidaihi Fafi Sabilillah, Wa Man Sa'a 'Ala 'Iyalihi Fafi Sabilillah, Wa Man Sa'a Linafsihi Liya'iffaha, Fahuwa Fi SabilillaH" (Siapa-saja bekerja--mencari nafkah-- utk kedua org.tuanya, maka ia dalam Sabilillah,siapa-saja yg bekerja utk ke...luarganya,maka ia juga dalam Sabilillah....(bersambung)
  • 39. Ucapan Umar merupakan acuan bagaimana sikap dan pandangan seorg. mu'min seharusnya terhadap pekerjaan mencari nafkah. Umar adalah seorg.sahabat Nabi saw. yg paling benar ucapannya, sehingga Nabi saw berkata:"Innallaha Wadha'al-Haqqa 'Ala Lisani 'Umar Yaqulu Bihi" (Sesungguhnya Allah meletakkan kebenaran pada lisannya U...mar, dan ia mengatakan kebenaran itu). Artinya, Nabi saw melegitimasi kebenaran ucapan Umar.
  • 38. Umar bin Khaththab berkata:"Tidak ada tempat yg paling aku sukai utk mati (menjemput ajal) kecuali pasar,yaitu ketika aku sedang berjual-beli utk menafkahi keluargaku"(Ihya hal.385). Ucapan Umar ini merupakan pernyataan tegas, bahwa ia ingin mati di pasar pada saat sedang melakukan jual-beli (berdagang), bukan di masji...d ketika sedang shalat,berdo'a, berdzikir dsb.(Bersambung)
  • 37. Nabi saw bersabda:"Innallaha Yuhibbul-Mu'min Al-Muhtarif" (Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorg.mu'min yg. bekerja keras). Bekerja keras dalam mencari nafkah adalh sikap yg. terpuji.
  • 36. Kiamat adalah kehancuran total alam semesta, namun seorang muslim diharuskan terus menyelesaikan pekerjaannya selama ia bisa melakukannya walaupun Kiamat telah datang di depan kedua matanya. Nabi saw tdk mengatakan kpd si muslim jika Kiamat datang, hendaklah ia tinggalkan pekerjaannya, lalu masuk ke dalam masjid utk be...rdo'a. Tidak..!! Tidak..!! Nabi saw. tdk berkata seperti itu. (bersambung)
  • 35. Islam sangat menghargai "pekerjaan"atau "bekerja" sabda Nabi saw:"Wa In Qamatis-Sa'ah Wa Fi Yadi Ahadikiumul-Fasilah, Fa Inis-Tatha'a An Yaghrisaha Qabla An Yaquma Fal-Yaghrisha" (Meskipun Kiamat sdh terjadi,namun di tangan kalian masih ada pohon kurma, jika ia masih sempat menanamnya seblm. berdiri, maka tanamlah !!) ...(bersambung)
  • 34. Nabi saw bersabda:"Ad-Du'au Saiful-Mu'min" Artinya:"Do'a adalah senjatanya org2 yg beriman". Semoga do'a ini menjadi senjata bagi kita dalam menghadapi mara-bahaya yg datang secara tiba2 dan bisa mengenai siapa-saja. Amien Ya Rabbal-'Alamin.
  • 33. (7) Wa A'udzubika An Amuta Ladighan (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati karena disengat). Maksudnya, jangan sampai aku menemui kematian karena disengat, baik disengat ular, kalajengking dan binatang2 berbisa lainnya. (Hadits Riwayat Abu Dawud; 'Aunul-Ma'bud juz IV hal.410). Inilah do'a yg selalu dibaca oleh Nabi s...aw. agar terhindar dari 7 macam mara-bahaya yg bisa terjadi secara tiba2 dan menimpa siapa-saja.
  • 32.  (6) Wa A'udzubika An Amuta Fi Sabilika Mudbiran (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati dlm. keadaan murtad dari jalan-Mu). Murtad artinya meninggalkan Islam, berpaling kpd agama yg lain. Jadi, kita minta kpd. Allah agar Ia menguatkan hati dan iman kita kpd-Nya sampai ajal datang menjemput dan kita pun mati sebagai seorang muslim.
  • 31. Benci pd kematian berarti benci bertemu Allah.Nabi saw mengatakan:"Siapa yg benci bertemu Allah, maka Allah pun benci bertemu dgn.nya". Dan para ulama mengatakan,bhw gangguan setan yg paling dahsyat adalah ketika manusia menghadapi sakratul-maut,karena saat itu merupakan kesempatan mrk yg terakhir utk memperoleh teman ...di Neraka. (Na'udzu Billahi Min Dzalik).
  • 30. (5) Wa A'udzubika An-Yatakhabbathaniasy-Syaithanu 'Indal-Maut (Dan aku berlindung kpd-Mu dari intervensi setan ketika -- aku -- akan mati). Yg.dimaksud intervensi setan ialah gangguan setan thd. hati ketika kita menghadapi sakratul-maut sehingga kita gagal mencapai husnul-khatimah (kematian yg indah).Gangguan itu antar...a lain, meng-halang2i kita bertaubat, membuat kita merasa tdk suka (benci) pd. kematian (bersambung)
  • 29. Wal-Harami (Dan juga pikun). Pikun adalah usia tidak produktif, dan juga menjadi beban orang-lain, karena manusia yg mengalami pikun, kembali seperti anak kecil (balita) lagi. Nabi saw berlindung kpd Allah dari kondisi seperti itu.
  • 28. (4) Wa A'udzubika Minal-Haraqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari terbakar). Maksudnya mati terbakar atau mengalami kebakaran seperti banyak terjadi akhir2 ini, entah disengaja atau tidak.
  • 27. (3)Wa A'udzubika Minal-Gharaqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari tenggelam). Misalnya tercebur dikolam air yang dalam, sungai atau lautan, termasuk juga karam bersama perahu atau kapal. Pokoknya Beliau berlindung kpd Allah, jgn sampai Beliau mati tenggelam.
  • 1. (2) Wa A'udzubika Minat-Taraddiy (Dan aku berlindung kpd-Mu dari jatuh dari tempat yg tinggi). Misalnya jatuh dari atas gunung, atap rumah atau bersama pesawat terbang yg. jatuh, atau jatuh ke dalam sumur. Pokoknya Beliau saw berlindung kpd Allah jgn sampai Beliau mati karena jatuh dari tempat yg tinggi.
  • 26. Nabi saw berdo'a minta perlindungan dari 7 perkara; do'a Beliau: (1) Allahumma Inni A'udzubika Minal Hadmi (Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari tertimpa bangunan). Kalimat do'a ini secara tegas menyatakan bahwa siapa-saja bisa mati tertimpa bangunan runtuh seperti yg. terjadi di Sum-Bar. Dan Nabi saw adalah kekasih Al...lah,sebaik-baik manusia, toh Beliau masih minta perlindungan jgn. sampai tertimpa bangunan runtuh.
  • 25. Mengkaitkan gempa di Sum-Bar sebagai azab adalah logika bodoh atau logika Dajjal yg menyesatkan. Marilah kita bersikap hati2, dan terus berusaha membantu saudara2 kita di sana, Nabi saw bersabda:"Wallahu Fi'Aunil-'Abdi Ma Kanal-'Abdu Fi'Auni Akhihi"( Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama ia menolong sdr.nya).
  • 24. Jadi, janganlah kita meng-kait2kan peristiwa gempa yg menimpa Sum-Bar khususnya, sebagai azab atau laknat yg. diturunkan Allah karena org.2 Sum-Bar bukan org.sholeh dsb. Itu adalah pernyataan2 yg mengandung fitnah dan menyesatkan. Saya kira di Ibu Kota sangat banyak para pelaku maksiat 24 jam. Tapi toh tdk dihantam gempa, apa org,2 di Ibu Kota itu sholeh semua?
  • 23. Gempa adalah fenomena alam yg biasa terjadi di-mana2 dan bisa menimpa siapa-saja, orang2 yg. sholeh atau yg. jahat, sehingga Nabi saw. berdo'a: "A'udzu Bi 'Azhimatika An Ughtala Min Tahti" (Ya Allah, aku berlindung kpd.-Mu dari bahaya -gempa-- yg mengancam dari bawahku).Coba lihat, Nabi saw. saja sebagai kekasih Allah ...masih minta perlindungan dari bahaya gempa. Artinya, Beliau pun merasa kuatir ditimpa gempa.
  • 22. Menafsirkan Al-Quran dgn pendapat pribadi adalah perbuatan yg dilarang agama;Nabi saw bersabda (yg.artinya):"Siapa-saja yg menafsirkan Al-Quran dgn pendapatnya......., maka silahkan ia duduk di Neraka" (HR.Tirmidzi). (2) Menuduh kafir thd.org2 muslim, padahal Nabi saw (yg.artinya):"Siapa-saja yg menuduh kafir thd. musl...im,maka tuduhan itu akan kembali kpd.dirinya".
  • 21. Akhir2 ini ada sebagian org. yg mengaitkan wkt. terjadinya gempa di Sumbar; pkl.17.16 dgn QS 17:16; pkl.17.58 dgn QS 17:58 dsb.Padahal ayat2 tsb berkaitan dgn siksa yg menimpa org2 kafir,dgn kata-lain mrk.menuduh para korban gempa adalah org2 kafir.Sungguh ini perbuatan fitnah yg luar-bisa. Justru mrk. tlh.melakukan 2 ...pelanggaran besar:(1) Mentafsirkan Al-Quran se-mata2 dgn pendapat pribadi..(bersambung)
  • 20. Para 'ulama berkata:"Fikratu Fi Ala-illah Yatawalladu minhal-Mahabbah Wasy-Syukru" (Mengingat nikmat2 Allah akan melahirkan rasa cinta dan bersyukur kpd. Allah). 'Ali berkata: Ada 6 nikmat yg paling utama: (1) Islam (2) Al-Quran (3) Muhammad Rasulullah saw (4) Kesejahteraan (5) Tertutupnya aib (6) Bebas dari ketergantu...ngan kpd org.lain. Ke 6 nikmat ini ada pd.kita, tinggal bagaimana kita memahami dan mengelolanya...
  • 19. Kedua:Bersyukur dgn hati. Nabi saw bersabda:"Liyattakhidz Ahadukum Qalban Syakiran" artinya:"Hendaklah tiap2 kalian mengupayakan hatinya utk selalu bersyukur". Mengupayakan hati utk selalu bersyukur dilakukan dgn cara selalu mengingat nikmat2 Allah, sebagaimana firman Allah:Wadzkuru Ni'matallahi 'alaikum (ingatlah sela...lu nikmat Allah atas kalian)....(bersambung)
  • 18. Umar pernah bertanya kpd Ali tentang kedudukan kalimat "Al-Hamdulillah". Ali pun menjawab:"Kalimatun Radhiyallahu Linafsih Wa Ahabba An Tuqal".Artinya:(Al-Hamdulilah) adalah kalimat yg Allah ridhai bagi diri-Nya dan Dia pun sangat suka bila kalimat itu diucapkan. Ibnu 'Abbas berkata:"Al-Hamdulillah Kalimatu Kulli Syaki...r".Artinya: "Al-Hamdulillah adalah ucapan tiap2 org yg bersyukur".
  • 17. Dari ke-2 hadits tsb disimpulkan bhw.ucapan Al-Hamdulillah memiliki nilai yg.amat tinggi dan kontribusi luar-biasa sebagai ungkapan kesyukuran dgn. lisan. Karena ucapan Al-Hamdulillah lebih tinggi nilainya dari nikmat itu sendiri,bahkan andaikan nikmat tsb berupa seluruh kekayaan dunia.Dan juga lebih besar kontribusiny...a daripada nikmat itu sendiri...Sungguh berbahagialah umat Muhammad saw.dgn kalimat Al-Hamdulillah..
  • 16. Nabi saw. bersabda yg artinya:"Andaikan dunia seluruhnya diberikan kpd seorg.umat-ku,lalu dia mengucapkan"Al-Hamdulillah", maka ucapannya itu lebih afdhal dari --seluruh dunia yg menjadi miliknya--itu"(H.R.Hakim&Tirmidzi).Dlm.hadits lain Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah ridha kpd seorg hamba yg selalu menyebut Al...-Hamdulillah setiap selesai makan atau minum"(H.R.Ahmad,Muslim dll).
  • 15. Bersyukur kpd Allah baru dianggap sempurna bila memenuhi 4 syarat;Pertama:Bersyukur dgn lisan (ucapan),yaitu menyebut"Al-Hamdulillah"pd.setiap nikmat yg diperoleh.Dlm.hal ini Nabi saw bersabda yg artinya: Tdk.lah seorg.hamba mendapat nikmat dari Allah lalu ia mengucap Al-Hamdulillah,melainkan ucapan itu lebih hebat dar...i nikmat tsb).Dalam hadits lain disebutkan:....
  • 14. Bersyukur itu wajib. Lawan kata "Syukur" adalah "Kufur" yg artinya:"Menentang tdk menghargai". Allah berfirman:"La In Syakartum La Azidannakum Wa La In Kafartum, Inna 'Adzabi Lasyadid" (Jika kalian bersyukur,maka Aku (Allah) pasti akan menam- bahkan--nikmat-- pd kalian, dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksaan-Ku am...atlah keras) Surah 14 ayat 7.
  • 13. Apa arti bersyukur? Syukur itu bahasa Arab berasal dari kata "Syakara" yg. artinya "Tsana-a" yaitu: Memuji dan menghargai".Jadi, "mensyukuri nikmat" artinya:"Memuji dan menghargai nikmat" apa saja yg datang dari Allah,se- dikit atau banyak.Disebutkan dari Nabi saw.:"Man Lam Yasykur Qalil Lam Yasykur Katsir" (Siapa saja... yg tdk bisa mensyukuri nikmat yg sedikit, maka ia tdk.akan bisa mensyukuri nikmat yg.banyak).
  • 12. Luqmanul-Hakim berkata:"Manusia itu terdiri dari 3 bagian; seper-3 miliik Allah,seper-3 milik dirinya dan seper-3 milik belatung.Adapun yg.mutlak milik Allah adalah ruh-nya. Dan yg. menjadi miliknya,adalah amalnya.Sedangkan yg. menjadi milik belatung adalah jasadnya".
  • 11. Nabi saw bersabda: "Al-Kayyisu Man Dana Nafsahu Wa'Amila Lima Ba'dal-Maut". (Org.yg.cerdas,adalah yg. mampu mengendalikan dirinya,dan selalu beramal (bersiap) utk. menghadapi resiko setelah kematian)
  • 10. Sabda Nabi saw:"La Qalbu Ibnu Adam Asyaddu Inqilaban Minal-Qidri Idzaj-Tama'at Ghalyanan". Artinya: "Sungguh, hati manusia itu lebih dahsyat bergolaknya daripada --air-- yang mendidih dalam periuk".(H.R. Ahmad dan Al-Hakim). Hadits menunjukkan betapa bolak-baliknya hati dan pikiran, ber-pindah2 dari satu keadaan kpd. k...eadaan yg. lain terjadi begitu cepat, tanpa proses yg. panjang....
  • 9. Syarat ke (5): Melakukan shalat malam pada malam2 Ramadhan;Nabi saw bersabda:"Man Qama Ramadhana Imanan Wah-Tisaban Ghufira Lahu Ma Taqaddama Min Dzanbihi".(Siapa-saja yang berdiri --shalat di malam2 -- Ramadhan, karena iman dan mencari hitungan,akan diampuni segala dosa ia lakukan pd. wkt. yang lalu. H.R. Al-Bukhari).... Al-Hamdulillah Bini'matihi Tatimmush-Shalihat. Selesailah 5 syarat mencapai target Shaum.
  • 8. Syarat ke(4): Tidak mengeluarkan kata2 cabul,ber-teriak2(bertengkar),sabda Nabi saw: Idza Kana Yaumu Shaumi Ahadikum Fala Yarfuts Wa La Yashkhab,Fa-in Sabbahu Ahadun Aw Qatalahu Fal-yaqul Innim-ru-un Sha-imun (Ketika ada hari berpuasa salah seorg kalian, maka jgn.lah ia mengucapkan kata2 cabul dan ber-teriak2 (me-maki2...). Jika ada org yg memakinya atau memojokkannya, katakanlah:"Aku sedang berpuasa". H.R. Al-Bukhari)
  • 7. Syarat ke (3): Tidak menggunjing orang, sabda Nabi saw:"Ash-Shaumu Junnatun Ma Lam Yahriqha Bil-Ghibah" (Puasa itu adalah perisai --kehidupan--selama ia (org yg. bersangkutan) tdk merusaknya dgn menggunjing. H.R. An-Nasa-i dan Ad-Darimi). Jadi, menggunjing itu merusak perisai dan pahala Shaum.Padahal puasa itu menurut ...Nabi saw adalah perisai yg dapat melindungi dlm.pertempuran hidup, terutama utk 11 bulan ke depan.
  • 6. Syarat ke(2):Meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta,sabda Nabi saw:"Man Lam Yada' Qaulaz-Zur Wal-'Amala Bihi, Falaisa Lillahi Hajatun Fi An-Yada'a Tha'amahu Wa Syarabahu"(Siapa-saja yg tdk meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta,maka tdk ada keinginan bagi Allah utk--menerima puasanya meskipun--ia meninggalkan makan d...an minumnya. H.R.Al-Bukhari) Maksudnya,meskipun ia menahan lapar dan haus, pahala puasanya sia2.....
  • 5. Menurut hadits2 yg. shahih,ada 5 (lima) syarat yg. herus dipenuhi oleh setiap muslim, agar puasanya mencapai hasil; (1) Berpuasa dgn niat krn. iman kpd Allah dan mencari hasil, sabda Nabi saw :"Man Shama Ramadhana Imanan Wah-Tisaban Ghufira Lahu Ma Taqaddama Min Dzanbihi" (Siapa-saja yg berpuasa Ramadhan krn iman dan m...encari hasil (yaitu Taqwa), maka diampuni segala dosa2 yg. dahulu ia kerjakan. H.R. Bukhari) .....
  • 4.  Allah SWT telah menegaskan tujuan puasa; yaitu LA'ALLAKUM TATTAQUN (agar kalian bertaqwa). Arti Taqwa dari segi bahasa: "Terpelihara dari berbagai penyakit". Jadi, puasa bertujuan utk memelihara qalbu dari macam2 penyakit batin, seperti; ujub, takabur, dengki dsb. Taqwa juga berarti "Makhafatullahi Wal-'Amalu Bitha'ati...h" (Rasa takut kpd Allah serta melaksanakan kepatuhan kpd-Nya). Inilah tujuan puasa.....
  • 3. Shaum atau Puasa itu arti sesungguhnya adalah: "Tarkul-Kalam Wa Imsakun 'anil-Fi'li" (Meninggalkan/Memelihara ucapan dan menahan -- diri -- dari perbuatan). Nabi saw bersabda (artinya): "Puasa itu bukan -- sekedar -- menahan makan dan minum, akan tetapi puasa adalah menahan diri dari perbuatan sia2 dan ucapan yg. kotor".
  • 2. Siapa saja yang sibuk dengan urusan syahwat, maka ia tidak bisa lepas dari wanita. Siapa saja yang sibuk dengan urusan harta , maka ia tidak bisa lepas dari perbuatan haram.
  • 1.  "Sungguh, hati (pikiran) manusia itu lebih sangat bergolak daripada air yang mendidih dalam panci"

VIDEO KEGIATAN ASIISC

Waktu Sholat

    Waktu Sholat hari ini di
    ....

Most Downloaded

  • N/A

Tools