Dzikrullâh atau berdzikir mengingat Allâh merupakan perintah Allâh dan hal esensial bagi setiap muslim dalam menjalin hubungan pribadinya sebagai hamba dengan Allâh SWT. Sebagai Pencipta, sebagaimana firman Allâh :

“Maka berdzikirlah kalian pada-Ku, Aku pun akan mengingat kalian”
(Surat Al-Baqarah (2) : 152)
Dalam sebuah hadits Qudsy, Allâh berfirman :

“Wahai hamba-Ku, Aku ada pada persangkaanmu pada-Ku, dan Aku bersamamu apabila engkau berdzikir pada-Ku”
(H.R. Al-Hâkim dari Anas. Lihat Fathul-Kabîr No. 4201)
Jadi, orang yang senantiasa berdzikir kepada Allâh akan selalu diingat Allâh dan Allâh akan selalu menyertainya kemanapun ia pergi dan dimanapun ia berada.
Dzikrullâh menurut Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah (rahimahullâh) adalah kebutuhan rohani yang vital bagi setiap muslim, beliau berkata :

“Dzikrullâh bagi manusia seperti air bagi ikan, maka lihatlah bagaimana ikan bisa hidup bila ia jauh dari air”
