<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>As-Salaf Information and Islamic Study Center (ASIISC) &#187; 3 LANDASAN UTAMA</title>
	<atom:link href="http://www.asiisc.net/category/3-landasan-utama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.asiisc.net</link>
	<description>Kegiatan da&#039;wah Islam sesuai Al-Qur&#039;an dan sunah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Sep 2011 11:08:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Pendahuluan</title>
		<link>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/pendahuluan.html</link>
		<comments>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/pendahuluan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 18:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Debby Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 LANDASAN UTAMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.islam.rudytarigan.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Akhi (saudaraku). Semoga Allâh senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda. Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu : 1. Ilmu, ialah mengenal Allâh, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islâm berdasarkan dalil-dalil. 2. ‘Amal, ialah menerapkan ilmu ini. 3. Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini. 4. Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height: 150%; text-align: justify;">Akhi (saudaraku). <span style="font-family: Verdana;">Semoga Allâh senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda. Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :<span id="more-234"></span></span></p>
<table style="border-collapse: collapse; text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">1.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Ilmu, ialah mengenal Allâh, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islâm berdasarkan dalil-dalil. </span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">2.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> ‘Amal, ialah menerapkan ilmu ini. </span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">3.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini. </span></td>
</tr>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">4.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berda’wah kepadanya. </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Dalilnya, firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/01.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal shaleh dan saling nasehat-menasehati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar”</em><br />
(Surah Al-‘Ash (103) : 1-3)</p>
<p style="text-align: justify;">Imam Asy-Syafi’î (Abu Abdillâh : Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin ;Utsman bin Syafi’ Al-Hasyimi Al-Qurasyi Al-Muthalibi (150-240 H = 767-820 M). Salah seorang imam empat. Dilahirkan di Gaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Di antara karya ilmiahnya : Al-Umm, Ar-Risalah dan Al-Musnad.), Rahimahullâh Ta’âla, mengatakan : “Seandainya Allâh hanya menurunkan surah ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surah ini sebagai hujjah bagi mereka”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan imam Al-Bukharî (Abu ‘Abdillâh : Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al-Bukhârî (194-256 H = 810-870 M). Seorang ulama ahli hadits. Untuk mengumpulkan hadits ia telah menempuh perjalanan yang panjang : mengunjungi Khurasan, Irak, Mesir dan Syam. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain : Al-Jâmi’ Ash-Shahih (yang lebih dikenal dengan Shahih Al-Bukhârî), At-Târîkh, Adh-Dhu’afâ, Kha;q Af’âl Al-‘Ibâd), Rahimahullâh Ta’âla, mengatakan : “Bab : Ilmu didahulukan sebelum ucapandan perbuatan. Dalilnya firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/02.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain Allâh dan mohonlah ampunan atas dosamu”</em><br />
(Surah Muhammad (47) : 19)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ayat ini, Allâh memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan) ….(Al-Bukhârî dalam Shahihnya, kitab Al-‘Ilm. Bab 10) sebelum ucapan dan perbuatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhi,<br />
Semoga Allâh senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda. Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini :</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">1.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Bahwa Allâh-lah yang menciptakan kita dan yang memberi rizki kepada kita. Allâh tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang Rasul, maka barangsiapa mentaati Rasul tersebut pasti akan masuk surga dan barangsiapa menyalahinya pasti akan masuk neraka. Allâh Ta’âla berfirman : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/03.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus kepada Fir’aun seorang Rasul, tetapi Fir’aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa ia dengan siksaan yang berat”</em><br />
(Surah Al-Muzzammil (73) : 15 – 16)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">2.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Bahwa Allâh tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang nabi yang diutus menjadi Rasul. Allâh Ta’âla berfirman : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/04.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allâh, karena itu janganlah kamu menyembah seorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allâh”</em><br />
(Surah Al-Jinn (72) : 18)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">3.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasûlullâh serta mentauhidkan Allâh, tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang memusuhi Allâh dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu keluarga terdekat. Allâh Ta’âla berfirman : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/05.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allâh dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allâh dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allâh telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allâh ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allâh. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allâh itulah golongan yang beruntung.”</em><br />
(Surah Al-Mujâdalah (58) : 22)</p>
<p style="text-align: justify;">Akhi,<br />
Semoga Allâh membimbing anda untuk taat kepada-Nya.<br />
Ketahuilah, bahwa Islâm yang merupakan tuntunan Nabi Ibrâhîm adalah ibadah kepada Allâh semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Itulah yang diperintahkan Allâh kepada seluruh umat manusia dan hanya untuk itu sebenarnya mereka diciptakan-Nya, sebagaimana firman Allâh Subhânahû wa Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/06.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”</em><br />
(Surah Adz-Dzâriyât (51) : 56)</p>
<p style="text-align: justify;">Ibadah, dalam ayat ini, artinya : tauhid. Dan perintah Allâh yang paling agung adalah tauhid, yaitu : memurnikan ibadah untuk Allâh semata-mata. Sedang larangan Allâh yang paling besar adalah syirik, yaitu : menyembah selain Allâh di samping menyembah-Nya. Allâh Ta’âla berfirman :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/07.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sembahlah Allâh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.”</em> (Surah An-Nisâ (4) : 36)</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, apabila anda ditanya : Apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia ? Maka hendaklah anda menjawab : Yaitu mengenal Allâh ‘Azza wa Jalla; mengenal agama Islâm; dan mengenal Nabi Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/pendahuluan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Allah ‘azza wa jalla</title>
		<link>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-allah-%e2%80%98azza-wa-jalla.html</link>
		<comments>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-allah-%e2%80%98azza-wa-jalla.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 18:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Debby Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 LANDASAN UTAMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.islam.rudytarigan.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Apabila anda ditanya : Siapakah Tuhanmu ? Maka katakanlah : Tuhanku adalah Allâh, yang telah memelihara diriku dan semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya. Dan Dia-lah sesembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain-Nya. Allâh Subhânahû wa Ta’âla berfirman : Segala puji bagi Allâh, Tuhan Pemelihara semesta alam,” (Surah Al-Fâtihah (1) : 1) Semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apabila anda ditanya : Siapakah Tuhanmu ? Maka katakanlah : Tuhanku adalah Allâh, yang telah memelihara diriku dan semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya. Dan Dia-lah sesembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain-Nya.</p>
<p style="line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;"> Allâh Subhânahû wa Ta’âla berfirman :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/08.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>Segala puji bagi Allâh, Tuhan Pemelihara semesta alam,”</em><br />
(Surah Al-Fâtihah (1) : 1)</span></p>
<p style="text-align: justify;">Semua yang ada selain Allâh disebut Alam, dan aku adalah salah satu dari semesta alam ini.<br />
Selanjutnya, jika anda ditanya : Melalui apa anda mengenal Tuhan ? Maka hendaklah anda jawab : Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari, bulan dan lain-lain. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/09.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allâh Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.”</em><br />
(Surah Fush-shilat (41) : 37)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman-Nya :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/10.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allâh yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allâh. Maha Suci Allâh, Tuhan semesta alam.”</em><br />
(Surah Al-A’râf (7) : 54)</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan inilah yang berhaq disembah. Dalilnya, firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/11.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allâh, padahal kamu mengetahui.”</em><br />
(Surah Al-Baqarah (2) : 21-22)</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Katsir (Abu Al-Fidâ’ : Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al-Qurasyi Ad-Dimasyqi (701 – 0774 H = 1302 – 1373 M). Seorang ahli ilmu hadits, tafsir, fiqh dan sejarah. Di antara karyanya : Tafsir Al-Qur-‘ân Al-Azhîm, Thabaqât Al-Fuqahâ’ Asy-Syaffi’iyyin, Al-Bidâyah Wa An-Nihâyah (sejarah), Ikhtishâr ‘Ulûm Al-Hadîts Syarh Shahîh Al-Bukhârî (belum sempat dirampungkannya)), Rahimahullâh Ta’âla, mengatakan : “Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ‘ibadah (Lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’ân Al-‘Azhîm (Cairo : Maktabah Dar AT-Turats, 1400 H), jilid 1, hal. 57)”</p>
<p style="text-align: justify;">Dan macam-macam ‘ibadah yang diperintahkan Allâh itu, antara lain : Islam (Islam yang dimaksud di sini, adalah : Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji), iman, ihsan, doa, khauf (takut), raja’ (pengharapan), tawakkal, raghbah (penuh minat), rahbah (cemas), khusyu’ (tunduk), khasyyah (takut), inabah (kembali kepada Allâh), isti’anah (memohon pertolongan), isti’adzah (meminta perlindungan), istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), dzabh (penyembelihan), nadzar dan macam-macam ‘ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allâh.</p>
<p style="text-align: justify;">Allâh Subhânahû wa Ta’âla berfirman :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/12.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allâh. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allâh.”</em><br />
(Surat Al-Jinn (72) : 18)</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, barangsiapa yang menyelewengkan ‘ibadah tersebut untuk selain Allâh, maka dia adalah musyrik dan kafir. Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/13.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allâh, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.”</em><br />
(Surat Al-Mu’minûn (23) : 117)</p>
<p style="text-align: justify;">Dalil macam-macam ‘ibadah :</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">1.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil doa : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/14.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan Tuhanmu berfirman: &#8220;Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina&#8221;.”</em><br />
(Surat Mu’min (40) : 60)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan diriwayatkan dalam hadits :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/15.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Doa itu adalah sari ‘ibadah (Hadits riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jâmi’ Ash-Shahîh, kitab Ad-Da’wât bab 1. Maksud hadits ini adalah bahwa segala macam ‘ibadah, baik yang umum maupun yang khusus, yang dilakukan seorang mu’min, seperti : mencari nafkah yang halal untuk keluarga, menyantuni anak yatim dll, semestinya diiringi dengan permohonan ridha Allâh dan pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu doa (permohonan dan pengharapan tersebut) disebut oleh Rasûlullâh saw sebagai sari atau otak ‘ibadah, karena senantiasa harus mengiringi gerak ‘ibadah.)”</em></p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">2.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil khauf (takut) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/16.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“…..karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”</em><br />
(Surat Ali ‘Imrân (3) : 175)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">3.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil raja’ (pengharapan) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/17.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“…..Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya&#8221;.”</em><br />
(Surat Al-Kahfi (18) : 110)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">4.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil Tawakkal (berserah diri) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/18.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“…..Dan hanya kepada Allâh hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman&#8221;.”</em><br />
(Surat Al-Mâ’idah(5) : 23)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman-Nya :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/19.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“…..Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allâh niscaya Allâh akan mencukupkan (keperluan) nya.”</em><br />
(Surat Ath-Thalâq (65) : 3)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">5.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil raghbah (penuh minat), rahbah (cemas) dan khusyu’ (tunduk) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/20.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“…..Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.”</em><br />
(Surat Al-Anbiyâ’(21) : 90)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">6.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil khasy-yah (takut) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/21.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“…. Maka janganlah kamu, takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. ….”</em><br />
(Surat Al-Baqarah (2) : 150)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">7.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil inabah (kembali kepada Allâh) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/22.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”</em><br />
(Surat Az-Zumar (39) : 54)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">8.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil isti’anah (memohon pertolongan) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/23.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”</em><br />
(Surat Al-Fâtihah (1) : 4)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan diriwayatkan dalam hadits :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/24.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“…… Apabila kamu memohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allâh …..”</em><br />
(H.R. At-Tirmidzi dalam Al-Jâmi Ash-Shahîh, kitab Shifât Al-Qiyâmah wa Ar-Raqa’iq, bab 59; dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad (Beirut : Al-Maktab Al-Islâmi, 1403 H) jilid 1, hal. 293, 303, 307)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">9.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil isti’adzah (meminta perlindungan) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/25.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Katakanlah: &#8220;Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,”</em><br />
(Surat Al-Falaq (113) : 1)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman-Nya :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/26.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Katakanlah: &#8220;Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia.”</em><br />
(Surat An-Nâs (114) : 1-2)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">10.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/27.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu ……”</em><br />
(Surat Al-Anfâl (8) : 9)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">11.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil dzabh (penyembelihan) : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/28.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allâh, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allâh).”</em><br />
(Surat Al-An’am (6) : 162 – 163)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan dalil dari sunnah :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/29.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Allâh melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allâh …..”</em><br />
(H.R. Muslim dalam Shahîhnya, kitan Al-Adhâhi, bab 8, dan riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 1, hal. 108, 118, dan 152)</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">12.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dalil nadzar : </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/30.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.”</em><br />
(Surat Al-Insân (76) : 7)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-allah-%e2%80%98azza-wa-jalla.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal agama Islam</title>
		<link>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-agama-islam.html</link>
		<comments>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-agama-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 18:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Debby Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 LANDASAN UTAMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.islam.rudytarigan.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Islâm, ialah berserah diri kepada Allâh dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik. Dan agama Islâm, dalam pengertian tersebut, mempunyai tiga tingkatan, yaitu : Islâm, Îman dan Ihsan, masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya. I. Tingkatan Islâm : Adapun tingkatan Islâm, rukunnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Islâm, ialah berserah diri kepada Allâh dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dan agama Islâm, dalam pengertian tersebut, mempunyai tiga tingkatan, yaitu : Islâm, Îman dan Ihsan, masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">I.	Tingkatan Islâm :</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun tingkatan Islâm, rukunnya ada 5 (lima), yaitu :</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">1.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa “Lâ ilâha illallâh” (tiada sesembahan yang haq selain Allâh) dan Muhammad adalah Rasûlullâh; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">2.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Mendirikan shalât; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">3.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Mengeluarkan zakat; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">4.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Shiyam pada bulan Ramadhân; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">5.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Dan Haji ke Baitullâh Al-Haram. </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">01.	Dalil Syahadat :</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/31.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Allâh menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”</em><br />
(Surat Ali ‘Imran (3) : 18)</p>
<p style="text-align: justify;">“Lâ ilâha illallâh”, artinya : Tiada sesembahan yang haq selain Allâh.</p>
<p style="text-align: justify;">Syahadat ini mengandung dua unsur : menolak dan menetapkan. “Lâ ilâha”, adalah menolak segala sembahan selain Allâh; “illallâh”, adalah menetapkan bahwa penyembahan itu hanya untuk Allâh semata-mata, tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam penyembahan kepada-Nya, sebagaimana tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam kekuasaan-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tafsiran syahadat tersebut diperjelas oleh firman Allâh SWT :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/32.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku”. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.”</em><br />
(Surat Az-Zukhruf (43) : 26-28)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/33.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Katakanlah: &#8220;Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allâh dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allâh. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: &#8220;Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allâh)&#8221;.”</em><br />
(Surat Ali ‘Imrân (3) : 64)</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad adalah Rasûlullâh, firman Allâh :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/34.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu&#8217;min.”</em><br />
(Surat At-Taubah (9) : 128)</p>
<p style="text-align: justify;">Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasûlullâh, berarti : mentaati apa yang yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diberitakannya, menjauhi apa yang dilarangnya serta dicegahnya, dan menyembah Allâh hanya dengan cara yang disyariatkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">02.	Dalil Shalat dan zakat serta tafsiran tauhid :</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/35.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allâh dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”</em><br />
(Surat Al-Bayyinah (98) : 5)</p>
<p style="text-align: justify;">03.	Dalil Shiyam :</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/36.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”</em><br />
(Surat Al-Baqarah (2) : 183)</p>
<p style="text-align: justify;">04.	Dalil haji :</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/37.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“…..mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allâh, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullâh; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allâh Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”</em><br />
(Surat Ali ‘Imrân (3) : 97)</p>
<p style="text-align: justify;">II.	Tingkatan Imân :</p>
<p style="text-align: justify;">Imân itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi ialah syahadat “Lâ ilâha illallâh”, sedang cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan (duri, paku kerikil dll). Dan sifat malu adalah salah satu dari cabang imân .</p>
<p style="text-align: justify;">Rukun imân ada 6 (enam), yaitu :</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">1.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Imân kepada Allâh; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">2.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Imân kepada para Malaikat-Nya; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">3.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Imân kepada Kitab-Kitab-Nya; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">4.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Imân kepada para Rasûl-Nya; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">5.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Imân kepada hari Akhirat; dan </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">6.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Imân kepada qadar (Qadar : takdir; ketentuan Ilâhi, yaitu : Imân bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah diketahui, dicatat, dikehendaki dan dijadikan oleh Allâh SWT), yang baik maupun yang buruk. </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Dalil Keenam rukun ini, firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/38.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allâh, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi…….”</em><br />
(Surat Al-Baqarah (2) : 177)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/39.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”</em><br />
(Surat Al-Qomar (54) : 49)</p>
<p style="text-align: justify;">III.	Tingkatan Ihsan :</p>
<p style="text-align: justify;">Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/40.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Beribadahlah kepada Allâh dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu” (Pengertian Ihsan tersebut adalah penggalan dari hadits Jibril, yang dituturkan oleh ‘Umar bin Al-Khaththab r.a., sebagaimana akan disebutkan.)</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dalilnya, firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/41.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sesungguhnya Allâh beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”</em><br />
(Surat An-Nahl (16) : 128)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/42.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan bertawakkallah kepada (Allâh) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”</em><br />
(Surat Asy-Syuarâ (26) : 217 – 220)</p>
<p style="text-align: justify;">Serta firman-Nya :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/43.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur&#8217;ân dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya……”</em><br />
(Surat Yunus (10) : 61)</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun dalilnya dari Sunnah, ialah hadits Jibril (Disebut hadits Jibril karena Jibril-lah yang datang kepada Rasûlullâh saw, dengan menanyakan kepada Beliau tentang Islâm, Imân, Ihsan dan masalah hari Kiamat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pelajaran kepada kaum muslimin tentang masalah-masalah agama.), yang masyhur yang diriwayatkan dari ‘Umar bin Al-Khaththab r.a. :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/44.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi saw, tiba-tiba muncul ke arah kami seorang laki-laki, sangat putih pakaiannya, hitam pekat rambutnya, tidak tampak pada tubuhnya tanda-tanda sehabis dari bepergian jauh dan tiada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi saw, dengan menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut Beliau serta meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Beliau, dan berkata : “Yâ Muhammad, beritahulah aku tentang Islâm”, maka Beliau menjawab : “Yaitu : bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allâh serta Muhammad adalah Rasûlullâh, mendirikan shalât, mengeluarkan zakat, melakukan shiyam pada bulan Ramadhân dan melaksanakan haji ke Baitullâh jika kamu mampu untuk mengadakan perjalanan ke sana”. Lelaki itu pun berkata : “Benarlah engkau”. = Kata ‘Umar : “Kami merasa heran kepadanya, ia bertanya kepada Beliau, tetapi juga membenarkan Beliau” = Lalu lelaki itu berkata (lagi) : “Beritahulah aku tentang Imân”. Beliau menjawab : “Yaitu : berimân kepada Allâh, para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasûl-Rasûl-Nya dan hari Akhirat serta berimân kepada Qadar yang baik dan yang buruk”. Ia pun berkata : “Benarlah engkau”. Kemudian ia berkata : “Beritahulah aku tentang Ihsan”. Beliau menjawab : “Yaitu : beribadahlah kepada Allâh dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Ia berkata lagi : “Beritahulah aku tentang waktu Kiamat”. Beliau menjawab : “Orang yang ditanya tentang hal tersebut tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya”. Akhirnya ia berkata : “Beritahulah aku sebagian dari tanda-tanda Kiamat itu”. Beliau menjawab : “Yaitu : apabila ada hamba sahaya wanita melahirkan tuannya dan apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna, melarat lagi penggembala domba, saling bangga-membanggakan diri dalam membangun bangunan yang tinggi”. Kata ‘Umar : “Lalu pergilah orang laki-laki itu, sementara kami berdiam diri saja dalam waktu yang lama, sehingga Nabi bertanya : “Hai ‘Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu ?”. Aku menjawab : “Allâh dan Rasûl-Nya lebih mengetahui”. Beliau menjawab : “Dia adalah Jibril, telah datang kepada kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-agama-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal nabi Muhammad SAW</title>
		<link>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-nabi-muhammad-saw.html</link>
		<comments>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-nabi-muhammad-saw.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 18:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Debby Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 LANDASAN UTAMA]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.islam.rudytarigan.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdulâh bin ‘Abdul Muthalib bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa ‘Arab, sedang bangsa ‘Arab adalah termasuk keturunan Nabi Ismâ’îl a.s, putera Nabi Ibrâhîm Al-Khalil. Semoga Allâh melimphkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baiknya shalawat dan salam. Beliau berumur 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum Beliau menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Beliau adalah Muhammad bin ‘Abdulâh bin ‘Abdul Muthalib bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa ‘Arab, sedang bangsa ‘Arab adalah termasuk keturunan Nabi Ismâ’îl a.s, putera Nabi Ibrâhîm Al-Khalil. Semoga Allâh melimphkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baiknya shalawat dan salam.<span id="more-240"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;">Beliau berumur 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum Beliau menjadi nabi dan 23 tahun sebagai nabi serta rasûl.<br />
Beliau diangkat sebagai nabi dengan surat “Iqra” (Yakni Surat Al-Alaq (96) : 1-5) dan diangkat sebagai rasul dengan surat “Al-Muddatstsir”.<br />
Tempat asal Beliau adalah Makkah.<br />
Beliau diutus Allâh untuk menyampaikan peringatan menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid.<br />
Dalilnya :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/45.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan!, dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.”</em><br />
(Surat Al-Muddatstsir (74) : 1-7)</p>
<p style="text-align: justify;">Peringatan :</p>
<p style="text-align: justify;">“Sampaikanlah Peringatan” : menyampaikan peringatan menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid.<br />
“Agungkanlah Tuhanmu” : Agungkanlah Ia dengan berserah diri dan beribadah kepada-Nya semata-mata.<br />
“Sucikanlah pakaianmu” : Sucikanlah segala amalmu dari perbuatan syirik.<br />
“Tinggalkanlah berhala-berhala itu” : jauhkan dan bebaskan dirimu darinya serta orang-orang yang memujanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau melaksanakan perintah ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun, mengajak kepada tauhid. Setelah sepuluh tahun itu Beliau dimi’rajkan (diangkat naik) ke atas langit dan disyariatkan kepada Beliau shalât lima waktu. Beliau melakukan shalât di Makkah selama tiga tahun. Kemudian, sesudah itu, Beliau diperintahkan untuk berhijrah ke Madinah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hijrah, pengertiannya, ialah : pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan Islâmi.<br />
Hijrah ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan umat Islâm. Dan kewajiban tersebut hukumnya tetap berlaku sampai hari Kiamat.<br />
Dalil yang menunjukkan kewajiban hijrah, yaitu firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/46.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (Yang dimaksud dengan orang-orang yang zhalim terhadap diri mereka sendiri dalam ayat ini ialah orang-orang penduduk Makkah yang sudah masuk Islâm tetapi mereka itu tidak mau hijrah bersama Nabi, padahal mereka mampu dan sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir supaya ikut bersama mereka pergi ke perang Badar, akhirnya ada di antara mereka yang terbunuh.), (kepada mereka) malaikat bertanya: &#8220;Dalam keadaan bagaimana kamu ini?&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah)&#8221;. Para malaikat berkata: &#8220;Bukankah bumi Allâh itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?&#8221;. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, mudah-mudahan Allâh mema`afkannya. Dan adalah Allâh Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.”</em><br />
(Surat An-Nisâ (4) : 97-99)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/47.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.”</em><br />
(Surat Al-Ankabût (29) : 56)</p>
<p style="text-align: justify;">Al-Baghawi (Abu Muhammad Al-Husein bin Mas’ud bin Muhammad Al-Farra – atau Ibnu Al-Farra – Al-Baghawi (436 – 510 H = 1044 – 1117 M). Seorang ahli dalam bidang fiqh, hadits dan tafsir. Di antara karyanya : At-Tahdzîb (fiqh), Syarh As-Sunnah (hadits), Lubâb At-Ta’wîl fî Ma’âlim At-Tanzîl (tafsir).), rahimahullâh, berkata : “Ayat ini, sebab turunnya, adalah ditujukan kepada orang-orang muslim yang masih berada di Makkah, yang mereka itu belum juga berhijrah. Karena itu, Allâh menyeru kepada mereka dengan sebutan orang-orang yang beriman”</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun dalil dari Sunnah yang menunjukkan kewajiban hijrah, yaitu sabda Rasûlullâh saw :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/48.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Hijrah tetap akan berlangsung selama pintu taubat belum ditutup, sedang pintu taubat tidak akan ditutup sebelum matahari terbit dari Barat”</em><br />
(H.R. Ahmad dalam musnadnya jilid 4 hal. 99; Sunan Abu Dawûd kitan Al-Jihad bab 2; dan Sunan Ad-Darimi kitan As-Sair bab 70)</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Nabi Muhammad menetap di Madinah, disyariatkan kepada beliau zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma’ruf dan nahi munkar serta syariat-syariat Islâm lainnya.<br />
Beliau pun melaksanakan untuk menyampaikan hal ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun . Sesudah itu wafatlah beliau, sedang agamanya tetap dalam keadaan lestari.<br />
Inilah agama yang beliau bawa : Tiada suatu kebaikan yang tidak beliau tunjukkan kepada umatnya dan tiada suatu keburukan yang tidak beliau peringatkan kepada umatnya supaya dijauhi. Kebaikan yang beliau tunjukkan ialah tauhid serta segala yang dicintai dan diridhoi Allâh, sedang keburukan yang beliau peringatkan supaya dijauhi ialah syirik serta segala yang dibenci dan tidak disenangi Allâh.<br />
Nabi Muhammad saw, diutus oleh Allâh kepada seluruh umat manusia, dan diwajibkan kepada seluruh jin dan manusia untuk mentaatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/49.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Katakanlah: &#8220;Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allâh kepadamu semua …….”</em><br />
(Surat Al-A’râf (7) : 158)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan melalui Beliau, Allâh telah menyempurnakan agama-Nya untuk kita. Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/50.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“……Pada hari ini (Maksudnya ialah : hari Jum’at ketika wukuf di Arafah, pada waktu Haji Wada’) telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…..”</em><br />
(Surat Al-Mâ’idah (5) : 3)</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun dalil yang menunjukkan bahwa Beliau saw juga wafat, ialah firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/51.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu.”</em><br />
(Surat Az-Zumar (39) : 30-31)</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia sesudah mati, mereka nanti akan dibangkitkan kembali. Dalilnya, firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/52.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.”</em><br />
(Surat Thâhâ (20) : 55)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/53.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan Allâh menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.”</em><br />
(Surat Nuh (71) : 17–18)</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah manusia dibangkitkan, mereka akan dihisab dan diberi balasan sesuai dengan amal perbuatan mereka. Dalilnya, firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/54.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan hanya kepunyaan Allâh-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).”</em><br />
(Surat An-Najm (53) : 31)</p>
<p style="text-align: justify;">Barangsiapa yang tidak mengimani kebangkitan ini, maka dia adalah kafir. Sesuai firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/55.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: &#8220;Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan&#8221;. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allâh.”</em><br />
(Surat At-Taghâbun (64) : 7)</p>
<p style="text-align: justify;">Allâh telah mengutus semua rasûl sebagai penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan. Sebagaimana firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/56.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allâh sesudah diutusnya rasul-rasul itu…..”</em><br />
(Surat An-Nisâ’ (4) : 165)</p>
<p style="text-align: justify;">Rasûl pertama adalah Nabi Nûh, ‘alaihis-salam (Selain dalil dari Al-Qur-ân yang disebutkan Penulis, yang menunjukkan bahwa Nabi Nûh adalah rasûl pertama, di sana ada juga hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi Nûh adalah rasûl pertama yang diutus kepada penduduk bumi ini, seperti hadits riwayat Al-Bukhârî dalam shahihnya kitan Al-Anbiya bab 3 dan riwayat Muslim dalam shahihnya kitab Al-Iman bab 84. Adapun Nabi Adam, ‘alaihis-salam, menurut sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari, radhiyallâhu ‘anhû, beliau adalah Nabi pertama. Dan disebutkan dalam hadits ini bahwa jumlah para Nabi ada 124.000 orang, dari jumlah tersebut sebagai rasûl 315 orang, dan dalam riwayat lain disebutkan 310 orang lebih. Lihat : Imam Ahmad, Al-Musnad, jilid 5 hal. 178, 179 dan 265), dan rasûl terakhir adalah Nabi Muhammad, shalallâhu ‘alaihi wa sallam, serta Beliaulah penutup para Nabi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalil yang menunjukkan bahwa rasûl pertama adalah Nabi, berdasarkan firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/57.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya……………”</em><br />
(Surat An-Nisâ’ (4) : 163)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Allâh telah mengutus kepada setiap umat seorang rasûl, mulai dari Nabi Nûh sampai Nabi Muhammad, dengan memerintahkan mereka untuk beribadah kepada Allâh semata-mata dan melarang mereka beribadah kepada thâghût. Firman Allâh Ta’âla :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/58.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasûl pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): &#8220;Sembahlah Allâh (saja), dan jauhilah Thâghût itu&#8221;………”</em><br />
(Surat An-Nahl (16) : 36)</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, Allâh telah mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya supaya bersikap kafir kepada thâghût dan hanya beriman kepada-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Al-Qayyim (Abû ‘Abdillâh, Muhammad bin Abu Bakr bin Ayyub bin Sa’d As-Zur’I Ad-Dimasyqi, terkenal dengan Ibnu Al-Qayyim atau Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (691-751 H = 1292 – 1350 M). Seorang ‘ulama yang giat dan gigih dalam mengajak umat Islâm pada zamannya untuk kembali kepada tuntunan Al-Qur-ân dan Sunnah serta mengikuti jejak para salaf shaleh. Mempunyai banyak karya tulis, antara lain : Madârij As-Sâlikîn, Zâd Al-Ma’âd, Tharîq Al-Hijratain wa Bâb As-Sa’âdatain, AT-Tibyân fi Aqsâm Al-Qur-ân, Miftâh Dâr As-Sa’âdah.), rahimahullâh Ta’âla, telah menjelaskan pengertian thâghût tersebut dengan mengatakan :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/59.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Thâghût ialah setiap yang diperlakukan manusia secara melampaui batas (yang telah ditentukan oleh Allâh), seperti dengan disembah, atau diikuti, atau dipatuhi”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dan thâghût itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada 5 (lima), yaitu :</p>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">1.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Iblis, yang telah dilaknat oleh Allâh; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">2.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Orang yang disembah, sedang dia sendiri rela; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">3.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya; </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">4.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib; dan </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top"><span style="font-family: Verdana;">5.</span></td>
<td width="95%" align="justify"><span style="font-family: Verdana;"> Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah diturunkan oleh Allâh. </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Allâh Ta’âla berfirman :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/60.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islâm); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thâghût dan beriman kepada Allâh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allâh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”</em><br />
(Surat Al-Baqarah (2) : 256)</p>
<p style="text-align: justify;">Ingkar kepada semua thâghût dan iman kepada Allâh saja, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tadi, adalah hakekat syahadat “Lâ ilâha illallâh”.<br />
Dan diriwayatkan dalam hadits, Rasûlullâh saw bersabda :<br />
<img src="http://www.asiisc.net/pic/3landasan/61.gif" border="0" alt="" align="center" /><br />
<em>“Pokok agama ini adalah Islâm (Silahkan melihat kembali pengertian Islâm yang disebutkan oleh Penulis di hal. 18), dan tiangnya adalah shalât, sedang ujung tulang punggungnya adalah jihad fî sabîlillâh” ( Hadits shahih riwayat Ath-Thabarani dari Ibnu ‘Umar radhiyallâhu ‘anhuma; dan riwayat at-Tirmidzi dalam Al-Jâmi’ Ash-Shahih kitab Al-Imân bab <img src='http://www.asiisc.net/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Hanya Allâh-lah yang Maha Tahu, Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allâh kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.asiisc.net/3-landasan-utama/mengenal-nabi-muhammad-saw.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

