Do’a Menjenguk Orang Sakit

Posted by: on June 26, 2009

Tanya:

Asslm.WrWb. Bang Debby, doa apa yang Rasulullah ajarkan ketika kita mendengar atau menjenguk saudara kita yang sedang sakit ? Lalu bagaimana jika yang sakit adalah non Muslim ? Terima kasih. Wassalamu’alaikum wrwb. Pengirim: Djoko Priambodo <dj.priambodo@gmail.com>

Jawab:

W.ass.Wr.Wb.

Menjenguk orang sakit merupakan amal (perbuatan) yang sangat terpuji dan mengandung ganjaran (pahala) yang besar bagi siapa-saja yang melaksanakannya. Dan ini juga merupakan bukti sempurnanya ajaran (syari’at) Islam. Menjenguk orang sakit adalah salah satu dari 5 (lima) kewajiban sesama muslim, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): ”Kewajiban antara sesama muslim ada 5 (lima): (1) Menjawab salam (2) Menjenguk yang sakit (3) Mengantar jenazah (4) Menghadiri undangan (5) Mendo’akan ketika bersin”. (H.R. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Adapun pahala menjenguk orang sakit disebutkan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah hadits (yang artinya): ”Sesungguhnya seorang muslim, ketika ia menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tidak henti-henti (terus menerus) dalam keadaan memetik – buah – di Surga sampai ia kembali (pulang)”. (H.R. Ahmad, Muslim dan At-Tirmidzi). Hadits ini menyatakan bahwa orang yang menjenguk orang sakit berada dalam keadaan memetik buah di Surga. Dan masih banyak lagi hadits yang menjelaskan pahala menjenguk orang sakit, silahkan Anda lihat dalam kitab At-Targhib Wat-Tarhib juz IV dari hal. 160 s/d 166.

Adapun salah satu do’a yang dianjurkan untuk dibaca ketika menjenguk orang sakit disebutkan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits (yang artinya): ”Siapa-saja yang menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya (sekarat), lalu ia berdo’a:”As-Alullahal-’Azhim, Rabbal-’Arsyil-’Azhim, An Yasfiyaka” (Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb (Pemilik) ’Arsy Yang Agung, agar Ia menyembuhkan-mu”) sebanyak 7 kali, maka Allah akan menyembuhkannya”. (H.R. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Demikian jawaban ringkas dari saya, semoga Anda dapat memahami dan mengamalkannya.

Adapun menjenguk non muslim yang sakit, sudah tentu pahalanya tidak sama dengan menjenguk sesama muslim, sebagaimana disebutkan dalam hadits2 di atas. Namun, Islam tetap menganjurkan menjenguk keluarga, kenalan atau teman non muslim yang sakit, tentunya selama ia tidak memperlihatkan sikap memusuhi Islam. Telah disebutkan dalam sebuah hadits dari Anas r.a., bahwa Nabi saw. memiliki pelayan seorang pemuda dari golongan Yahudi. Lalu Beliau saw. mendapat khabar pemuda Yahudi itu jatuh sakit. Maka Beliau saw. pun datang menjenguknya, dan duduk di samping kepalanya. Kemudian Beliau saw berkata kepada pemuda Yahudi itu: “Masuk Islamlah”. Pemuda itu menoleh kepada ayahnya yang juga berada di sampingnya. Maka ayahnya pun berkata kepadanya: “Ikutilah Abul-Qasim saw. (maksudnya: Ikutilah ajakan Nabi saw)”. Maka pemuda itu pun masuk Islam (mengucapkan syahadat). Lalu Nabi saw. keluar (pulang) sambil berkata: “Al-Hamdulillah (Segala puji bagi Allah) yang telah menyelamatkan pemuda Yahudi ini dari Neraka”. Tidak lama kemudian pemuda Yahudi itu pun meninggal, dan Nabi saw. bersabda: “Shalatilah jenazah kawan kalian ini”.
(H.R. Al-Bukhari, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ahmad. Lihat “Kitabul-Jana-iz” oleh Syaikh Al-Albani (rahimahullah) hal. 11). Dan Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa, boleh menjenguk non muslim yang sakit terutama dengan tujuan untuk mengajaknya masuk Islam.

Comments

  1. djoko says:

    Syukron Bang,
    Lalu bagaimana jika kita tidak dapat menjenguknya (berhalangan karena waktu atau jarak), hanya mendengar kabar saja, apakah do’a tersebut juga yg diamalkan atau ada do’a lainnya..?