bolehkah perempuan bekerja mencari nafqah di luar rumah ?

Bolehkah Perempuan Bekerja Mencari Nafqah Di Luar Rumah ?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu kami jelaskan bahwa bekerja mencari nafqah atau rezeki merupakan hal yang diperintahkan dalam Islâm, sebagaimana firman Allâh :

“Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah buat kalian, maka berjalanlah di seluruh penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya”.
(Surah Al-Mulk (67) :14)

Az-Zamakhsyarî menyebutkan dalam tafsîrnya yang terkenal yaitu “Al-Kasysyâf”, bahwa yang dimaksud “mudah” dalam ayat ini ialah :

“Allâh mudahkan buat kalian berjalan mengarungi pegunungannya”.
(Lihat Al-Kasysyâf juz IV hal. 585)

Maksudnya; Allâh telah memberi kemudahan bagi manusia untuk mengarungi bumi termasuk daerah-daerah pegunungannya. Ayat ini lebih jelas lagi terlihat pada masa sekarang di mana alat-alat transportasi sudah begitu maju, sehingga dengan mudah dan waktu yang relatif singkat manusia dapat menempuh perjalanan dari satu negeri ke negeri yang lain. Dan Al-Imâm Ibnu Katsîr menjelaskan dalam “Tafsîrnya”, bahwa kata “maka berjalanlah kalian” dalam ayat ini maksudnya :

“Maka berjalanlah sesuai keinginan kalian ke seluruh penjuru dunia, dan mondar-mandirlah di seluruh daerah dan wilayahnya untuk melakukan berbagai macam pekerjaan dan perniagaan”.
(Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr juz IV hal. 397)

Berdasarkan keterangan-keterangan ini, wajiblah bagi kita untuk berusaha atau bekerja dengan sungguh-sungguh atau “bekerja keras” istilah orang sekarang mencari nafqah untuk mencukupi kebutuhan hidup. Al-Qur-ân juga menjelaskan, bahwa para rasul atau nabi sekalipun melakukan berbagai macam pekerjaan atau kegiatan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan mereka, sebagaimana firman Allâh :

“Dan tidaklah Kami mengutus para utusan sebelum-mu (Muhammad), kecuali mereka juga memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar”.
(Surah Al-Furqân (25) : 20)

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh nabi atau utusan adalah manusia-manusia biasa, dan seperti umumnya manusia, mereka juga makan dan butuh makanan. Oleh karena itu mereka juga melakukan kegiatan ekonomi, sebagaimana dikatakan oleh Al-Imâm Ibnu Katsîr dalam Tafsîrnya — bahwa yang dimaksud dengan “mereka berjalan di pasar-pasar” ialah :

“Mereka — para utusan itu — mondar-mandir di dalam pasar dan dari pasar ke pasar, untuk melakukan usaha (bisnis) dan berdagang”.
(Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr juz III hal. 310)

Pasar adalah tempat berkumpulnya segala macam manusia dengan berbagai-macam karakter, dan melakukan bisnis atau berdagang — di pasar — berarti melakukan kontak sosial secara aktif atau berinteraksi dengan mereka. Itulah yang dilakukan oleh para nabi. Demikian pula halnya dengan nabi terakhir, penghulu para utusan, kekasih Allâh; Muhammad Rasûlullâh saw. Beliau adalah seorang yang juga melakukan kegiatan usaha di pasar-pasar. Bahkan, melakukan kegiatan usaha di pasar-pasar adalah salah satu sifat Beliau yang disebutkan dalam kitab “At-Taurât”, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imâm Al-Bukhârî dalam sebuah hadits dari ‘Abdullâh bin ‘Amer bin Al-Âsh (radhiyallâhu ‘anhuma) yang menyebutkan salah satu sifat Rasûlullâh saw. dalam kitab “At-Taurât”, yaitu :

“Tidak pernah bertengkar dengan suara keras di pasar-pasar”.
(Lihat Fathul-Bârî juz IV hal.343)

Jadi, seperti para nabi dan utusan sebelumnya, Rasûlullâh saw. pun bergaul, melakukan kontak sosial dan berinteraksi dengan semua jenis manusia baik ketika melakukan kegiatan ekonomi di dalam maupun di luar pasar.

Adapun kaum wanita, sebagaimana dinyatakan oleh Dr. Yûsuf Al-Qardhâwî, tugas mereka yang utama yang tidak diperselisihkan lagi ialah mendidik generasi-generasi baru. Mereka memang disiapkan oleh Allâh untuk tugas itu, baik secara fisik maupun mental, dan tugas yang agung ini tidak boleh dilupakan atau diabaikan oleh faktor material dan kultural apa pun. Sebab, tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan peran kaum wanita dalam tugas besar ini, yang padanyalah bergantung masa depan umat, dan dengannya pula terwujud kekayaan yang paling besar, yaitu kekayaan yang berupa manusia (sumber daya manusia).

Di antara aktivitas wanita ialah memelihara rumah-tangganya, membahagiakan suaminya, dan membentuk keluarga bahagia yang tenteram damai, penuh cinta dan kasih sayang.

Namun demikian, tidak berarti wanita bekerja di luar rumah itu diharamkan syara’. Karena tidak ada seorang pun yang dapat mengharamkan sesuatu tanpa adanya nash syara’ yang shahîh periwayatannya dan sharîh (jelas) petunjuknya. Bahkan kadang-kadang kaum wanita dituntut dengan tuntutan sunnah atau bahkan wajib untuk bekerja mencari nafqah apabila ia membutuhkannya. (Lihai Fatwa-Fatwa Kontemporer jilid II hal. 422)

Terutama sekali kaum wanita yang hidup dalam keadaan serba kurang di negara-negara miskin seperti Indonesia, sedangkan keluarga, yaitu orang-tua atau para suami mereka sama-sekali tidak bisa diharapkan untuk mencukupi kebutuhan atau tuntutan hidup sehari-hari yang terus saja meningkat. Ditambah lagi dengan situasi negara yang tidak menentu. Kondisi politik dan ekonomi yang sama-sekali tidak menjanjikan atau memberi harapan bagi kesejahteraan rakyat, sehingga membuat sebagian kaum wanita Indonesia terpaksa berangkat ke luar negeri menjadi TKW dalam rangka mencari nafqah dan penghidupan yang layak di negeri orang. Namun, ada dua hal yang perlu mendapat perhatian dari saudari-saudari kita yang menjadi TKW. agar pekerjaan mereka mencari nafqah mempunyai nilai ‘ibadah dan mulia di sisi Allâh. :

Pertama : Tujuan atau motivasi mereka bekerja mencari nafqah harus benar-benar sesuai dengan syara’. Hal ini ditegaskan Rasûlullâh saw. dalam sabdanya :

“Barang-siapa yang bekerja — dengan niyat atau tujuan — untuk kedua orang-tuanya, maka ia berada dalam sabîlillâh, dan barang-siapa yang bekerja untuk keluarganya, maka ia berada dalam sabîlillâh, dan barang-siapa yang bekerja untuk dirinya, untuk menjaga kehormatan dirinya maka ia berada dalam sabîlillâh. Dan barang-siapa yang bekerja — dengan niyat atau tujuan — menumpuk-numpuk harta, maka ia berada di jalan yang sesat atau di jalan syaithân”.
(Diriwayatkan oleh Al-Bazzâr, Abû Nu’aim dan Ash-Bahânî. Lihat Al-Ahâditsush-Shahîhah oleh Syaikh Muhammad Nâshirud-Dîn Al-Albânî jilid V hal. 272 no.: 2232)

Di dalam hadits ini disebutkan secara tegas tiga motivasi atau tujuan mencari nafqah yang benar, yang sesuai dengan syara’, yaitu :

(1) Untuk membantu orang-tua.
(2) Untuk menghidupi keluarga.
(3) Untuk menjaga kehormatan pribadi yaitu agar tidak meminta-minta pada orang lain.

Dan tidak dibenarkan bagi setiap muslim atau muslimah bekerja mencari nafqah dengan tujuan menumpuk-numpuk harta, karena tujuan seperti itu membuat yang orang bersangkutan berada di dalam kesesatan atau di jalan syaithân, sebagaimana ditegaskan oleh hadits di atas.

Jadi, seorang muslim atau muslimah wajib memiliki ketiga motivasi atau salah satu dari tiga motivasi ini ketika ia bekerja mencari nafqah agar ia berada dalam sabîlillâh, yaitu kalau dia menemui ajalnya dalam bekerja, ia terhitung sebagai orang yang mati syahid, suatu kematian yang sangat mulia dalam Islâm.

Kedua : Jenis pekerjaan hendaknya tidak bertentangan dengan hukum syara’. Artinya, pekerjaan itu tidak haram atau bisa mendatangkan sesuatu yang haram, seperti bekerja di bar-bar untuk menghidangkan minuman keras apalagi menjadi penari yang merangsang hawa-nafsu dll. yang dilarang oleh Agama. Begitu-pula sebaliknya, jangan sampai pekerjaan itu — walaupun halal — menghalanginya dari melakukan kewajiban Agama, seperti shalat, puasa dsb. Dan ditambah lagi dengan tetap menjaga kesopanan sebagai wanita muslimah. (Wallâhu A’lam)

Ditulis pada 09 May 2009

Tinggalkan Pesan

DVD TUTORIAL

Nasehat Harian

  • 51. Nabi saw. bersabda:"Al-Hujjaju Wal-'Ummaru Wafdullah,In Sa-alu U'thu,Wa In Da'au Ujibu,Wa In Anfaqu Ukhlifu". (Org2 yg melakukan haji dan 'umrah itu adalah tamu Allah,jika mrk.minta --sesuatu kpd Allah-- pasti diberi;jika mrk berdo'a pasti dikabulkan,dan jika mrk infaq pasti diganti)
  • 50. Hajji artinya dari segi bahasa Al-Qashdu Ila Man Tu'azhzhimuhu (Sengaja berkunjung kpd. Yang sangat engkau hormati). Yaitu Allah Rabbul-'Alamin.Dan Baitullah (Ka'bah) adalah symbol dari kunjungan (haji) kpd. Allah.Dari sinilah dibangun pengertian;Orang yg menunaikan ibadah haji adalah tamu2 Allah.
  • 49. Nabi saw bersabda:"Innal-Mushalli Yunaji Rabbahu,Fal-Yanzhur Bima Yunaji Bihi.." Artinya:"Sesungguhnya org yg shalat itu ber-bisik2 (berkomunikasi) dgn Rabb-nya (Allah),maka hendaklah ia perhatikan isi pembicaraannya dgn Allah"(H.R.Malik).Betapa luar-biasanya ibadah shalat ini.(Subhanallah).
  • 48. Target ketiga:Membangun jalinan komunikasi yg intens dgn Allah;sebagaimana firman Allah:"Ya-ayyuhalladzina Amanusta'inu Bish-Shabri Wash-Shalah. Innallaha Ma'ash-Shabirin".Artinya:Hai org2 yg beriman,minta tolonglah kalian --kpd Allah-- dgn sabar dan shalat.Sesungguhnya Allah bersama org2 yg sabar (surah 2 ayat 153).(Bersambung)
  • 47. Termasuk perbuatan keji, adalah memaki, mencela, mengeluarkan ucapan kotor dll termasuk juga melakukan perbuatan zina. Ayat tersebut menyatakan secara eksplisit bhw setiap manusia memiliki potensi berbuat keji dan munkar,tdk perduli seorg ulama atau ustadz sekalipun. Nah,shalat yg dilakukan dgn cara2 yg sesuai dgn atur...annya,akan menjadi penghalang atau mencegah dari itu semua.Subhananallah.(Bersambung).
  • 46. Target shalat yg kedua:Membangun benteng yg kuat utk melindungi diri dari sifat2 buruk sebagaimana firman Allah:"Aqimish-Shalat, Innash-Shalata Tanha 'Anil-Fahsya-i Wal-Munkar" artinya: Tegakkanlah Shalat,sesungguhnya Shalat --dapat--mencegah dari perbuatan keji dan munkar (surah 29 ayat 45).Yg dimaksud keji adalah per...angai buruk, dan yg maksud munkar adalah semua perbuatan yg dilarang dan dibenci Allah. (Bersambung)
  • 45. Imam Ibnul-Qayyim mengatakan bahwa "Org yg, relaksasi dalam shalat akan merasa ringan, bahagia dan semua beban hidupnya pun hilang".Jadi,perasaan itu semua diraih ketika shalat, bukan setelah shalat.Padahal,kita pada umumnya merasa ringan setelah shalat.Tanpa disadari kita telah menganggap shalat itu beban,sehingga set...elah shalat kita merasa beban itu hilang. Inilah kekeliruan besar kita selama ini.(Bersambung)
  • 44. Thuma'ninah artinya tenang, tdk ter-gesa2,seperti umumnya org yg sedang relaksasi atau beristirahat. Dgn kata-lain,istirahat batin (jiwa) dilakukan sepenuhnya di dalam shalat,bukan setelah shalat.Inilah yg harus disadari oleh setiap muslim yg akan shalat;bahwa ia akan melakukan relaksasi batin.Dan org yg shalat dgn thu...ma'ninah justru akan merasa ringan dan shalatnya pun terasa sebentar.
  • 43. Shalat adalah ibadah paling agung setelah syahadat. Ada 3 target jangka pendek dari shalat; pertama:sebagai sarana istirahat jiwa (batin),sabda Nabi saw:"Arihna Bish-Shalah"(Istirahatkanlah--diri--kita dgn. shalat).Jadi,shalat adalah sarana relaksasi utk memulihkan energi batin yg. terkuras ketika berintraksi dgn kehid...upan.Itulah sebabnya shalat harus dilakukan dgn thuma'ninah.(Bersambung)
  • 42. Artinya--menurut Syaikh Al-Albani--,siapa-saja bekerja dgn 3 motivasi tsb atau dgn salah satu dari 3 motivasi itu, maka ia sama dgn org yg berjihad dalam Sabilillah;artinya jika mati, maka ia "mati syahid", yaitu; ia akan bebas dari siksa kubur dan pada hari Kiamat ia langsung masuk ke dalam Sorga tanpa dihisab. Subhanallah Wal-Hamdulillah
  • 41. Dan siapa-saja yg bekerja utk menjaga --kehormatan--dirinya,ia pun juga dalam Sabilillah (Silsilah Hadits Shahih jilid V no.2232). Menurut hadits ini ada 3 motivasi (niat) dalam bekerja yg membuat pelakunya berada dalam Sabilillah;yaitu: utk. kedua org.tua, utk keluarga dan utk diri sendiri. (Bersambung)
  • 40. Ucapan Umar ini sesungguhnya merupakan penjelasan sabda Nabi saw:"Man Sa'a 'Ala Walidaihi Fafi Sabilillah, Wa Man Sa'a 'Ala 'Iyalihi Fafi Sabilillah, Wa Man Sa'a Linafsihi Liya'iffaha, Fahuwa Fi SabilillaH" (Siapa-saja bekerja--mencari nafkah-- utk kedua org.tuanya, maka ia dalam Sabilillah,siapa-saja yg bekerja utk ke...luarganya,maka ia juga dalam Sabilillah....(bersambung)
  • 39. Ucapan Umar merupakan acuan bagaimana sikap dan pandangan seorg. mu'min seharusnya terhadap pekerjaan mencari nafkah. Umar adalah seorg.sahabat Nabi saw. yg paling benar ucapannya, sehingga Nabi saw berkata:"Innallaha Wadha'al-Haqqa 'Ala Lisani 'Umar Yaqulu Bihi" (Sesungguhnya Allah meletakkan kebenaran pada lisannya U...mar, dan ia mengatakan kebenaran itu). Artinya, Nabi saw melegitimasi kebenaran ucapan Umar.
  • 38. Umar bin Khaththab berkata:"Tidak ada tempat yg paling aku sukai utk mati (menjemput ajal) kecuali pasar,yaitu ketika aku sedang berjual-beli utk menafkahi keluargaku"(Ihya hal.385). Ucapan Umar ini merupakan pernyataan tegas, bahwa ia ingin mati di pasar pada saat sedang melakukan jual-beli (berdagang), bukan di masji...d ketika sedang shalat,berdo'a, berdzikir dsb.(Bersambung)
  • 37. Nabi saw bersabda:"Innallaha Yuhibbul-Mu'min Al-Muhtarif" (Sesungguhnya Allah sangat menyukai seorg.mu'min yg. bekerja keras). Bekerja keras dalam mencari nafkah adalh sikap yg. terpuji.
  • 36. Kiamat adalah kehancuran total alam semesta, namun seorang muslim diharuskan terus menyelesaikan pekerjaannya selama ia bisa melakukannya walaupun Kiamat telah datang di depan kedua matanya. Nabi saw tdk mengatakan kpd si muslim jika Kiamat datang, hendaklah ia tinggalkan pekerjaannya, lalu masuk ke dalam masjid utk be...rdo'a. Tidak..!! Tidak..!! Nabi saw. tdk berkata seperti itu. (bersambung)
  • 35. Islam sangat menghargai "pekerjaan"atau "bekerja" sabda Nabi saw:"Wa In Qamatis-Sa'ah Wa Fi Yadi Ahadikiumul-Fasilah, Fa Inis-Tatha'a An Yaghrisaha Qabla An Yaquma Fal-Yaghrisha" (Meskipun Kiamat sdh terjadi,namun di tangan kalian masih ada pohon kurma, jika ia masih sempat menanamnya seblm. berdiri, maka tanamlah !!) ...(bersambung)
  • 34. Nabi saw bersabda:"Ad-Du'au Saiful-Mu'min" Artinya:"Do'a adalah senjatanya org2 yg beriman". Semoga do'a ini menjadi senjata bagi kita dalam menghadapi mara-bahaya yg datang secara tiba2 dan bisa mengenai siapa-saja. Amien Ya Rabbal-'Alamin.
  • 33. (7) Wa A'udzubika An Amuta Ladighan (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati karena disengat). Maksudnya, jangan sampai aku menemui kematian karena disengat, baik disengat ular, kalajengking dan binatang2 berbisa lainnya. (Hadits Riwayat Abu Dawud; 'Aunul-Ma'bud juz IV hal.410). Inilah do'a yg selalu dibaca oleh Nabi s...aw. agar terhindar dari 7 macam mara-bahaya yg bisa terjadi secara tiba2 dan menimpa siapa-saja.
  • 32.  (6) Wa A'udzubika An Amuta Fi Sabilika Mudbiran (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati dlm. keadaan murtad dari jalan-Mu). Murtad artinya meninggalkan Islam, berpaling kpd agama yg lain. Jadi, kita minta kpd. Allah agar Ia menguatkan hati dan iman kita kpd-Nya sampai ajal datang menjemput dan kita pun mati sebagai seorang muslim.
  • 31. Benci pd kematian berarti benci bertemu Allah.Nabi saw mengatakan:"Siapa yg benci bertemu Allah, maka Allah pun benci bertemu dgn.nya". Dan para ulama mengatakan,bhw gangguan setan yg paling dahsyat adalah ketika manusia menghadapi sakratul-maut,karena saat itu merupakan kesempatan mrk yg terakhir utk memperoleh teman ...di Neraka. (Na'udzu Billahi Min Dzalik).
  • 30. (5) Wa A'udzubika An-Yatakhabbathaniasy-Syaithanu 'Indal-Maut (Dan aku berlindung kpd-Mu dari intervensi setan ketika -- aku -- akan mati). Yg.dimaksud intervensi setan ialah gangguan setan thd. hati ketika kita menghadapi sakratul-maut sehingga kita gagal mencapai husnul-khatimah (kematian yg indah).Gangguan itu antar...a lain, meng-halang2i kita bertaubat, membuat kita merasa tdk suka (benci) pd. kematian (bersambung)
  • 29. Wal-Harami (Dan juga pikun). Pikun adalah usia tidak produktif, dan juga menjadi beban orang-lain, karena manusia yg mengalami pikun, kembali seperti anak kecil (balita) lagi. Nabi saw berlindung kpd Allah dari kondisi seperti itu.
  • 28. (4) Wa A'udzubika Minal-Haraqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari terbakar). Maksudnya mati terbakar atau mengalami kebakaran seperti banyak terjadi akhir2 ini, entah disengaja atau tidak.
  • 27. (3)Wa A'udzubika Minal-Gharaqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari tenggelam). Misalnya tercebur dikolam air yang dalam, sungai atau lautan, termasuk juga karam bersama perahu atau kapal. Pokoknya Beliau berlindung kpd Allah, jgn sampai Beliau mati tenggelam.
  • 1. (2) Wa A'udzubika Minat-Taraddiy (Dan aku berlindung kpd-Mu dari jatuh dari tempat yg tinggi). Misalnya jatuh dari atas gunung, atap rumah atau bersama pesawat terbang yg. jatuh, atau jatuh ke dalam sumur. Pokoknya Beliau saw berlindung kpd Allah jgn sampai Beliau mati karena jatuh dari tempat yg tinggi.
  • 26. Nabi saw berdo'a minta perlindungan dari 7 perkara; do'a Beliau: (1) Allahumma Inni A'udzubika Minal Hadmi (Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari tertimpa bangunan). Kalimat do'a ini secara tegas menyatakan bahwa siapa-saja bisa mati tertimpa bangunan runtuh seperti yg. terjadi di Sum-Bar. Dan Nabi saw adalah kekasih Al...lah,sebaik-baik manusia, toh Beliau masih minta perlindungan jgn. sampai tertimpa bangunan runtuh.
  • 25. Mengkaitkan gempa di Sum-Bar sebagai azab adalah logika bodoh atau logika Dajjal yg menyesatkan. Marilah kita bersikap hati2, dan terus berusaha membantu saudara2 kita di sana, Nabi saw bersabda:"Wallahu Fi'Aunil-'Abdi Ma Kanal-'Abdu Fi'Auni Akhihi"( Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama ia menolong sdr.nya).
  • 24. Jadi, janganlah kita meng-kait2kan peristiwa gempa yg menimpa Sum-Bar khususnya, sebagai azab atau laknat yg. diturunkan Allah karena org.2 Sum-Bar bukan org.sholeh dsb. Itu adalah pernyataan2 yg mengandung fitnah dan menyesatkan. Saya kira di Ibu Kota sangat banyak para pelaku maksiat 24 jam. Tapi toh tdk dihantam gempa, apa org,2 di Ibu Kota itu sholeh semua?
  • 23. Gempa adalah fenomena alam yg biasa terjadi di-mana2 dan bisa menimpa siapa-saja, orang2 yg. sholeh atau yg. jahat, sehingga Nabi saw. berdo'a: "A'udzu Bi 'Azhimatika An Ughtala Min Tahti" (Ya Allah, aku berlindung kpd.-Mu dari bahaya -gempa-- yg mengancam dari bawahku).Coba lihat, Nabi saw. saja sebagai kekasih Allah ...masih minta perlindungan dari bahaya gempa. Artinya, Beliau pun merasa kuatir ditimpa gempa.
  • 22. Menafsirkan Al-Quran dgn pendapat pribadi adalah perbuatan yg dilarang agama;Nabi saw bersabda (yg.artinya):"Siapa-saja yg menafsirkan Al-Quran dgn pendapatnya......., maka silahkan ia duduk di Neraka" (HR.Tirmidzi). (2) Menuduh kafir thd.org2 muslim, padahal Nabi saw (yg.artinya):"Siapa-saja yg menuduh kafir thd. musl...im,maka tuduhan itu akan kembali kpd.dirinya".
  • 21. Akhir2 ini ada sebagian org. yg mengaitkan wkt. terjadinya gempa di Sumbar; pkl.17.16 dgn QS 17:16; pkl.17.58 dgn QS 17:58 dsb.Padahal ayat2 tsb berkaitan dgn siksa yg menimpa org2 kafir,dgn kata-lain mrk.menuduh para korban gempa adalah org2 kafir.Sungguh ini perbuatan fitnah yg luar-bisa. Justru mrk. tlh.melakukan 2 ...pelanggaran besar:(1) Mentafsirkan Al-Quran se-mata2 dgn pendapat pribadi..(bersambung)
  • 20. Para 'ulama berkata:"Fikratu Fi Ala-illah Yatawalladu minhal-Mahabbah Wasy-Syukru" (Mengingat nikmat2 Allah akan melahirkan rasa cinta dan bersyukur kpd. Allah). 'Ali berkata: Ada 6 nikmat yg paling utama: (1) Islam (2) Al-Quran (3) Muhammad Rasulullah saw (4) Kesejahteraan (5) Tertutupnya aib (6) Bebas dari ketergantu...ngan kpd org.lain. Ke 6 nikmat ini ada pd.kita, tinggal bagaimana kita memahami dan mengelolanya...
  • 19. Kedua:Bersyukur dgn hati. Nabi saw bersabda:"Liyattakhidz Ahadukum Qalban Syakiran" artinya:"Hendaklah tiap2 kalian mengupayakan hatinya utk selalu bersyukur". Mengupayakan hati utk selalu bersyukur dilakukan dgn cara selalu mengingat nikmat2 Allah, sebagaimana firman Allah:Wadzkuru Ni'matallahi 'alaikum (ingatlah sela...lu nikmat Allah atas kalian)....(bersambung)
  • 18. Umar pernah bertanya kpd Ali tentang kedudukan kalimat "Al-Hamdulillah". Ali pun menjawab:"Kalimatun Radhiyallahu Linafsih Wa Ahabba An Tuqal".Artinya:(Al-Hamdulilah) adalah kalimat yg Allah ridhai bagi diri-Nya dan Dia pun sangat suka bila kalimat itu diucapkan. Ibnu 'Abbas berkata:"Al-Hamdulillah Kalimatu Kulli Syaki...r".Artinya: "Al-Hamdulillah adalah ucapan tiap2 org yg bersyukur".
  • 17. Dari ke-2 hadits tsb disimpulkan bhw.ucapan Al-Hamdulillah memiliki nilai yg.amat tinggi dan kontribusi luar-biasa sebagai ungkapan kesyukuran dgn. lisan. Karena ucapan Al-Hamdulillah lebih tinggi nilainya dari nikmat itu sendiri,bahkan andaikan nikmat tsb berupa seluruh kekayaan dunia.Dan juga lebih besar kontribusiny...a daripada nikmat itu sendiri...Sungguh berbahagialah umat Muhammad saw.dgn kalimat Al-Hamdulillah..
  • 16. Nabi saw. bersabda yg artinya:"Andaikan dunia seluruhnya diberikan kpd seorg.umat-ku,lalu dia mengucapkan"Al-Hamdulillah", maka ucapannya itu lebih afdhal dari --seluruh dunia yg menjadi miliknya--itu"(H.R.Hakim&Tirmidzi).Dlm.hadits lain Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah ridha kpd seorg hamba yg selalu menyebut Al...-Hamdulillah setiap selesai makan atau minum"(H.R.Ahmad,Muslim dll).
  • 15. Bersyukur kpd Allah baru dianggap sempurna bila memenuhi 4 syarat;Pertama:Bersyukur dgn lisan (ucapan),yaitu menyebut"Al-Hamdulillah"pd.setiap nikmat yg diperoleh.Dlm.hal ini Nabi saw bersabda yg artinya: Tdk.lah seorg.hamba mendapat nikmat dari Allah lalu ia mengucap Al-Hamdulillah,melainkan ucapan itu lebih hebat dar...i nikmat tsb).Dalam hadits lain disebutkan:....
  • 14. Bersyukur itu wajib. Lawan kata "Syukur" adalah "Kufur" yg artinya:"Menentang tdk menghargai". Allah berfirman:"La In Syakartum La Azidannakum Wa La In Kafartum, Inna 'Adzabi Lasyadid" (Jika kalian bersyukur,maka Aku (Allah) pasti akan menam- bahkan--nikmat-- pd kalian, dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksaan-Ku am...atlah keras) Surah 14 ayat 7.
  • 13. Apa arti bersyukur? Syukur itu bahasa Arab berasal dari kata "Syakara" yg. artinya "Tsana-a" yaitu: Memuji dan menghargai".Jadi, "mensyukuri nikmat" artinya:"Memuji dan menghargai nikmat" apa saja yg datang dari Allah,se- dikit atau banyak.Disebutkan dari Nabi saw.:"Man Lam Yasykur Qalil Lam Yasykur Katsir" (Siapa saja... yg tdk bisa mensyukuri nikmat yg sedikit, maka ia tdk.akan bisa mensyukuri nikmat yg.banyak).
  • 12. Luqmanul-Hakim berkata:"Manusia itu terdiri dari 3 bagian; seper-3 miliik Allah,seper-3 milik dirinya dan seper-3 milik belatung.Adapun yg.mutlak milik Allah adalah ruh-nya. Dan yg. menjadi miliknya,adalah amalnya.Sedangkan yg. menjadi milik belatung adalah jasadnya".
  • 11. Nabi saw bersabda: "Al-Kayyisu Man Dana Nafsahu Wa'Amila Lima Ba'dal-Maut". (Org.yg.cerdas,adalah yg. mampu mengendalikan dirinya,dan selalu beramal (bersiap) utk. menghadapi resiko setelah kematian)
  • 10. Sabda Nabi saw:"La Qalbu Ibnu Adam Asyaddu Inqilaban Minal-Qidri Idzaj-Tama'at Ghalyanan". Artinya: "Sungguh, hati manusia itu lebih dahsyat bergolaknya daripada --air-- yang mendidih dalam periuk".(H.R. Ahmad dan Al-Hakim). Hadits menunjukkan betapa bolak-baliknya hati dan pikiran, ber-pindah2 dari satu keadaan kpd. k...eadaan yg. lain terjadi begitu cepat, tanpa proses yg. panjang....
  • 9. Syarat ke (5): Melakukan shalat malam pada malam2 Ramadhan;Nabi saw bersabda:"Man Qama Ramadhana Imanan Wah-Tisaban Ghufira Lahu Ma Taqaddama Min Dzanbihi".(Siapa-saja yang berdiri --shalat di malam2 -- Ramadhan, karena iman dan mencari hitungan,akan diampuni segala dosa ia lakukan pd. wkt. yang lalu. H.R. Al-Bukhari).... Al-Hamdulillah Bini'matihi Tatimmush-Shalihat. Selesailah 5 syarat mencapai target Shaum.
  • 8. Syarat ke(4): Tidak mengeluarkan kata2 cabul,ber-teriak2(bertengkar),sabda Nabi saw: Idza Kana Yaumu Shaumi Ahadikum Fala Yarfuts Wa La Yashkhab,Fa-in Sabbahu Ahadun Aw Qatalahu Fal-yaqul Innim-ru-un Sha-imun (Ketika ada hari berpuasa salah seorg kalian, maka jgn.lah ia mengucapkan kata2 cabul dan ber-teriak2 (me-maki2...). Jika ada org yg memakinya atau memojokkannya, katakanlah:"Aku sedang berpuasa". H.R. Al-Bukhari)
  • 7. Syarat ke (3): Tidak menggunjing orang, sabda Nabi saw:"Ash-Shaumu Junnatun Ma Lam Yahriqha Bil-Ghibah" (Puasa itu adalah perisai --kehidupan--selama ia (org yg. bersangkutan) tdk merusaknya dgn menggunjing. H.R. An-Nasa-i dan Ad-Darimi). Jadi, menggunjing itu merusak perisai dan pahala Shaum.Padahal puasa itu menurut ...Nabi saw adalah perisai yg dapat melindungi dlm.pertempuran hidup, terutama utk 11 bulan ke depan.
  • 6. Syarat ke(2):Meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta,sabda Nabi saw:"Man Lam Yada' Qaulaz-Zur Wal-'Amala Bihi, Falaisa Lillahi Hajatun Fi An-Yada'a Tha'amahu Wa Syarabahu"(Siapa-saja yg tdk meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta,maka tdk ada keinginan bagi Allah utk--menerima puasanya meskipun--ia meninggalkan makan d...an minumnya. H.R.Al-Bukhari) Maksudnya,meskipun ia menahan lapar dan haus, pahala puasanya sia2.....
  • 5. Menurut hadits2 yg. shahih,ada 5 (lima) syarat yg. herus dipenuhi oleh setiap muslim, agar puasanya mencapai hasil; (1) Berpuasa dgn niat krn. iman kpd Allah dan mencari hasil, sabda Nabi saw :"Man Shama Ramadhana Imanan Wah-Tisaban Ghufira Lahu Ma Taqaddama Min Dzanbihi" (Siapa-saja yg berpuasa Ramadhan krn iman dan m...encari hasil (yaitu Taqwa), maka diampuni segala dosa2 yg. dahulu ia kerjakan. H.R. Bukhari) .....
  • 4.  Allah SWT telah menegaskan tujuan puasa; yaitu LA'ALLAKUM TATTAQUN (agar kalian bertaqwa). Arti Taqwa dari segi bahasa: "Terpelihara dari berbagai penyakit". Jadi, puasa bertujuan utk memelihara qalbu dari macam2 penyakit batin, seperti; ujub, takabur, dengki dsb. Taqwa juga berarti "Makhafatullahi Wal-'Amalu Bitha'ati...h" (Rasa takut kpd Allah serta melaksanakan kepatuhan kpd-Nya). Inilah tujuan puasa.....
  • 3. Shaum atau Puasa itu arti sesungguhnya adalah: "Tarkul-Kalam Wa Imsakun 'anil-Fi'li" (Meninggalkan/Memelihara ucapan dan menahan -- diri -- dari perbuatan). Nabi saw bersabda (artinya): "Puasa itu bukan -- sekedar -- menahan makan dan minum, akan tetapi puasa adalah menahan diri dari perbuatan sia2 dan ucapan yg. kotor".
  • 2. Siapa saja yang sibuk dengan urusan syahwat, maka ia tidak bisa lepas dari wanita. Siapa saja yang sibuk dengan urusan harta , maka ia tidak bisa lepas dari perbuatan haram.
  • 1.  "Sungguh, hati (pikiran) manusia itu lebih sangat bergolak daripada air yang mendidih dalam panci"

VIDEO KEGIATAN ASIISC

Waktu Sholat

    Waktu Sholat hari ini di
    ....

Most Downloaded

  • N/A

Tools