Al-Qur-’ân telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berdzikir menyebut nama Allâh sebanyak-banyaknya, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Ahzab (33) : 41 :

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allâh, dzikir yang sebanyak-banyaknya”.
Adapun tujuan dzikir – secara global – menurut Al-Qur-’ân ialah :
A. Untuk menenteramkan hati
Ini disebutkan dalam surah Al-Ra’du (13) : 28 :

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allâh (dzikir). Ingatlah, hanya dengan mengingat Allâh-lah (dzikir) hati menjadi tenteram”.
B. Untuk mendapatkan keberuntungan
Ini disebutkan dalam surah al-Jumûâh (62) : 10 :

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi; dan carilah karunia Allâh dan ingatlah Allâh (dzikir) banyak-banyak agar kalian beruntung”.
Menurut Ibnu Katsîr, yang dimaksud keberuntungan dalam ayat ini ialah keberuntungan dalam soal jual-beli dan usaha-usaha lainnya. Sedangkan tujuan dari perintah untuk berdzikir kepada Allâh dengan sebanyak-banyaknya ialah agar kalian tidak dilalaikan oleh kesibukan dunia sehingga kalian lupa dari berdzikir, padahal berdzikir itu juga akan memberi manfaat bagi kehidupan akhirat kalian.
Mujahid berkata : “Seseorang tidak akan bisa mencapai derajat dan terhitung sebagai hamba-hamba Allâh yang banyak berdzikir kepada Allâh, sehingga ia melaksanakan Dzikrullâh (berdzikir kepada Allâh) dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring”.
(Tafsir Ibnu Katsîr juz IV hal. 367)
Jadi, menurut ayat ini, Dzikrullâh (berdzikir kepada Allâh) yang banyak dapat memberikan kebahagiaan lahir dan batin serta keberuntungan dunia dan akhirat.
Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur-’ân yang berbicara tentang pentingnya memperbanyak Dzikrullâh.
