A. Menghidupkan Hati (Rohani)
Rasûlullâh saw. bersabda :

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berdzikir (lalai), adalah bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati”
(H.R. Bukhârî dari Abu Musa Al-Asy-arî r.a.)
Syaikhul-Islâm Ibnu Taymiyyah (rahimahullâh) berkata :

“Dzikrullâh bagi manusia seperti air bagi ikan, maka lihatlah bagaimana ikan bisa hidup bila ia jauh dari air ?”.
Begitulah hati manusia, tidak akan bisa hidup tanpa Dzikrullâh.
B. ‘Amal yang Paling Baik, Suci Dan Agung
Rasûlullâh saw. bersabda :

“Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sebaik-baiknya ‘amal kalian, paling bersihnya ‘amal di sisi Penguasa kalian (Allâh), lebih luhurnya ‘amal di dalam derajat kalian, lebih baik bagi kalian daripada menginfaq-kan emas dan perak, bahkan lebih baik bagi kalian daripada kalian bertemu musuh kalian – di medan perang – kemudian kalian pukul (penggal) leher-leher mereka dan mereka pun memenggal leher-leher kalian?” Mereka (sahabat) berkata : “Baiklah ya Rasûlullâh”. Beliau saw. bersabda : “Dzikrullâh”.
(H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari Abu Darda’. Hakim berkata : Isnadnya Shahîh).
C. Mengusir Syaithan dan Pengaruhnya dari Hati
Rasûlullâh saw. bersabda :

“Tidak ada dari seorang anak Adam (manusia) pun melainkan pada hatinya ada dua rumah. Di dalam salah satu keduanya dihuni malaikat, sedang yang lainnya dihuni syaithan. Maka apabila ia berdzikir kepada Allâh Ta’âla, maka dia (syaithan) menyelinap (pergi). Dan apabila ia tidak berdzikir kepada Allâh (lalai), maka dia (syaithan) meletakkan moncong (mulut)nya di dalam hatinya (manusia) dan membisik-bisiki kepadanya (hati)”.
(H.R. Mushannif Ibnu Abi Syaibah)
Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan keistimewaan (fadhîlah) memperbanyak Dzikrullâh.
