Akhi (saudaraku). Semoga Allâh senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda. Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :
| 1. | Ilmu, ialah mengenal Allâh, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islâm berdasarkan dalil-dalil. |
| 2. | ‘Amal, ialah menerapkan ilmu ini. |
| 3. | Da’wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini. |
| 4. | Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berda’wah kepadanya. |
Dalilnya, firman Allâh Ta’âla :

“Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal shaleh dan saling nasehat-menasehati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar”
(Surah Al-‘Ash (103) : 1-3)
Imam Asy-Syafi’î (Abu Abdillâh : Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin ;Utsman bin Syafi’ Al-Hasyimi Al-Qurasyi Al-Muthalibi (150-240 H = 767-820 M). Salah seorang imam empat. Dilahirkan di Gaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Di antara karya ilmiahnya : Al-Umm, Ar-Risalah dan Al-Musnad.), Rahimahullâh Ta’âla, mengatakan : “Seandainya Allâh hanya menurunkan surah ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surah ini sebagai hujjah bagi mereka”.
Dan imam Al-Bukharî (Abu ‘Abdillâh : Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al-Bukhârî (194-256 H = 810-870 M). Seorang ulama ahli hadits. Untuk mengumpulkan hadits ia telah menempuh perjalanan yang panjang : mengunjungi Khurasan, Irak, Mesir dan Syam. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain : Al-Jâmi’ Ash-Shahih (yang lebih dikenal dengan Shahih Al-Bukhârî), At-Târîkh, Adh-Dhu’afâ, Kha;q Af’âl Al-‘Ibâd), Rahimahullâh Ta’âla, mengatakan : “Bab : Ilmu didahulukan sebelum ucapandan perbuatan. Dalilnya firman Allâh Ta’âla :

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain Allâh dan mohonlah ampunan atas dosamu”
(Surah Muhammad (47) : 19)
Dalam ayat ini, Allâh memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan) ….(Al-Bukhârî dalam Shahihnya, kitab Al-‘Ilm. Bab 10) sebelum ucapan dan perbuatan.
Akhi,
Semoga Allâh senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda. Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini :
| 1. | Bahwa Allâh-lah yang menciptakan kita dan yang memberi rizki kepada kita. Allâh tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang Rasul, maka barangsiapa mentaati Rasul tersebut pasti akan masuk surga dan barangsiapa menyalahinya pasti akan masuk neraka. Allâh Ta’âla berfirman : |

“Sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus kepada Fir’aun seorang Rasul, tetapi Fir’aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa ia dengan siksaan yang berat”
(Surah Al-Muzzammil (73) : 15 – 16)
| 2. | Bahwa Allâh tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang nabi yang diutus menjadi Rasul. Allâh Ta’âla berfirman : |

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allâh, karena itu janganlah kamu menyembah seorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allâh”
(Surah Al-Jinn (72) : 18)
| 3. | Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasûlullâh serta mentauhidkan Allâh, tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang memusuhi Allâh dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu keluarga terdekat. Allâh Ta’âla berfirman : |

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allâh dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allâh dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allâh telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allâh ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allâh. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allâh itulah golongan yang beruntung.”
(Surah Al-Mujâdalah (58) : 22)
Akhi,
Semoga Allâh membimbing anda untuk taat kepada-Nya.
Ketahuilah, bahwa Islâm yang merupakan tuntunan Nabi Ibrâhîm adalah ibadah kepada Allâh semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Itulah yang diperintahkan Allâh kepada seluruh umat manusia dan hanya untuk itu sebenarnya mereka diciptakan-Nya, sebagaimana firman Allâh Subhânahû wa Ta’âla :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
(Surah Adz-Dzâriyât (51) : 56)
Ibadah, dalam ayat ini, artinya : tauhid. Dan perintah Allâh yang paling agung adalah tauhid, yaitu : memurnikan ibadah untuk Allâh semata-mata. Sedang larangan Allâh yang paling besar adalah syirik, yaitu : menyembah selain Allâh di samping menyembah-Nya. Allâh Ta’âla berfirman :

“Sembahlah Allâh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (Surah An-Nisâ (4) : 36)
Kemudian, apabila anda ditanya : Apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia ? Maka hendaklah anda menjawab : Yaitu mengenal Allâh ‘Azza wa Jalla; mengenal agama Islâm; dan mengenal Nabi Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi wa Sallam.
